Pengembangan Rancangan dan Pengukuran Kinerja Perusahaan Dengan Pendekatan Balanced Scorecard (Studi Kasus Di Pt. Natra Raya)
View/ Open
Date
2006Author
Wahyunawati, Sri
Ma'Arif, Syamsul
Nurmalina, Rita
Metadata
Show full item recordAbstract
Upaya peningkatan perekonomian Indonesia yang didukung oleh pembangunan infrastruktur melalui prasarana dan sarana fisik memerlukan fasilitas penunjang yang dapat mempermudah dan mempercepat kegiatan tersebut, salah satunya adalah alat berat. Situasi perekonomian Indonesia yang sedang berada pada tahap pemulihan setelah terjadinya krisis moneter ternyata tidak mempengaruhi tingkat penjualan alat berat di Indonesia Sejak tahun 2000 perkembangan industri dibidang alat berat terus mengalami peningkatan.
Sebagai produk yang memiliki permintaan yang terbatas, alat berat menghadapi tantangan yang besar dalam merebut dan mempertahankan pasar. Alat berat adalah produk yang memiliki pasar terbatas di bidang konstruksi, kehutanan, pertanian dan pertambangan dengan harga jual yang relatif mahal. Meskipun jumlah pelaku di industri ini tidak banyak, namun tingkat persaingan yang terjadi cukup tinggi. Dengan pasar terbatas serta persaingan yang cukup ketat, para pelaku di industri ini haruslah mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggannya disamping terus berupaya meningkatkan kinerja internal perusahaan agar tetap eksis.
Tahun 2005 Caterpillar jenis Excavator buatan PT. Natra Raya berhasil meningkatkan market sharenya dari 26,4% tahun 2004 menjadi 27,8%. Peningkatan market share produk selain didukung oleh sistem pemasaran yang handal juga sangat dipengaruhi oleh kualitas produk yang terus ditingkatkan oleh perusahaan. Meskipun demikian kekuatan tawar pembeli yang semakin tinggi memaksa perusahaan untuk memberikan harga jual yang kompetitif bahkan cenderung turun dari tahun ke tahun. Disisi lain kenaikan harga bahan bakar minyak yang diikuti dengan kenaikan harga bahan baku, biaya transfortasi maupun upah tenaga kerja membuat perusahaan justru harus mengeluarkan biaya yang lebih besar dalam proses produksinya. Untuk menyikapi hal tersebut PT. Natra Raya berupaya untuk memperbaiki kinerja internalnya agar menjadi perusahaan yang makin efisien melalui program peningkatan kualitas yang disebut dengan Six Sigma.
Program perbaikan kualitas Six Sigma ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan keuntungan atau pengurangan biaya yang keberhasilannya dapat langsung terlihat dari sisi finansial. Namun demikian pihak manajemen menyadari dan memandang penting perlunya diadakan suatu sistem pengukuran kinerja yang mampu mengukur kinerja intangible asset..dst
Collections
- MT - Business [4109]

