| dc.contributor.advisor | Indrawan, Raden Dikky | |
| dc.contributor.advisor | Asikin, Zenal | |
| dc.contributor.author | Maruta, Rellyan Bayu | |
| dc.date.accessioned | 2025-05-19T23:38:58Z | |
| dc.date.available | 2025-05-19T23:38:58Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/161715 | |
| dc.description.abstract | Industri pulp dan kertas di Indonesia menghadapi tantangan keberlanjutan akibat ketergantungan tinggi pada kayu dari Hutan Tanaman Industri (HTI). Ketergantungan ini meningkatkan kekhawatiran akan dampak lingkungan, seperti deforestasi dan emisi karbon. Sebagai alternatif, bambu menawarkan potensi besar berkat siklus pertumbuhan yang cepat (4~5 tahun) dan kandungan selulosa yang tinggi (40~50%). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka pengambilan keputusan strategis penggunaan bambu sebagai bahan baku utama dalam industri pulp, dengan mengintegrasikan analisis teknis, finansial, dan berkelanjutan.
Metode yang digunakan meliputi Decision Tree, Analytical Hierarchy Process (AHP), dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Kelayakan teknis dianalisis melalui uji coba produksi pulp semi-mekanis dilevel skala pilot yang dilakukan oleh BBSPJIS. Sementara analisis finansial menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period. Pendekatan Decision Tree dan AHP digunakan untuk mengevaluasi skenario investasi, memprioritaskan faktor-faktor penting, dan menyelaraskan keputusan dengan kriteria ESG.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi berbasis bambu layak secara finansial dengan nilai NPV sebesar Rp20.311.095.022 miliar, IRR 11%, dan Payback Period selama 6 tahun. Teknologi ini juga berhasil mengurangi emisi karbon hingga 30%, meningkatkan lapangan kerja lokal sebesar 20%, dan memastikan tata kelola yang transparan dengan skor ESG keseluruhan 83,5/100. Simulasi menggunakan Decision Tree berbasis Markov Chain mengungkapkan bahwa teknologi baru memiliki nilai ekspektasi 75, lebih tinggi dibandingkan teknologi eksisting (73), sehingga menjadi pilihan investasi yang unggul. Analisis ESG menegaskan potensi keberlanjutan teknologi ini dengan skor 85/100 untuk aspek lingkungan, 80/100 untuk aspek sosial, dan 85/100 untuk aspek tata kelola.
Temuan baru dalam penelitian ini adalah integrasi pendekatan Decision Tree-AHP dengan analisis ESG yang memungkinkan evaluasi multi-kriteria untuk memprioritaskan teknologi yang berkelanjutan. Teknologi berbasis bambu memberikan manfaat signifikan tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga pada aspek sosial dan lingkungan. Implikasi dari hasil ini adalah perlunya kebijakan insentif dari pemerintah, seperti pengurangan pajak, dan subsidi untuk teknologi ramah lingkungan, guna mempercepat adopsi bambu sebagai bahan baku utama. Selain itu, hasil menunjukkan bahwa stabilitas pendapatan sangat memengaruhi kelayakan finansial, menekankan pentingnya diversifikasi produk berbasis bambu untuk memitigasi risiko pasar. Studi ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara industri, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem yang mendukung transisi ke bahan baku yang berkelanjutan. | |
| dc.description.abstract | Indonesia’s pulp and paper industry faces sustainability challenges due to its heavy reliance on timber from Industrial Forest Plantations (HTI). This reliance raises concerns over environmental impacts, such as deforestation and carbon emissions. As an alternative, bamboo offers great potential due to its fast growth cycle (4~5 years) and high cellulose content (40~50%). This research aims to develop a strategic decision-making framework for using bamboo as a key raw material in the pulp industry, integrating technical, financial and sustainability analyses.
Methods use include Decision Tree, Analytical Hierarchy Process (AHP), and Environmental, Social, and Governance (ESG) principles. Technical feasibility was analyzed through pilot-scale semi mechanized pulp production trials conducted by BBSPJIS. The financial analysis used Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period indicators. Decision Tree and AHP approaches were used to evaluate investment scenarios, prioritize important factors, and align decisions with ESG criteria.
The results showed that the bamboo based technology is financially viable with an NPV of Rp20,311,095,022, an IRR of 11%, and a Payback Period of 6 years. The technology also successfully reduces carbon emission by 30%, increases local employment by 20%, and ensures transparent governance with an overall ESG scores of 83.5/100. Simulations using Markov Chain-based Decision Tree revealed that the new technology has an expected value of 75, higher than the existing technology (73), making it a superior investment option. ESG analysis confirmed the sustainability potential of this technology with scores of 85/100 for environmental aspects, 80/100 for social aspects, and 85/100 for governance aspects.
A novel finding in this research is the integration of the Decision Tree-AHP approach with ESG analysis that enables multi criteria evaluation to prioritize sustainable technologies. Bamboo-based technologies provide significant benefits not only economically, but also on social and environmental aspects. The implication of these results is the need for incentive policies from the government, such as tax deductions, subsidies for environmentally friendly technologies, to accelerate the adoption of bamboo as a key raw material. In addition, result show that income stability greatly affects financial viability, emphasizing the importance of diversifying bamboo-based products to mitigate market risks. This study recommends strengthening collaboration between industry, government and society to create an ecosystem that supports the transition to sustainable raw materials. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Strategi Pengambilan Keputusan Penggunaan Bambu di Industri Pulp: Decision Tree-AHP Berbasis ESG | id |
| dc.title.alternative | Decision Making Strategy for Utilizing Bamboo in the Pulp Industry | |
| dc.type | Tesis | |
| dc.subject.keyword | AHP | id |
| dc.subject.keyword | decision tree | id |
| dc.subject.keyword | ESG | id |
| dc.subject.keyword | Sustainability | id |
| dc.subject.keyword | Bamboo | id |