Show simple item record

dc.contributor.advisorSarmawan, Ujang
dc.contributor.advisorKibrandoko
dc.contributor.authorDemoor, Apolinardus Yosef Lia
dc.date.accessioned2024-12-05T06:45:48Z
dc.date.available2024-12-05T06:45:48Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159837
dc.description.abstractDewasa ini, tanaman jambu mete dikembangkan secara besar-besaran di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Beberapa daerah Kawasan Timur Indonesia yang merupakan penghasil utama jambu mete dengan sumbangan terhadap produksi mete nasional adalah Sulawesi Tenggara (47,5%), Sulawesi Selatan (20,4%), Nusa Tenggara Timur (5,0%) dan Bali (3,5%). Sebagian besar produksi jambu mete Indonesia adalah untuk di ekspor, dalam bentuk gelondongan. Kontribusi ekspor mete gelondongan dalam jajaran ekspor komoditas perkebunan mengalami peningkatan yang cukup pesat. Sistem pemasaran di Kabupaten Flores Timur masih terhambat pada seputar permasalahan saluran pemasaran, dukungan kebijakan pemerintah dalam hal permodalan dan strategi pemasaran, peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan pengembangan teknologi, serta pengembangan sarana dan prasarana penunjang. Pada kondisi yang lain, rantai pemasaran yang panjang, sehingga terdapat banyak pelaku lembaga pemasaran dalam rantai tersebut, akibatnya terlalu besar keuntungan pemasaran (marketing margin) yang diambil pelaku pasar. Mekanisme pemasaran hasil-hasil pertanian yang terjadi selama ini antara lain disebabkan karena masih lemahnya posisi tawar (bargaining position) pihak produsen sehingga masih berperan sebagai penerima harga (price taker), sedangkan pada lembaga pemasaran yang lainnya mempunyai kekuatan mengendalikan harga (price maker). Berdasarkan latar belakang masalah yang ada tersebut, maka penelitian dilakukan untuk membahas saluran pemasaran jambu mete. Harga yang berlaku setempat sangat dipengaruhi oleh efisiensi saluran pemasaran yang menghubungkan antara tempat-tempat produsen dengan konsumen akhir atau pasar. Dengan demikian perlu dilakukan analisis struktur, perilaku dan keragaan pasar dalam sistim pemasaran jambu mete. Untuk mengungkap dan mempertajam keputusan yang diambil proses transaksi jual-beli komoditi jambu mete, dianalisis tentang marjin pemasaran dari lembaga pemasaran yang terlibat, elastisitas transmisi harga dan integrasi pasar. Penelitian dilakukan pada bulan Nopember sampai Desember 2004,.di Kabupaten Flores Timur. Secara purposive ditentukan Desa Ile Padung, sebagai sentra produksi Jambu Mete di Kecamatan Tanjung Bunga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, dilihat dari struktur, perilaku dan keragaan pasar....dst
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Pemasaranid
dc.titleAnalisis Efisiensi Saluran Tataniaga Komoditi Jambu Mete (Anacardium Occidentale L) Di Kabupaten Florest Timurid
dc.subject.keywordLembaga Pemasaranid
dc.subject.keywordStrutur Pasarid
dc.subject.keywordPrilaku Pasarid
dc.subject.keywordKerajaan Pasarid
dc.subject.keywordMarjin Pemasaranid
dc.subject.keywordIntegrasi Pasar.id
dc.subject.keywordLembaga Pemasaran, Struktur pasar, Perilaku pasar, Keragaan Pasar, Marjin Pemasaran, Elastisitas Transmisi, Integrasi Pasar.id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record