Show simple item record

dc.contributor.advisorDaryanto, Arief
dc.contributor.advisorSumarwan, Ujang
dc.contributor.authorSuananda, Rhuben
dc.date.accessioned2024-12-05T07:38:50Z
dc.date.available2024-12-05T07:38:50Z
dc.date.issued2006
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160022
dc.description.abstractEra globalisasi menghadirkan berbagai perubahan dan sekaligus tantangan yang perlu diantisipasi sejak dini. Dalam bidang industri dan perdagangan, globalisasi menyebabkan arus keluar masuk produk harang dan jasa antar negara lebih mudah dan cepat sehingga persaingan akan semakin ketat. Persaingan yang ketat dalam rangka merebut dan mempertahankan pasar telah menuntut dunia industri untuk dapat memenuhi standar internasional global. Kompetisi dan tuntutan akan standar internasional menyebabkan masalah keselamatan dan kesehatan kerja (selanjutnya disebut K3) menjadi isu global dan sangat penting. Banyak negara semakin meningkatkan kepeduliannya terhadap masalah K3 yang dikaitkan dengan isu perlindungan tenaga kerja dan hak asasi manusia serta kepedulian terhadap lingkungan hidup, sehingga mau tidak mau industri yang ingin produknya laku di pasar harus memenuhi syarat K3. Proses di dalam industri jelas memerlukan kegiatan tenaga kerja sebagai unsur dominan yang mengelola bahan baku (material), mesin, peralatan dan proses lainnya yang dilakukan di tempat kerja guna menghasilkan suatu produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Penggunaan teknologi di samping memberikan dampak positif, tidak jarang mengakibatkan pengaruh buruk terutama apabila tidak dikelola dengan baik. Berbagai sumber bahaya di tempat kerja baik karena faktor fisik, kimia, biologik, fisiologik, psikososial mesin, peralatan kerja. perilaku, dan kondisi manusia merupakan faktor resiko yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Menurut Departemen Tenaga Kerja tahun 2002 dalam Budiono (2003). terjadinya kecelakaan kerja lebih banyak terjadi disebabkan oleh faktor manusia karena manusia yang paling banyak berperan dalam menggunakan peralatan peralatan yang ada di dalam perusahaan terutama pabrik. Kecelakaan kerja yang tinggi dapat mengakibatkan menurunnya proses produksi karena manusia berperan langsung dalam proses produksi. Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1969 tentang ketentuan pokok mengenai tenaga kerja, bab IV pasal 9 menyatakan bahwa, setiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional Maksud perusahaan memberikan perlindungan kepada karyawannya adalah agar mereka dapat bekerja produktif dengan suasana yang aman dan nyaman serta tetap dapat bertahan di dalam perusahaan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh perusahaan dalam memberikan perlindungan terhadap tenaga kerjanya adalah dengan mengadakan implementasi program K3. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasikan masalah-masalah seperti jumlah karyawan yang semakin bertambah yang diikuti oleh peningkatan jumlah kecelakaan dan penyakit akibat kerja, serta penggunaan teknologi canggih yang memiliki resiko kecelakaan. Dari uraian tersebut muka dapat ditarik suatu perumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: 1) bagaimana persepsi karyawan operasional departemen produksi PT. Tirta Investama Pabrik Subang persepsi karyawan operasional departemen produksi PT. Tirta lisvestama Pabrik terhadap program K3 dan kepuasan kerja? 2) bagaimana hubungan antara program KJ dengan kepuasan kerja? 3) karakteristik responden apakah yang mempengaruhi Subang terhadap program K3 dan kepuasan kerja? Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) menganalisa persepsi karyawan operasional departemen produksi PT Tirta Investama Pabrik Subang terhadap program K3 dan kepuasan kerja. 2) menganalisa hubungan antara program K3 dengan kepuasan kerja. 