| dc.contributor.advisor | Daryanto, Arief | |
| dc.contributor.advisor | Saptono, Imam Teguh | |
| dc.contributor.author | Tunggul, Panji Bharata Tjahjo | |
| dc.date.accessioned | 2024-12-05T06:51:47Z | |
| dc.date.available | 2024-12-05T06:51:47Z | |
| dc.date.issued | 2005 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159856 | |
| dc.description.abstract | Peluang untuk pengembangan usaha agribisnis kelapa sawit di Indonesia masih cukup terbuka luas hampir di semua subsistem baik pada subsistem agribisnis hulu, on farm maupun hilir, baik karena ketersediaan sumber daya alamiahan, tenaga kerja, teknologi maupun tenaga ahli. Dengan posisi sebagian produsen terbesar kedua saat ini dan sedang menuju produsen utama di dunia (diharapkan dalam dekade ini), Indonesia perlu merespon peluang ke depan dengan lebih baik, mulai dari perencanaan sampai dengan menjaga agar tetap bertahan pada posisi sebagai lead country. Tugas ini tentu sangat berat, dan untuk itu perlu strategi dan kebijakan yang tepat dalam pengembangan industri sawit Indonesia. Pemberdayaan di hulu dan memperkuat di hilir sebagai pilihan strategi dalam penanganan agribisnis perkelapa sawitan Indonesia dirasa cukup tepat, namun masalahnya adalah bagaimana strategi tersebut dapat diimplementasikan secara efektif.
PT. Sarana Agro Nusantara adalah salah satu anak perusahaan dari PT. Perkebunan Nusantara III yang memiliki core business di bidang jasa tangki timbun dan pemompaan minyak sawit (storage tank and pumping station of palm oil) yang masuk di dalam bidang Liquid Cargo. Sementara kegiatan bisnis lain diantaranya dalam bidang Dry Cargo termasuk di dalamnya adalah handling dan penyimpanan serta handling tanpa penyimpanan. Sejarah pembentukan perusahaan diawali pada tahun 1920 dengan dua perusahaan yaitu bemama NV. Deli Haven Bedrijf (NV. DHB) dan pada tahun 1927 dengan nama NV. Deli Tank Bedrijf (NV. DTB) yaitu perusahaan Belanda yang bergerak di bidang perkebunan. Kemudian berturut-turut mengalami beberapa kali perubahan dan penggabungan hingga yang terakhir pada tahun 2001 dimana PT. Delitama Indonesia berubah menjadi PT Sarana Agro Nusantara (Unit Belawan) setelah melakukan merger dengan PT. Sarana Sawitindo Utama (Unit Dumai) dengan pemegang saham tunggal PT. Perkebunan Nusantara III.
Semakin dinamisnya iklim bisnis membuat PT. Sarana Agro Nusantara mencoba untuk melakukan reorientasi strategi dan analisa kinerja yang lebih mendalam. Evaluasi kinerja yang selama ini dilakukan semata-mata dilihat dari sisi finansial, operasional dan administrasi. Mengingat balanced scorecard (BSC) adalah metode yang mampu mengukur keadaan perusahaan dalam jangka pendek maupun jangka panjang serta mengukur ketepatan arah perusahaan dengan melihat kinerja perusahaan secara menyeluruh baik dari perspektif financial (keuangan), customer (pelanggan), internal business process (proses bisnis internal) dan learning and growth (pelatihan dan pengembangan), maka pihak...dst | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Manajemen Strategi | id |
| dc.title | Analisis Kinerja Manajemen Perusahaan Dengan Kerangka Balanced Scorecard (Study Kasus Di Pt.Sarana Agro Nusantara) | id |
| dc.subject.keyword | Jasa Tangki Timbun Minyak Sawit | id |
| dc.subject.keyword | Pt.Sarana Agro Nusantara | id |
| dc.subject.keyword | Manajemen Strategi Kinerja Mjm Perusahaan | id |
| dc.subject.keyword | Balanced Scorecar | id |
| dc.subject.keyword | Study Kasus. | id |
| dc.subject.keyword | Jasa Tangki Timbun Minyak Sawit, PT. Sarana Agro Nusantara, Manajemen Strategik, Kinerja Manajemen Perusahaan, Balanced Scorecard, Studi Kasus. | id |