| dc.description.abstract | Industri farmasi dan kosmetik merupakan salah satu jenis industri manufaktur yang terdiri dari beberapa sub-sistem, diantaranya produksi sub-sistem produksi. Perubahan yang terjadi pada sub-sistem lain di luar sub-sistem produksi, akan berpengaruh terhadap sub-sistem produksi. Salah satu perubahannya adalah kondisi pasar global. Pasar global berimplikasi terjadinya persaingan ketat antara produk-produk hasil industri lokal dengan produk-produk impor. Pasar global juga memberikan implikasi terhadap transfer teknologi, kelestarian lingkungan, dan sosio-politik masyarakat. Industri farmasi dan kosmetik juga merasakan implikasi paser global tersebut.
Daya saing menjadi kata kunci dan isu strategis untuk industri secara umum. Peningkatan daya saing merupakan syarat keharusan agar industri mampu bersaing pada pasar khususnya pasar global. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Tim Majalah SWA (2002), terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi persaingan di dalam dunia bisnis. Tingkat kepentingan faktor-faktor tersebut dari yang tertinggi adalah kondisi keamanan, kebijakan pemerintah dan pelaksanaan AFTA, stabilitas sosial-politik, otonomi daerah, hukum, globalisasi, perkembangan teknologi dan informasi, ancaman perang, resesi ekonomi dunia, kemiskinan, kesehatan dan lingkungan hidup. Sebagai langkah untuk mengantisipasi ancaman yang muncul akibat isu-isu di atas, para pebisnis harus melakukan beberapa strategi meningkatkan efisiensi perusahaan, meningkatkan
kemampuan berinovasi, reposisi produk, ekspansi usaha dan penetapan fokus bisfis, Peningkatan efektifitas dan efisiensi unit bisnis produksi sabun di PT. Yupharin
Pharmaceuticals, dengan pola permintaan yang berfluktuasi, pertama tama adalah bagaimana unit bisnis dalam hal manajemen permintaannya (demand management). Manajemen permintaan akan menjaring informasi yang berkaitan dengan peramalan (forecasting), order entry, order promising, dll. Selanjutnya efektifitas dan efisiensi dari sistem manufacturing sangat tergantung pada efektifitas dan efisiensi dari production planning and inventory control (PPIC), yang sangat tergantung pada efektifitas dari manajemen permintaan itu. Sistem manufacturing harus mampu memenuhi kebutuhan permintaan malalui penggunaan sumber daya manufacturing secara efektif dan efisien. Sasaran ini dapat dicapai apabila ada keseimbangan operasional antara sisi permintaan (marketplace) yang dikelola melalui manajemen permintaan (demand management) dan
sist penawaran (manufacturing). Sasaran peningkatan efektifitas dan efisiensi melalui inventory control adalah reduksi biaya dan meningkatkan arus perputaran modal (Capital Turnover Ratio). Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan minimum inventory melalui perencanaan material (material requirements planning/MRP) yang merupakan metode penjadwalan untuk purchased planned orders dan manufactured planned order. Planned manufacturing orders selanjutnya diajukan untuk analisis lanjutan berkenaan dengan ketersediaan kapasitas. Menurut Gasper (1998), motto dari MRP adalah memperoleh material yang tepat, untuk penempatan yang tepat, pada waktu yang tepat....dst | |