3) menganalisa persepsi karyawan operasional departemen produksi PT. Tirta Investama Pabrik Subang ditelaah dari karakteristik responden terhadap program K3 dan kepuasan kerja. Untuk mempermudah penelitian ini perlu memandang dan membatasi ruang lingkup penelitian. Penulis membatasi masalah tentang program K3 pada karyawan tetap operasional departemen produksi PT. Tirta Investama Pabrik Subang Adapun alasan untuk memilih karyawan operasional departemen produksi sebagai bahan penelitian karena karyawan pada hagian ini berhubungan langsung dengan proses produksi. Proses produksi memiliki resiko tinggi terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang dapat menimbulkan suasana tidak aman dan kekhawatiran di dalam bekerja. Suasana seperti itu akan berpengaruh pada kepuasan kerja Penelitian ini dilakukan pada karyawan operasional departemen produksi PT. Tirta Investama Pabrik Subang dengan lokasi di Kampung Salam, Desa Darmaga Kecamatan Cisalak Kabupaten Dati II Subang 41283. Waktu penelitian dilaksanakan dari Bulan Juni sampai dengan Hulan Oktober 2005. Data dan informasi yang diperoleh dalam penelitian ini dilakukan melalui data primer (wawancara terstruktur, wawancara tidak terstriktur, kuesioner, observasi) dan data sekunder. Keseluruhan responden yang dijadikan sampel adalah karyawan operasional departemen produksi PT. Tirta Investama Pabrik Subang. Terhadap populasi tersebut dilakukan sampling dengan metoda non probability sampling. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling artinya ditentukan dengan mempertimbangkan tujuan penelitian berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan terlebih dahulu. Agar sampel yang diambil dalam penelitian ini dapat mewakili populasi maka dapat ditentukan jumlah sampel yang dihitung dengan menggunakan rumus Slovin. Dari data kepegawaian diperoleh jumlah karyawan operasional departemen produksi tahun 2004 adalah 188 kepuasan kerja. Pertanyaan dalam kuesioner tersebut terdiri dari 18 pertanyaan karyawan. Dengan menggunakan formula tersebut di atas, maka dari hasil perhitungan diperoleh jumlah responden minimum adalah 65 responden dengan batas ketelitian 10%. Penyebaran kuesioner dilakukan secara langsung maupun melalui pos relevan dengan penelitian mengenai persepsi karyawan terhadap program K3 dan dan faximile. Adapun pokok pertanyaan yang diajukan adalah pertanyaan yang tentang program K3 dan 15 pertanyaan tentang kepuasan kerja. Analisis data yang digunakan adalah uji validitas kuesioner dengan teknik Korelasi Pearson Product Moment, reliabilitas dengan Metode Alpha Cronbach, analisis deskriptif, analisis Korelasi Rank Spearman, analisis regresi berganda, dan uji hipotesa 1 hitung Perhitungan uji validitas, uji reliabilitas, analisis korelasi ini keseluruhannya. menggunakan software SPSS versi 11.0 for Windows, dengan maksud untuk mempermudah perhitungan dan pengolahan data. Setelah mengetahui pelaksanaan program K3 dan kepuasan kerja yang dilakukan oleh PT. Tirta Investama Pabrik Subang berdasarkan evaluasi mean hasil kuesioner, selanjutnya dilakukan pengujian validitas Pearson Product Moment yang dilakukan dengan mengkorelasikan skor tiap butir dengan skor total yang merupakan jumlah skor tiap butir pertanyaan. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel sehingga semua keputusan yang dihasilkan adalah valid. Uji reliabilitas dilakukan dengan metode Alpha Cronbach. Dari perhitungan untuk pertanyaan program K3, diperoleh koefisien korelasi Alpha Crothach (ril) adalah 0,816 sehingga lebih besar dari koefisien korelasi Pearson Product Moment (t tabel) sebesar 0,248. Dari perhitungan untuk pertanyaan kepuasan kerja diperoleh koefisien korelasi Alpha Cronbach (111) sebesar 0,792 lebih besar dari koefisien korelasi Pearson Produk Moment or tabel) sebesar 0,248. Dengan demikian dapat disimpulkan pertanyaan tersebut adalah reliabel, Hasil analisis Korelasi Rank Spearman pada tingkat signifikansi 5% menunjukkan hubungan erat antara program K3 dengan kepuasan kerja karyawan operasional departemen produksi. Hal ini terlihat dari nilai t hitung sebesar 79,075 lebih besar dibandingkan dengan nilai t tabel (1,999). Semakin baik implementasi program K3 di dalam suatu perusahaan, maka akan semakin tinggi pula tingkat kepuasan kerja. Hasil analisis Korelasi Kank Spearman pada tingkat signifikansi 5% juga menunjukkan hubungan erat antara usia, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan, dan lama bekerja dengan program K3, sedangkan jenis kelamin dan status perkawinan tidak menunjukkan hubungan yang erat Analisis regrosi berganda yang dilakukan dalam mengukur persepsi karyawan terhadap kepuasan kerja menghasilkan bahwa 97,1 persen kepuasan kerja dapat dijelaskan oleh program K3, sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor lain. Program K3 memiliki pengaruh nyata dan herkorelasi positif dengan kepuasan kerja. Setiap peningkatan program K3 sebesar satu satuan, maka