Analisis Segmentasi dan Preferensi Konsumen Terhadap Kawasan Wisata Kebun Raya Bogor dan Implikasinya Bagi Strategi Pemasaran
Abstract
Sektor pariwisata merupakan industri penting dan terbesar. Hal tersebut disebabkan negara-negara industri mulai mereposisikan ekonominya dari brand- based economy, yaitu perekonomian manufaktur yang berbasiskan produk-produk bermerek menjadi experience economy, yaitu perekonomian yang berbasiskan kepada kesan yang dirasakan oleh konsumen, yang berkembang dengan pesat adalah wisata alam. Bentuk wisata ini semakin berkembang seiring dengan bergesernya pemahaman masyarakat mengenai kelestarian lingkungan.
Sampai dengan tahun 2000 investasi industri pariwisata di Indonesia hanya sebesar 5,24 persen dari total investasi nasional tetapi dapat memberikan kontribusi sebesar Rp. 238,6 triliun atau 9, 27 persen terhadap produk nasional dan kontribusi pariwisata mencapai 9,38 persen (Rp. 128,31 triliun) dari total PDB Indonesia sebesar Rp. 1.368 triliun. Sementara itu peranan dalam penyediaan lapangan kerja mencapai 7, 36 juta orang atau 8,11 persen dari total lapangan kerja nasional sebesar 89,8 juta orang. Walaupun demikian kunjungan wisatawan manca negara ke Indonesia masih berada dibawah negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia dan Thailand. Sampai dengan tahun 2001 wisatawan manca negara yang mengunjungi Malaysia sebanyak 12,78 juta wisatawan sedangkan Thailand mampu mendatangkan 10,06 juta wisatawan berbeda jauh dengan Indonesia yang hanya mampu mendatangkan 5,15 juta wisatawan.
Peran utama Kebun Raya Bogor adalah melestarikan, mendayagunakan dan mengembangkan potensi tumbuhan melalui kegiatan konservasi, penelitian, pendidikan, rekreasi serta peningkatan apresiasi masyarakat terhadap kebun raya. Salah satu peranan dari Kebun Raya Bogor adalah sebagai kawasan wisata bagi masyarakat. Dengan adanya peranan ini maka perlu diketahui permasalahan manajemen yang ada terkait dengan penurunan jumlah pengunjung. Dalam kurun waktu 2002-2004 jumlah total pengunjung KRB terus mengalami penurunan yang cukup signifikan dari 1.268.728 penunjung pada tahun 2002 menjadi 942.338 pada tahun 2004. Penurunan jumlah pengunjung ini perlu diberikan sebuah penanganan yang tepat untuk mengatasinya..dst
Collections
- MF - Business [4185]

