Analisis Perencanaan dan Pengembangan Karir Pegawai Bagian Administrasi dan Keuangan Rs. Pmi Bogor Dalam Rangka Pengembangan Sumberdaya Manusia
View/ Open
Date
2005Author
Renggani, Ajeng Galuh
Ma'Arif, Syamsul M.
Moelyadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Peningkatan potensi sumber daya manusia dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah melalui perencanaan dan pengembangan karir. Karir merupakan bagian dari perjalanan dan tujuan hidup seseorang. Karir dianggap sebagai hal yang paling berharga bagi sumber daya manusia, sepanjang menyangkut pekerjaan, sehingga memerlukan perhatian khusus oleh organisasi (perusahaan). Ketidakjelasan jenjang karir akan mengakibatkan dampak yang tidak baik bagi organsasi, sebab hal ini dapat menurunkan motivasi pegawai yang pada akhirnya memiliki dampak terhadap produktivitas kerja. Upaya perencanaan dan pengembangan karir pegawai dapat dilakukan dengan berdasarkan kepada berbagai pertimbangan tertentu. Beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan dalam hal ini antara lain adalah persyaratan-persyaratan yang dijadikan dasar dalam perencanaan dan pengembangan karir pegawai di lingkungan RS PMI Bogor.
Beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, adalah: 1) Memberi gambaran mengenai kondisi perencanaan dan pengembangan karir pegawai yang terdapat di lingkungan RS PMI Bogor bagian administrasi dan keuangan sebagai gambaran kondisi RS PMI Bogor šečara keseluruhan, 2) Mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perencanaan dan pengembangan karir pegawai RS PMI Bogor, 3) Menyusun rekomendasi upaya-upaya yang berkaitan dengan perbaikan sistem perencanaan dan pengembangan karir pegawai di lingkungan RS PMI Bogor.
Perencanaan dan pengembangan karir diperlukan agar sistem karir pegawai jelas dan pasti sehingga dapat memacu kinerja, meningkatkan sikap dan semangat yang diembannya. Dari fenomena yang terjadi khususnya dalam konteks RS PMI Bogor menunjukkan bahwa belum jelasnya sistem perencanaan dan pengembangan karir yang ditunjukkan oleh belum dilaksanakannya prinsip pembinaan pegawai, yaitu pembinaan karir, peningkatan kemampuan, dan kebutuhan organisasi, pengangkatan pegawai belum mampu menghasilkan pegawai yang tepat, khususnya secara kualitas, pemindahan dalam jabatan belum dapat menciptakan adanya korelasi atau hubungan dengan promosi.
Penelitian ini dilaksanakan di RS Palang Merah Indonesia (PMI) Bogor yang beralamat di Jl. Pajajaran No. 80 Kecamatan Bogor Tengah, Bogor. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa perusahaan sedang melaksanakan program pengembangan SDM dan bersedia untuk memberikan data yang diperlukan. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan April-Mei 2005. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pola pendekatan studi kasus, serta bertujuan untuk menggambarkan kondisi dan hubungan antara pelaksanaan perencanaan karir, pengembangan karir, dan manajemen karir di RS PMI Bogor. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Data primer diperoleh melalui beberapa cara. Responden ditentukan secara sensus (seluruh populasi), yaitu semua tenaga non medik RS PMI Bogor yang berada dibawah bagian administrasi dan keuangan, yang berjumlah 75 orang. Analisis Uji Tanda digunakan bertujuan untuk mengetahui kondisi variabel yang sedang diteliti. Apakah kondisi variabel perencanaan dan pengembangan karir baik secara individu, organisasi, maupun manajemen karir memiliki perbedaan yang nyata atau tidak ada beda pada taraf tertentu. Setelah diketahui kondisi masing-masing variabel, kemudian hubungan antar peubah (variabel) dianalisis dengan menggunakan Uj Korelasi (Rank Spearman). Penggunaan alat analisis ini sekaligus untuk menjawab pertanyaan penelitian yaitu menganalisis faktor-faktor yang memiliki hubungan dengan perencanaan karir, pengembangan karir dan
