Show simple item record

dc.contributor.advisorGumbira-Sa'Id, E
dc.contributor.advisorFahmi, Idqan
dc.contributor.authorDewi, Galuh Chandra
dc.date.accessioned2024-12-05T06:58:38Z
dc.date.available2024-12-05T06:58:38Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159877
dc.description.abstractSebagai penghasil padi terbesar kedua di Indonesia, Jawa Barat mampu berproduksi melebihi kebutuhan konsumsi penduduk regionalnya. sehingga berpotensi mendistribusikan kelebihan berasnya menuju wilayah- wilayah yang mengalami kekurangan persediaan beras. Akan tetapi, sebagai badan logisitik milik pemerintah yang harus mulai beroperasi secara komersial, Bulog dihadapkan pada beberapa kondisi pengelolaan rantai pasokan beras. Untuk menjalankan bisnis secara komersial, Bulog Divisi Regional Jawa Barat harus mempertimbangkan keberlanjutan pasokannya secara lokal nasional, karena peningkatan konsumsi beras di wilayah tersebut tidak diimbangi dengan pemanfaatan lahan produksinya. Oleh karena itu. diperlukan kajian mengenai rantai pasokan beras Bulog, terutama dalam menjaga keberlanjutan pemenuhan kebutuhan beras melalui produksi lokal Penelitian dengan pendekatan studi kasus dilakukan untuk menggambarkan rantai pasokan beras Perum Bulog, dari lokasi yang mengalami kelebihan pasokan (produksi) ke lokasi yang kekurangan pasokan (konsumsi) di Jawa Barat dan sekitarnya. Data primer diambil melalui diskusi (brainstorming) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keunggulan kompetitif manajemen rantai pasokan beras Perum Bulog. Data sekunder diambil untuk melakukan perhitungan marjin pemasaran, pendugaan volume pasokan dan permintaan beras, selisih produksi-konsumsi, serta penentuan model transportasi beras Bulog menerima gabah kering giling dan beras dari mitra kerjanya. Penggilingan beras dilakukan oleh mitra giling. Beras tersebut didistribusikan untuk golongan anggaran (TNI. 1.77%, POLRI, 0.02%; Departemen Kehakiman, 0.29%; Departemen Sosial, 0.03%; dan Karyawan Divre Jawa Barat 0.07%); serta untuk non golongan anggaran (Operasi Pasar Murni, 1.55%; Probis Bulog, 0.14%; dan untuk membantu korban bencana alam, 0.77%). Bulog menyalurkan gabah kering giling pada mitra-mitra gilingnya (41.06%), selain juga mendistribusikan beras dari subdivre-subdivne yang mengalami surplus persediaan beras ke subdivre-subdivre yang mengalami defisit persediaan beras (move-out regional) (6.98%), serta dan Divisi Regional Jawa Barat ke Divisi Regional DKI Jakarta (13.20%). Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja Bulog dibedakan menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi keunggulan nilai dan faktor-faktor yang mempengaruhi keunggulan produktivitas. Faktor-faktor yang mempengaruhi keunggulan nilai terdiri dari mutu gabah, mutu beras, perawatan mutu, serta teknologi pengolahan dan pasca panen. Faktor-faktor yang mempengaruhi keunggulan produktivitas terdiri dari aspek-aspek produksi di lini on-farm (ketersediaan bibit unggul, kesesuaian lahan, pemupukan, penggunaan pestisida, mekanisasi pertanian, kondisi lingkungan, pengelolaan lahan dan sistem irigasi, sumberdaya manusia, serta riset dan pengembangan), persediaan, transportasi, tingkat kerusakan, biaya operasional pengadaan, serta kemitraan....dst
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Produksi Operasiid
dc.titleAnalisis Kinerja Manajemen Rantai Pasokan Beras: Studi Kasus Di Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Jawa Baratid
dc.subject.keywordGabah/ Berasid
dc.subject.keywordBulog Divisi Regionalid
dc.subject.keywordManajemen Rantai Pasokanid
dc.subject.keywordRantai Distribusiid
dc.subject.keywordKeunggulan Kompetitifid
dc.subject.keywordDiagram Ishikawaid
dc.subject.keywordDekomposisiid
dc.subject.keywordTrend Linierid
dc.subject.keywordMode Transportasiid
dc.subject.keywordGabah/Beras, Bulog Divisi Regional, Manajemen Rantai Pasokan, Rantai Distribusi, Keunggulan Kompetitif, Diagram Ishikawa, Dekomposisi, Trend Linier, Model Transportasiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record