Show simple item record

dc.contributor.advisorSyah, Hamdani M.
dc.contributor.advisorHarianto
dc.contributor.authorNurmawati, Briana Sari
dc.date.accessioned2024-12-05T07:02:54Z
dc.date.available2024-12-05T07:02:54Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159896
dc.description.abstractSetiap perusahaan, baik yang bergerak di bidang jasa, produksi, manufacturing maupun perdagangan bertujuan untuk memperoleh labu yang maksimal melalui penggunaan sumber daya yang ekonomis secara efektif dan efisien. Salah satu keputusan manajerial yang penting mengenai efisiensi ini adalah yang menyangkut penggunaan metode harga pokok produksi (HPP). Ada beberapa metede untuk menentukan HPP, yaitu dengan metode konvensional haik dengan full costing maupun dengan variable costing dimana kedua metode ini tidak menggambarkan penentuan harga pokok produksi yang akurat, sehingga dapat berdampak pada penetapan harga jual yang tidak kompetitif. Selain kedua metode tersebut, métode lainnya adalah metode Activity-Based Costing Activity Rased Costing pada dasarnya merupakan metode penentuan harga pokok produk yang ditujukan untuk menyajikan informasi harga pokok produk secara cermat dan akurat bagi kepentingan manajemen, dengan mengukur secara cermat konsumsi sumber daya dalam setiap aktivitas yang digunakan untuk menghasilkan produk, karena pada dasarnya biaya terjadi bukan semata-thata karena produksi atau menghasilkan sesuatu, melainkan karena adanya kegiatan atau aktivitas. PT. Alam Indah Bunga Nusantara (PT AIBN) sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang florikultura juga perlu memperhatikan hal di atas karena semakin ketatnya persaingan dalam industri florikultura. PT. Alam Indah Bunga Nusantara saat ini diketahui memproduksi lebih dari satu jenis produk florikultura antara lain bunga potong, bunga pot, dan daun potong yang mana proses produksi masing-masing produk tersebut berbeda. Dengan demikian biaya overhead terhadap masing-masing produk diduga tidak dapat dibebankan secara proporsional terhadap volume masing-masing produk karena aktivitas yang dikonsumsi oleh masing-masing produk tersebut berbeda sehingga akan berdampak pada penetapan harga jual, Untuk itu perusahaan harus mengevaluasi kembali mengenai penetapan harga jualnya yang mana penetapan harga jual ini ditentukan oleh ketepatan perhitungan harga pokok produknya. Biaya yang dianggarkan dengan menggunakan metode Activity-Based Costing diharapkan skan mendekati biaya aktual daripada dengan sistem konvensional/tradisional Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi aktivitas-aktivitas yang terjadi dalam proses produksi masing-masing produk dan menentukan besarnya konsumsi aktivitas masing-masing produk tersebut (2) Menentukan harga pokok produksi (HPP) setiap jenis produk produk berdasarkan aktivitas kemudian membandingkannya dengan hasil perhitungan HPP setiap jenis produk yang dihasilkan oleh perusahaan (3) Mengidentifikasi aktivitas-aktivitas penambah nilai (value added activity) maupun aktivitas-aktivitas bukan penambah nilai (non value added activity) dalam rangka pengelolaan aktivitas untuk mencapai efisiensi....dst
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titlePenerapan Metode Activity Based Costing Untuk Penetapan Harga Pokok Produksi dan Pencapaian Efisiensi Biaya Pada Pt Alam Indah Bunga Nusantaraid
dc.subject.keywordBungaid
dc.subject.keywordBiaya Overheadid
dc.subject.keywordActivity Based Costingid
dc.subject.keywordHarga Pokok Produksiid
dc.subject.keywordBunga, PT Alam Indah Bunga Nusantara, Manajemen Finansial, Biaya Overhead, Activity-Based Costing, Harga Pokok Produksi.id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record