| dc.description.abstract | Studi populasi yang dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang prevalensi diabetes menunjukkan Indonesia berada di posisi keempat di dunia. Di tahun- tahun mendatang diperkirakan prevalenni diabetes akan terus meningkut karena perubahan gaya hidup dan pola kommumsi makanan (trend konsumsi ar food yung miskin serat), dan umumnya diderita penduduk urban dibanding penduduk desa, Faktor- faktor yang berperan terhadap timbulnya diabeies antara lain pula makan yang salalı (obesitas dan kurang gizi yang dapat memasak pankreas), kurang olah raga, faktor kutunanan (kelainan genetikal, infeksi virus (DM tipe 1), minum obat yang dapat menaikkan kadar glukosa darah (glukokortikoid, furosemida, thiazide, betu Mocker, produk yang mengunching exirogun), proses menua aging stress, dan sebagainya. Permasalahan yang ada, penderita diabetes memerlukan makanan/minuman khusus, yang aman dan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi mereka. Sehingga dengan nutrisi dan gaya hidup yang baik, maka penderita diabetes diharapkan tetap mampu beraktivitas amperti orang "normal" dan menjadikan diabetes bukan penghambat aktivitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetalni preferensi konsumen terhadap atribut dalam produk Susu Khusus Diabetes (SKD), (2) mengetahui pengaruh atribut-atribut produk SKD terhadap perilaku konsumen di dalani pengambilan keputusan pembelian produk SKD, dan (3) implikasi manajerial perusahaan health food dalam memenuhi kebutuhan konsumen terhadap produk SKD. Pengambilan sampel dilakukan terhadap pasien diabetes di sebuah klinik dokter penyakit dalam (Internist) di Anibarawa, Jawa Tengah dan Rumah Sakit Charitas Palembang, selama tiga (3) bulan yaitu antaru bulan Januari-Maret 2006. Penelitian memakai metode survei melalui wawancara langsung terhadap pasien diabetes dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian, Metode pengambilan sampel yang dipakai adalah purposive нов probability sampling (Judment sampling) yaitu umpling dengan pengambilan elemen elemen sampel dilakukan dengan sengaja, dengan catatan sampel tersebut representative (mewakili populasi). Jumlah contoh penelitian yang berhasil dikumpulkan adalah 152 responden. Metode analisa yang dipakai analisis deskriptif, analisis tabulasi silang, analinis cobran, analisa biplot, dan uji Friedman,
Atribut-atribut yang menjadi preferumi konsumen (alasan konsumsi SKD) yaitu menurunkan kadar gula darah (9.9%), kadar gula/lemak SKD terukur sehingga aman Jikonsumsi (6.6%), Jaga stamina (5.9%), melengkapi diet yaitu mutrisi lengkap seimbang (4.6%), menambah energi (25%), cocok akan merk SKD yang dikumamal (1.3%), saran / rekomendasi dokter (1.3%), tidak tatu (1.3%), mudah dicerna tidak menyebabkan diare (0.7%), sesuai obat dokter (0.7%), mengurangi konsumsi nami (0.7%), supaya kanyang pengganti makanan stama, yaitu makan pagisiang/malam (0.7%), dan tidak menjawab (63.8%). Hasil analisis tabulasi silang menunjukkan ada pengaruh jenis pekerjaan, khumanya wiraswasta, jumlah pengeluaran, dan alasan konsumsi SKD (nymp.sig -0.09, lebih kecil dari al. 1). Bagi responden yang mengkonsumsi suu khusus diabetes, jika kehabisan susu khusus diabetes, maka 12.4% responden konsumsi buah, 72% responden konsumsi sura kaltium (rendah lemak), 5.9% konsumsi biskuit 3.9% konsumsi obat-obatan, 3.3% konsumsi serval, dan 1.3% konsumsi oatmeal (tabel 22). Sedangkan yang memilih makanan lain (minum air putih, konsumsi kentang, ubi jalar adalah 53.9% reponden. Dari 61.2% responden yang konsumsi SKD, apabila merk susu khusus diabetes yang paling sering dibeli tidak taseilia di toko, maka 22.4% responden mununda pembelian, 21.7% responden mencari merk tersebut ke tokojapotik lainnya, 17,1% responden mencari alternatif merk lain. Ketersediaan produk SKD di toko apotik terdekat sangat diperlukan untuk mencegah kemungkinan berpindahnya konsumen ke merk SKD lainnya. Urutan prioritas kepentingan dari susu khusas