akan meningkatkan kepuasan kerja sebanyak 0,84 persen. Di samping itu program K3 memiliki sensitifitas sebesar 0,986 persen, menandakan bahwa kepuasan kerja sangat sensitif terhadap perubahan program K3. Adanya perubahan program K3 dalam jumlah kecil akan berpengaruh besar tehadap kepuasan kerja. Hasil penelitian terhadap 65 responden karyawan operasional departemen produksi terhadap program K3 dan kepuasan kerja pada PT. Tiria Investama Pabrik Subang setelah dilakukan analisis deskriptif, unalisis korelasi atau hubungan, dan analisis regresi berganda menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1) hasil penelitian berdasarkan analisis deskriptif menunjukkan bahwa program K3 dan kepuasan kerja yang telah diimplementasikan oleh perusahaan membutuhkan. perbaikan untuk beberapa hal berikut: a) penerangan dan ventilasi di lingkungan perusahaan serta pelayanan sarana kesehatan di poliklinik perusahaan sudah memenuhi syarat sesuai dengan kebutuhan karyawan. b) penyelenggara pendidikan dan penyuluhan K3 telah sesuai dengan kebutuhan karyawan dan dapat dirasakan manfaatnya. c) sistem penggajian yang ada saat ini sudah sesuai jika dihubungkan dengan kepuasan kerja karyawan d) karyawan siap menerima dan beradaptasi terhadap setiap perubahan teknologi yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan. 2) hasil analisis Korelasi Rank Spearman pada tingkat signifikansi 55% menunjukkan hubungan erat antara program K3 dengan kepuasan kerja karyawan operasional departemen produksi. 3) hasil analisis regresi berganda antara jenis kelamin, usia. tingkat pendidikan, status perkawinan, jumlah tanggungan, dan lama kerja terhadap program K3 dan kepuasan kerja diperoleh hasil bahwa usia, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan, dan lama kerja memiliki korelasi positif terhadap program K3 dan kepuasan kerja, sedangkan jenis kelamin dan status perkawinan memiliki korelasi negatif. Beberapa sarun yang dapat dilakukan oleh pihak manajemen untuk meningkatkan pelaksanaan program Ki dan kepuasan kerja adalah sebagai berikut 1) melakukan walkthrough testing khususnya terhadap pertanyaan mengenai program K3 dan kepuasan kerja dengan tingkat persepsi responden masih rendah. Setiap kelemahan yang ada dalam program K3 diperbaiki, sehingga program K3 dapat berjalan lebih efektif dan lebih dapat diandalkan perusahaan untuk mencapai visinya tanpa mengabaikan isu perlindungan tenaga kerja dan hak asasi manusia serta kepedulian terhadap lingkungan hidup yang pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan kerja karyawan. 2) manajemen perusahaan perlu lebih memperhatikan dan mendukung setiap aktivitas implementasi program K3 yang berlangsing di dalam perusahaan, mengingat tingginya korelasi antara program K3 dengan kepuasan kerja Pada saat implementasi program K3 di dalam perusahaan semakin baik, maka akan semakin tinggi pula kepuasan kerja. 3) manajemen perusahaan disarankan untuk memberikan pengenalan dan pelatihan akan pentingnya program K3 yang jauh lebih mudah dipahami oleh karyawan operasional departemen produksi guna meningkatkan keberhasilan implementasi program K3 di masa yang akan datang. Untuk studi selanjutnya disarankan menggunakan model SEM (Structural Equation Model).
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Sumber Daya Manusiaid
dc.titleAnalisis Persepsi Karyawan Operasional Departemen Produksi Terhadap Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Kepuasan Kerja Pt Tirta Investama Pabrik Subangid
dc.subject.keywordProgram K3id
dc.subject.keywordKepuasan Kerjaid
dc.subject.keywordPt. Tirta Investama Pabrik Subangid
dc.subject.keywordPersepsi Karyawanid
dc.subject.keywordDepartemen Produksiid
dc.subject.keywordPearson Product Momentid
dc.subject.keywordAlpha Cronbachid
dc.subject.keywordAnalisis Deskriptifid
dc.subject.keywordRank Spearmanid
dc.subject.keywordRegresi Bergandaid
dc.subject.keywordUji Hipotesa T Hitungid
dc.subject.keywordProgram K3id
dc.subject.keywordKepuasan Kerjaid
dc.subject.keywordPT. Tirta Investama Pabrik Subang, Persepsi Karyawanid
dc.subject.keywordDepartemen Produkesiid
dc.subject.keywordPearson Product Mamentid
dc.subject.keywordAlpha Cronbachid
dc.subject.keywordAnalisis Deskriptifid
dc.subject.keywordRank Spearmanid
dc.subject.keywordRegresi Berganda. Uji Hipotesat Hitsungid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record