manajemen karir. Kondisi perencanaan dan pengembangan karir individual pegawai bagian administrasi dan keuangan di RS PMI Bogor berdasarkan analisis data responden, berada dalam kondisi yang Efektif. Hasil ini dapat diketahui dari hasil Uji Tanda yang dilakukan dengan menggunakan median tes 45,5, dimana Asymtote Sign (taraf signifikansi hasil perhitungan) yang dihasilkan adalah lebih besar dari 5% (0,05), yakni sebesar 1,000 dan Zung yang lebih kecil dari 1,64485 (Z506). Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa perencanaan dan pengembangan karir individual yang dilakukan oleh pegawai bagian administrasi dan keuangan RS PMI Bogor selama ini telah berjalan efektif. Dari hasil analisis Uji Tanda yang dilakukan terhadap jawaban kuesioner para responden, dengan menggunakan median tes 31,5 diperoleh hasil bahwa kondisi eksisting perencanaan dan pengembangan karir organisasional di bagian administrasi dan keuangan RS PMI Bogor berada dalam kondisi tidak efektif yang disimpulkan dari analisis data yang menghasilkan Asymtote Significance sebesar 0,0322
Deri tabel hasil Uji Korelasi Rank Spearman dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara faktor-faktor perencanaan dan pengembangan kan. Korelasi antara faktor perencanaan dan pengembangan kanir individual dan faktor perencanaan dan pengembangan karir organisasional adalah sangat signifikan, ditunjukkan angka probabilitas yang lebih kecil dari 0.05 yatu 0.000 dengan koefisien korelasi sebesar 0.445. Demikian hainya dengan taktor perencanaan dan pengembangan karir individual dengan faktor manajemen kan terdapat hubungan yang sangat signifikan dengan angka probabilitas 0.000 dan koefisien korelasi 0.407. Hal yang sama juga terjadi antara faktor perencanaan dan pengembangan karir organisasional dengan faktor manajemen karir yang memiliki hubungan yang sangat signifikan, yang memiliki angka probabilitars 0.000 dan koefisien korelasi sebesar 0.621. Dilihat dari keterkaitan antar fakior dan sub faklu, kissimpulan yang
didapat adalah di antara ketiga faktor, yaitu faktor perencanaan dan pengembangan karir individual, perencanaan dan pengembangan karir organisasional, dan manajemen karir terdapat hubungan yang signifikan antara satu faktor dengan faktor yang lainnya. Ini menunjukkan bahwa ketiga faktor saling berkaitan dan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Sedangkan jika dilihat dari keterkaitan antara sub faktor pada masing-masing faktor, didapat hasil bahwa hampir seluruh sub faktor perencanaan dan pengembangan karir individual, perencanaan dan pengembangan kai organisasional dan manajemen karir memiliki keterkaitan antara satu sub faktor dengan sub faktor yang lain. Artinya tidak ada satupun sub faktor yang tidak terkait dengan sub faktor-sub faktor yang lain. Yang membedakan hanya koefisien korelasi dan banyaknya sub faktor yang memiliki keterkaitan.
Beberapa rekomendasi yang mungkin dapat dipertimbangkan dalam usaha perbaikan sistem perencanaan dan pengembangan karir pegawai antara lain perlu disusun Pedoman Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Struktural yang memuat persyaratan kompetensi minimal yang harus dimiliki soorong pegawai RS PMI Bogor delam pelaksanaan tugas jabatan struktural. PMI Bogor pertu mendayagunakan unit Sistem Informasi Rumah Sakit yang dimiliki menjadi Pusat Informasi Karir (Center of Career Information) di lingkungan RS PMI Bogor yang memberikan informasi mengenai karir secara menyeluruh dan transparan bagi seluruh pegawai, diantaranya Job posting, Skill inventory, Career path, Career Resources Center (CRC). Memasukkan Diklat, baik yang dilaksanakan di lingkungan internal RS PMI Bogor, Instansi pemerintah maupun swasta sebagai salah satu pertimbangan dalam perencanaan dan pengembangan karir pegawai di lingkungan RS PMI Angor khususnya bagian administrasi dan keuangan. Selain itu perlu dibentuk Pusat Informasi Diklat (Center of Trainning Information) yang memberikan informasi mengenai Diklat secara jelas dan transparan kepada seluruh pegawai. Menyusun jenjang (pola) karir yang baku, sistematis dan transparan, khususnya untuk pegawai RS PMI Bogor bagian administrasi dan keuangan, dengan perencanaan, pengembangan dan sistematika yang jelas. Menyertakan aspek-aspek seperti penyesuaian ijasah, dan penilaian kinerja (DP3) RS PMI Bogor sebaiknya lebih konsisten dan sungguh-sungguh dalam pelaksanaan rekrutmen, mutasi, dan promosi jabatan dengan memperjelas dan mensosialisasikan ketentuan-ketentuan yang berlaku kepada seluruh pegawai secara adil dan merata.
Collections
- MT - Business [4056]
