Hubungan Tingkat Keterikatan Tanah dengan Keputusan dan Keinginan Petani atas Tanah (Kasus Blok Pasir Kolecer di Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor)
Abstract
Konflik agraria di Indonesia memicu berbagai gerakan perjuangan petani. Kondisi ini memunculkan keterikatan terhadap tanah sehingga mendorong petani dalam mengambil keputusan dan keinginan atas tanahnya. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat keterikatan tanah dengan tingkat keputusan dan keinginan petani atas tanah di Blok Pasir Kolecer. Tingkat keterikatan memuat aspek psikologis, relasi sosial, keamanan tenurial, dan ekonomi. Adapun tingkat keputusan dan keinginan mencakup peralihan penguasaan, optimalisasi penggunaan, dan pengusahaan ekonomi. Terdapat 51 responden yang dipilih secara purposive, diteliti menggunakan pendekatan mixed-method dengan exploratory sequential design serta dianalisis menggunakan rank spearman dan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan karakteristik dengan tingkat keterikatan tanah. Terdapat pula hubungan tingkat keterikatan tanah dengan tingkat keputusan dan keinginan petani atas tanah
