| dc.description.abstract | PT. Asuransi Intra Asia sebagai salah satu perusahaan asuransi kerugian di Indonesia, Perusahaan ini termasuk dalam kategori perusahaan dengan modal di bawah Rp 50 Milliar dengan total jumlah perusahaan dalam kategori ini adalah sebanyak 41 perusahaan. Dengan banyaknya persaingan di dalam industri ini, PT. Asuransi Intra Asia telah melakukan beberapa langkah diantaranya meningkatkan pelayanan customer, pembenahan sistem internal, serta peningkatan kualitas SDM perusahaan. Namun sampai saat ini hasilnya belum dirasa maksimal dimana perolehan laba yang diterima perusahaan masih sangat rendah, sehingga apabila hal tersebut terus terjadi maka dikhawatirkan perusahaan tidak mampu lagi bersaing dengan perusahaan asuransi lain dan pada akhirnya akan menyebabkan berhentinya kegiatan usaha.
Berdasarkan masalah di atas, maka rumusan masalah yang menjadi fokus dalam penelitian ani adalah melihat sampai sejauh mana visi dan misi perusahaan sejalan dengan kenyataan yang terjadi di lapangan dan melihat sejauh mana faktor internal maupun ekternal yang mempengaruhi peningkatan daya saing perusahaan, serta menentukan alternatif strategi yang dapat dijadikan alternatif pilihan kebijakan bagi perusahaan dalam meningkatkan daya saing dalam industri asuransi kerugian.
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan : (1) Mengevaluasi visi dan misi dari PT. Asuransi Intra Asia, (2) Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi persaingan usaha asuransi, serta (3) Merumuskan suatu alternatif strategi yang dapat dijadikan pedoman dalam peningkatan daya saing PT. Asuransi Intra Asia.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode ini dilakukan dengan pengumpulan data baik kuantitatif maupun kualitatif yang dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini diperoleh melalui (1) data primer didapat dari pengisian kuesioner oleh para responden secara langsung, dan (2) data sekunder diperoleh melalui beberapa sumber diantaranya data keuangan perusahaan maupun referensi lain yang terkait dengan tema penelitian. Analisa tiga tahap strategi diawali dengan mengevaluasi keadaan umum perusahaan dan mengidentifikasi faktor-faktor eksternal dan internal perusahaan dengan alat analisi input stage yang digunakan adalah Matriks IFE dan EFE, kemudian dalam tahap matching stage digunakan Matriks IE untuk memperoleh alternatif strategi, sedangkan untuk tahap decision stage dipakai alat analisis berupa AHP (Analytichal Hierarchy Process.)
Berdasarkan Tabel Matriks IFE perusahaan, dapat dilihat bahwa PT. Asuransi Intra Asia memiliki faktor yang average. Dari matriks IFE juga dapat dilihat bahwa kekuatan yang paling dominan adalah dukungan dan kerjasama dari para relasi asuransi seperti broker, leasing dan perusahaan asuransi lain (0,43) kemudian dilanjutkan dengan memiliki kerjasama dengan pihak bengkel-bengkel berkualitas dan tersebar (0,35), kondisi keuangan perusahaan yang baik (0,34), memiliki cabang di beberapa kota besar di Indonesia (0,18), dan teknologi informasi yang terintegasi dengan baik (0,15). Faktor kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan yang paling dominan adalah kemampuan underwriting dalam menilai resiko (0,20), analisa resiko yang kurang dari marketing (0,16), ketergantungan terhadap broker dalam memperoleh bisnis (0,16), tercipta suatu sinergi antara kepentingan marketing dan underwriting sehingga tercipta suatu kesinambungan usaha (0,15), effesiensi biaya operasional (0,12), dan citra pengenalan masyarakat yang kurang dalam masyarakat (0,05).
Berdasarkan tabel matriks EFE perusahaan, dapat dilihat bahwa peluang perusahaan yang paling dominan adalah peluang dalam memanfaatkan pangsa pasar asuransi yang masih besar (0,50), kemudian dilanjutkan dengan adanya perubahan fokus usaha dari sektor korporasi ke sektor ritel (0,39), semakin meningkatnya kesadaran masyarakat pasca terjadinya bencana di tanah air (0,36), kestabilan kondisi politik dan keamanan menciptakan kondisi usaha yang kondusif (0,22) dan regulasi yang disusun oleh Depaartemen Keuangan menciptakan kondisi usaha yang semakin kompetitif (0,10).
Berdasarkan hasil evaluasi faktor internal (IFE) dan evaluasi faktor eksternal (EFE) didapat nilai IFE yaitu 2,28 dan EFE sebesar 2,39. dari masing-masing nilai evaluasi tersebut dapat diketahui posisi perusahaan didalam matriks IE yaitu di kuadran V yang dapat digambarkan sebagai posisi strategi hold and maintain dimana strategi yang cocok untuk dilakukan adalah dengan pengembangan produk atau penetrasi pasar.
Berdasarkan alternatif strategi yang didapat dari matrik IE, maka dengan menggunakan AHP diperoleh srategi prioritas / rekomendasi strategi pengembagnan pasar PT. Asuransi Intra Asia sebagai berikut ; faktor jumlah kantor cabang / perwakilan merupakan prioritas utama (33 %). Prioritas kedua adalah faktor hubungan baik dengan relasi asuransi (27 %), berikutnya faktor kondisi finansial perusahaan (23 %), dan yang terakhir adalah faktor sumber daya manusia yang terlatih (17 %)
Aktor utama dalam pengembangan pasar PT. Asuransi Intra Asia adalah management / direksi dengan nilai perolehan sebesar 35 %. Aktor berikutnya secara berturut-turut adalah Manager Marketing (27%), Manager Teknik (21 %), dan Manager Keuangan (17 %)
Tujuan yang ingin dicapai berdasarkan urutan terbesar yaitu peningkatan brand awareness perusahaan (44 %), peningkatan jumlah premi (32 %), dan peningkatan kualitas SDM asuransi (24 %)
Beberapa strategi di dalam pengembangan pasar PT. Asuransi Intra Asia yang disesuaikan berdasarkan prioritas kepentingan dari urutan terbesar sebagai berikut menambah kantor cabang dan kantor perwakilan (34 %), menjaga hubungan baik dengan reasuransi dan broker (27 %), memberikan pelatihan secara berkala kepada karyawan khususnya bagian teknik dan marketing (22 %) dan melakukan akuisisi perusahaan asuransi lain yang memiliki captive market (17%) | |