Show simple item record

dc.contributor.advisorSuharjo, Budi
dc.contributor.advisorKirbrandoko
dc.contributor.authorTelambanua, Yupiter Daniel
dc.date.accessioned2024-12-05T07:00:52Z
dc.date.available2024-12-05T07:00:52Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159887
dc.description.abstractSabun mandi merupakan produk yang telah menjadi kebutuhan primer dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia, maka pasar untuk produk ini juga akan terus bertambah. Dalam industri sabun mandi dikenal ada dua bentuk yaitu sabun mandi padat dan sabun mandi cair. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh PT. Corinthian Infopharma Corpora pada tahun 2003, menunjukkan bahwa rata-rata pertumbuhan permintaan akan produk sabun mandi cair dalam periode 1996 hingga 2002 yaitu sebesar 16,6 persen, sedangkan untuk produk sabun mandi padat yaitu sebesar 4,58 persen. Demikian juga dengan produksi sabun mandi cair yang terus meningkat mencapai 16,09 persen per tahun dan 8,34 persen per tahun untuk produksi sabun mandi padat. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada kecenderungan konsumen lebih memilih sabun mandi cair dibanding sabun mandi padat. Dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 210 juta jiwa dan pertumbuhan penduduk yang mencapai 1,35 persen per tahun, maka diprediksi dalam lima tahun mendatang penggunaan produk sabun mandi akan terus meningkat yakni sebesar lima persen per tahun. Dengan kondisi saat ini di mana produk sabun mandi cair yang beredar di pasaran sangat beragam, menyebabkan konsumen harus memilih produk seperti apa yang memang disukainya. Oleh karena itu, dengan mengetahui perilaku dari konsumen mengenai produk sabun mandi cair, maka perusahaan dapat meningkatkan pangsa pasarnya melalui retensi dan akusisi Didasari oleh hal tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku konsumen terhadap atribut produk sabun mandi cair, bagaimana segmentasi konsumen produk sabun mandi, baik sabun mandi cair maupun sabun mandi padat, bagaimana positioning produk sabun mandi cair berdasarkan persepsi konsumen dan bagaimana sensitifitas konsumen terhadap harga produk sabun mandi cair. Dari penelitian ini diharapkan akan diperoleh informasi strategis mengenai usaha-usaha pemasaran melalui perilaku konsumen terhadap produk sabun mandi cair. Penelitian ini dilakukan di Kota Bogor melalui studi kasus. Waktu penelitian dilaksanakan dari bulan Februari hingga Maret 2005. Penelitan ini menggunakan pendekatan riset deskriptif. Data dan informasi dikumpulkan melalui metode survei dengan menggunakan kuesioner. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Pada penelitian ini, sampel diambil dan penghuni perumahan di kota Bogor sebanyak 120 orang yang dipilih secara acak. Teknik analisis yang digunakan adalah (1) Analisis deskriptif, untuk mengetahui secara umum pola-pola dari jawaban yang diberikan responden dengan cara mentabulasikan data yang diperoleh...dst
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Pemasaranid
dc.titleAnalisis Perilaku Konsumen Terhadap Produk Sabun Mandi Cairid
dc.subject.keywordSabun Mandi Cairid
dc.subject.keywordPerilaku Konsumenid
dc.subject.keywordAnalisis Chaidid
dc.subject.keywordAnalisis Thurstoneid
dc.subject.keywordAnalisis Korespondensiid
dc.subject.keywordAnalisis Sensitivitas Hargaid
dc.subject.keywordPrice Sensitivity Meterid
dc.subject.keywordSabun Mandi Cair, Perilaku Konsumen, Analisis CHAID, Analisis Thurstone, Analisis Korespondensi, Analisis Sensitivitas Harga, Price Sensitivity Meter.id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record