Show simple item record

dc.contributor.advisorHunaefi, Dase
dc.contributor.advisorRahayu, Winiati Pudji
dc.contributor.authorPamungkasany, Prinia
dc.date.accessioned2025-01-10T02:29:10Z
dc.date.available2025-01-10T02:29:10Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160642
dc.description.abstractPemalsuan pangan (food fraud) menjadi perhatian utama dalam industri pangan, khususnya pada komoditas rempah yang rentan karena nilai tambah dan tingkat persaingan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor kerentanan food fraud pada dua perusahaan bumbu, PT A dan PT B, di Cikarang dan Tangerang. Penilaian menggunakan Food Fraud Vulnerability Assessment (FFVA) dari SSAFE, yang mencakup faktor peluang, motivasi, dan tindakan pengendalian. Data dikumpulkan melalui kuesioner valid dan reliabel, serta dianalisis menggunakan multiple correspondence analysis (MCA) dan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa PT B memiliki kerentanan lebih rendah dengan pengendalian internal yang lebih kuat dibanding PT A. Namun, pengendalian eksternal kedua perusahaan relatif setara. PT A disarankan meningkatkan pengendalian internal melalui prosedur kontrol ketat, pelatihan karyawan, dan pemantauan intensif. PT B sebaiknya fokus pada analisis mendalam terhadap motivasi food fraud. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan teknologi seperti blockchain untuk mengurangi risiko food fraud di masa depan.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleFaktor Kerentanan Pemalsuan Pangan (Food Fraud) pada Industri Bumbuid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordfood fraudid
dc.subject.keywordbumbu
dc.subject.keywordFFVA
dc.subject.keywordSSAFE


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record