Analisis Penyaluran Dana Hasil Emisi Obligasi dan Dampak Terhadap Kinerja Keuangan Bpd Jawa Timur
Abstract
Peranan perbankan sangat penting dalam membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi sebesar lima sampai enam persen per tahun hanya terlaksana apabila didukung oleh pertumbuhan kredit perbankan sebesar 22 persen setiap tahunnya. Namun, pertumbuhan kredit maksimum yang terjadi saat ini hanya sebesar 16 persen, karena potensi permodalan perbankan yang belum memadai. Oleh karena itu, perbankan harus meningkatkan permodalannya agar dapat memberikan kapasitas kredit yang lebih besar. Salah satu cara yang semakin sering ditempuh oleh perbankan, termasuk BPD Jatim, dalam meningkatkan permodalannya adalah dengan cara melakukan emisi obligasi. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menganalisis penyaluran dana hasil emisi obligasi oleh BPD Jatim; (2) menganalisis penyisihan dana (sinking fund) untuk pelunasan nilai nominal obligasi; serta (3) menganalisis proyeksi kinerja keuangan BPD Jatim dengan adanya emisi obligasi. Penelitian dilakukan di PT. Trimegah Securities Tbk., yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi.
Metode yang digunakan berupa penelitian deskriptif, dengan studi kasus dilakukan terhadap Obligasi III BPD Jatim yang diterbitkan pada tanggal 14 Juli 2003, dan jatuh tempo pada tanggal 11 Juli 2008. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Data primer yang digunakan meliputi biaya-biaya emisi obligasi dan asumsi-asumsi yang diperlukan dalam penyusunan proyeksi keuangan BPD Jatim tahun 2005-2008, sedangkan data sekunder yang digunakan adalah laporan keuangan perusahaan (BPD Jatim) tahun 1998-2004. Teknik pengolahan dan analisis data yang dilakukan meliputi perhitungan biaya emisi obligasi; analisis penyaluran kredit; perhitungan sinking funds, biaya dana; serta proyeksi keuangan, yang meliputi proyeksi neraca, laporan laba rugi dan rasio- rasio keuangan.
Kinerja keuangan BPD Jatim sebelum emisi obligasi, terutama tahun 2002 telah mendapatkan predikat yang sehat dari Bank Indonesia, dengan nilai rasio CAR, NPL, NIM, ROA, masing masing sebesar 13,44 persen, 1,21 persen, 3,56 persen dan 9,23 persen. Meskipun demikian, kredit yang disalurkan oleh BPD Jatim masih termasuk rendah. Hal tersebut ditunjukkan oleh nilai LDR yang baru mencapai 39,97 persen dibandingkan rasio LDR ideal dari Bank Indonesia sebesar 70-80 persen. Oleh karena itu, dana hasil emisi obligasi digunakan seluruhnya untuk ekspansi kredit, yaitu kredit pegawai.
Obligasi III BPD Jatim bernilai nominal Rp. 400 miliar, dengan tingkat kupon sebesar 13,45 persen per tahun dan jangka waktu selama lima tahun. Total biaya emisi obligasi BPD Jatim sebesar Rp. 13,185 miliar. Sampai dengan akhir tahun 2008, hasil pendapatan bunga kredit dari hasil penyaluran dana obligasi berjumlah Rp. 353,71 miliar. Dilain pihak, sinking funds telah terkumpul sejumlah nilai nominal obligasi, sehingga BPD Jatim diproyeksikan dapat membayar...dst
Collections
- MT - Business [4057]
