Show simple item record

dc.contributor.advisorDaryanto, Arief
dc.contributor.advisorNurmalina, Rita
dc.contributor.authorErvinia
dc.date.accessioned2025-06-05T06:34:11Z
dc.date.available2025-06-05T06:34:11Z
dc.date.issued2007
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/161944
dc.description.abstractPembangunan daerah dalam era globalisasi saat ini memiliki konsekuensi seluruh daerah di wilayah nasional menghadapi tingkat persaingan yang semakin tinggi secara langsung dalam pemasaran barang dan jasa, baik di pasar domestik maupun internasional. Pendekatan pokok utama dalam mengatasi tantangan tersebut adalah melalui pelaksanaan percepatan pengembangan wilayah dengan mengutamakan peningkatan daya saing sebagai dasar pertumbuhan daerah. Pembangunan sub sektor pertanian tanaman pangan, merupakan bagian integral dari pembangunan pertanian dan telah terbukti memberikan peranan penting bagi pembangunan nasional, ditinjau dari aspek ekonomi, sosial, maupun pelestarian keseimbangan lingkungan. Namun pada masa yang akan datang, pembangunan pertanian dihadapkan pada tantangan besar terutama pada sub sektor non pangan seperti hortikultura dan buah-buahan. Dilihat dari aspek pasar, posisi Kabupaten Bogor sangat strategis, selain posisinya yang dekat dengan Daerah Khusus Ibukota, juga berada pada jalur wisata utama Jawa Barat, selain itu Kabupaten Bogor juga berada/berdekatan dengan Kawasan Andalan Sukabumi dan sekitarnya. Ditinjau dari ketersediaan sumberdaya alam, Kabupaten Bogor cukup potensial bagi pelaksanaan program pembangunan pertanian. Pembangunan pertanian di Kabupaten Bogor meliputi komoditas tanaman pangan (padi dan palawija) dan hortikultura (sayuran, buah-buahan dan tanaman hias). Adapun komoditas yang menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Bogor antara lain komoditas buah-buahan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mendukung pengembangan tanaman buah-buahan di Kabupaten Bogor, walaupun demikian pengembangan komoditi ini masih cenderung tersekat-sekat dan belum terintegrasi antar subsistem agribisnis. Subsistem agribisnis yang meliputi penyediaan sarana produksi, produksi, pengolahan dan pemasaran seharusnya terpadu secara fungsional antara satu sama lainnya. Konsep klaster secara signifikan meningkatkan kemampuan ekonomi daerah untuk membangun kekayaan masyarakat. Klaster mampu bertindak sebagai pendorong inovasi, dimana keberadaan unsur-unsur dalam klaster diperlukan untuk mengubah gagasan menjadi kekayaan. Pengembangan komoditas unggulan tanaman buah-buahan secara terpadu dapat dilakukan dengan pendekatan klaster Pendekatan klaster dalam pengembangan komoditas unggulan tanaman buah-buahan dapat diartikan sebagai suatu bentuk pendekatan yang berupa pemusatan kegiatan pertanian tanaman buah-buahan di suatu lokasi tertentu. Pemusatan tersebut adalah dalam suatu kawasan tersedia subsistem-subsistem dalam agribisnis pertanian tanaman buah-buahan dari subsistem hulu hingga hilir serta jasa penunjang. Pengembangan kawasan komoditas unggulan tanaman buah-buahan dengan pendekatan klaster tersebut memerlukan suatu lokasi di kawasan tersebut yang dapat menjadi pusat pengembangan agribisnis dimana lokasi tersebut dapat menjadi pusat area produksi yang memberikan nilai tambah bagi setiap pelaku agribisnis secara proposional, pusat perdagangan, serta sebagai pusat pelayanan jasa yang mudah dan murah. Selain itu juga perlu disusun model manajemen yang tepat dalam pengelolaan kawasan tersebut. Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah tersebut, dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut: a) Faktor-faktor potensi wilayah apa yang menentukan lokasi suatu pusat pengembangan agribisnis komoditas unggulan tanaman buah-buahan; b) Dimana lokasi pusat pengembangan agribisnis di suatu daerah sehingga bisa dijadikan suatu klaster kawasan pengembangan agribisnis yang terintegrasi khususnya bagi komoditas unggulan tanaman buah-buahan; dan c) Alternatif strategi apa yang tepat digunakan dalam pengelolaan kawasan agribisnis khususnya bagi komoditas unggulan tanaman buah-buahan. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah: a) Melakukan identifikasi faktor potensi wilayah yang menentukan lokasi pusat pengembangan agribisnis komoditas unggulan tanaman buah-buahan; b) Menentukan lokasi pusat pengembangan agribisnis komoditas unggulan tanaman buah-buahan sehingga nantinya dapat dikembangkan menjadi suatu kawasan agribisnis buah-buahan yang maju; c) Menentukan alternatif strategi yang tepat bagi kawasan pusat pengembangan agribisnis tanaman buah-buahan sehingga pada pelaksanaannya kawasan yang ada dapat dikelola dengan baik. Ruang lingkup penelitian dibatasi pada beberapa hal meliputi lokasi penelitian adalah di Kabupaten Bogor dan komoditas buah-buahan yang dikaji adalah komoditas buah-buahan ungulan Kabupaten Bogor berdasarkan Rencana Strategis Dinas Pertanian dan Kehutanan Tahin 2005-2009 yaitu komoditas durian, manggis dan nenas. Teknik pengambilan data dan informasi dilakukan dengan mengambil data sekunder dari studi pustaka dan observasi, dan data primer yang berasal dari wawancara dan penyebaran kuesioner kepada para ahli dan praktisi dari berbagai instansi antara lain: Dinas Pertanian dan Kehutanan dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Bogor, Balai Penelitian Tanaman Buah, Perguruan Tinggi dan Kelompok Tani serta Pengusaha Pengolah dan Pemasaran Buah-buahan. Metode Pemeringkat Faktor digunakan untuk mengetahui wilayah atau lokasi yang terpilih untuk dijadikan pusat pengembnagan agribisnis. Selain itu digunakan metode Proses Hirarki Analisis (PHA) atau Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menganalisis strategi pengelolaan kawasan apa yang tepat untuk digunakan sehingga tujuan dari pengembangan kawasan ini dapat tercapai. Hasil analisis dan pengolahan terhadap pendapat responden mengenai faktor-faktor utama yang merupakan indikator potensi yang berpengaruh terhadap pemilihan suatu lokasi didapat urutan pertama adalah Faktor Agroekologi; urutan kedua adalah Faktor Potensi Lokasi; urutan ketiga adalah Faktor Teknologi; urutan keempat yaitu Faktor Ekonomi; disusul dengan urutan kelima yaitu Faktor Sumber Daya Masyarakat; urutan keenam adalah Faktor Sosial Budaya; urutan ketujuh adalah Infrastruktur Prasarana Dan Sarana; urutan kedelapan yaitu Faktor Kewirausahaan; urutan kesembilan adalah Pemerintahan Dan Hukum; dan urutan kesepuluh adalah Lembaga Pendukung... dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titlePerencanaan Kawasan Pusat Pengembangan Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Buah-Buahan Di Kabupaten Bogorid
dc.subject.keywordKawasan Agribisnisid
dc.subject.keywordKomoditas Unggulanid
dc.subject.keywordPemilihan Lokasiid
dc.subject.keywordStrategi Pengelolaan Kawasanid
dc.subject.keywordThe Factor Rating Systemid
dc.subject.keywordAnalytical Hierarchy Processid
dc.subject.keywordHortikultura Buah-Buahanid
dc.subject.keywordStrategi Penumbuhan Investasiid
dc.subject.keywordStrategi Peningkatan Mutuid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record