diabetes dapat dianalisis dengan uji keseragaman (Friedman) sehingga dapat diketahui atribut atribut dan peringkatnya (rank hendasar perhitungan nilai indeks) sesuai yang diinginkan konsumen, yaitu urutan prioritas tertinggi adalah merk terkanal (1), kemudahan dibawa bepergian (2), alternatif varian rasa (3), pengganti makan pagi/siang malam (4), enak (3), kemudahan dipermleh di toko (6) rekomendasi dari dokteríahli gizi (7), berenergi (7), nutrisi lengkap & seimbang (8), memberi kesegaran/fit (9), mengandung serat (10), harga terjangkau (11), behus kolesterol (12), tidak menyebabkan diare (13), dan membantu kestabilan darah (14). Ka 15 atribut atribut SKD tersebut sangat mempengaruhi di dalam keputusan pembelian terhadap merk SKD favoritnya. Uji anuva menunjukkan beda nyata pada atribut nutrisi lengkap dan seimbang (asymp. Sig -0.018 lehih kecil dari -0.1), harga terjangkan (asymp. Sig 0.054 lebih kecil dari -0.1), mudah dibawa bepergian (asymp. Sig =0.061 lebih kecil dari -0.1), rasa enak (asymp. Sig -0.084 lebih kecil dari u-0.1), alternatif varian rasa ((asymp. Sig -0.094 lebih kecil dari -0.1) Hasil analisis Biplot mensunjoklian SKD dapat dikelompokkan menjadi 4 yaitu: 1) Diabetasol, Tropicana Slim, 3) Nutren, 4) Glucema dan Dinbetamil. Hasil pemetaan persepsi respondes terhadap kesasian atribut menunjukkan Diabetasol dominan sebagai merk SKD yang terkenal dan merupakan merk SKD yang direkomendasikan dokter/saster. Tropicana slim dinilai mudah dihawa bepergian, Nutren dinilai mempunyai banyak pilihan rasa dan bebas kolesterol, sedangkan Glucerna dinilai memiliki mutrisi lengkap dan seimbang dan kandungan mineral yang dapat menurunkan kandungan kadar gula darah. Diabetamil membuat kenyang dan berenergi, pengganti sarapan/makan siang/makan malan Sumber informasi nuo khusus untuk diabetes dan kegunaannya terbanyak dari gabungan beberapa samber informasi seperti dokter/ahli gizi/iklan/keluarga/uman/ exose/seminar (44.1%), iklan TV (17.1%), rekomendani dokter (16.4%), rekomendasi ahli gizi (9.9%), keluarga suudars (4,6%), seminar keselatan (4.6%), iklan majalah (1.3%), brusur (1.39%). Dan 66.4% responden yang mengkonsumsi suau khusus diabetes pola konsumsinya dapat dilihat antara lain sebagai pelengkap setelah makan (24.3%), pengganti makan utama 9.9%, dan pengganti ramilan 9.9%, pengganti susu regaler yang biasa diminum (92%), pengganti makan total yaitu pengganti makanan sama dan camilan (3.3%). Waktu konsumsi suau khusus diabetes yang terbanyak adalah sebagai pengganti makan pagi/sarapan (27.6%), pengganti makan malum (6.6%), pengganti camilan pagi ( 5.3%), mack sore (4,6%), lainnya atau waktu konsumsi tidak tentu (34.2%), dan tidak konsumsi (21.7%) Jumlah persentase tertinggi dari responden yang menderita diabetes dari tingkat pendidikan SMA (30.3%), SMP (24.3%), SD (21.7%), diploma (11.8%), 51 (8.6%), dan di atas S1 (0.7%). Hasil analisis responden yang menderita diabetes terbanyak dari kalangan ibu rumah tangga (31.6%) dan pegawai negeri (25%), Mayoritas responden penderita diabetes mempunyai tingkat pengeluaran kurang dari Rp 1 juta rupiah dan antara 1-2 juta rupiah. Analisis tabulasi silang menunjukkan jenis pekerjaan wiraswasta dan besamya tingkat pengeluaran mempengaruhi alasan tidak konsumsi SKD (Aryутр Sig. 0,086, lebih kecil dari a (0.1). Peselitian ini akan lebih sempurna jika dilakukan penelitian lebih lanjut, karena masih adanya keterbatasan penelitian dalam hal pemilihan lokasi penelitian, yaitu di RS Charitas Palembang, Sub Unit Penyakit Dalam dan di sebinh klinik praktek dokter penyakit dalam di Ambarawa, atas rekomendasi dokter internist, yang keduanya berada di daerah rural, bukan di darah urban. Saran untuk penelitian herikutnya, sebaiknya dilakukan juga penelitian di rumah sakit di kota-kota besar untuk mengetahui preferensi diabetesi terhadap atribut-atribot SKD, sehingga tingkat preferensi terhadap atribut-tribut SKD di daerah rural maupun urban dapat dibandingkan. | |