| dc.contributor.advisor | Tanopruwito, Djoni | |
| dc.contributor.advisor | Sarma, Ma'Mun | |
| dc.contributor.author | Kalpikawati, Ida Ayu Putu | |
| dc.date.accessioned | 2024-12-05T06:45:26Z | |
| dc.date.available | 2024-12-05T06:45:26Z | |
| dc.date.issued | 2005 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159836 | |
| dc.description.abstract | Pengusaha kecil atau perajin kecil dalam menetapkan atau memutuskan harga selalu mempunyai posisi tawar yang rendah atau bargaining position yang lemah, sehingga barang yang dihasilkan mempunyai harga jual yang rendah, padahal kualitasnya tidak kalah bagus dibandingkan dengan barang yang dihasilkan pengusaha menengah besar. Oleh karena itu pengusaha kecil harus mampu membuat keputusan atau perhitungan dalam menetapkan harga jual produk yang dihasilkannya. Bali sebagai salah satu tujuan pariwisata terpopuler di Indonesia telah mampu menarik wisatawan mancanegara dan nusantara setiap tahun rata-rata sebanyak 1.558.485 orang (Bappeda Propinsi Bali, 2003). Secara tidak langsung hal ini menjadikan Bali sebagai etalase bagi berbagai macam produk kerajinan yang dihasilkan oleh masyarakat. Wisatawan yang berlibur ke suatu daerah pasti mengharapkan dapat membawa souvenir khas dari daerah tujuan wisata yang dikunjunginya. Wisatawan yang datang ke Bali ada dua jenis yaitu wisatawan untuk tujuan bisnis dan wisatawan yang benar berlibur menikmati keindahan Pulau Bali. Kedua jenis wisatawan inilah yang menjadi pasar potensial
bagi produk kerajinan di Bali. Industri kecil kerajinan kayu di Propinsi Bali memperlihatkan lebih banyak dikuasai oleh industri menengah. Keuntungan yang diperoleh dari kegiatan industri kecil kerajinan kayu lebih banyak dinikmati atau dikuasai oleh industri menengah. Industri menengah apabila dilihat dari jumlahnya lebih kecil dibandingkan dengan jumlah industri kecil yang ada di Bali. Dari hal tersebut pemerintah daerah mencari solusi atau alternatif yang mungkin dikembangkan dalam meningkatkan keberhasilan, keuntungan dan peran industri kecil dalam pembangunan khususnya di Kabupaten Gianyar dan umumnya di Propinsi Bali.
Penelitian ini bertujuan untuk, (1) mengetahui kendala-kendala dalam pengembangan industri kecil kerajinan kayu, (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi harga jual pada industri kecil kerajinan kayu, (3) mengetahui struktur biaya harga pokok produksi dan margin keuntungan yang diperoleh industri kecil kerajinan kayu serta (4) menyusun rumusan strategi yang direkomendasikan untuk pengembang- an industri kecil kerajinan kayu. Penelitian ini dibatasi hanya untuk mengetahui variabel-variabel yang berpengaruh terhadap harga jual dan keuntungan yang diperoleh perajin. Sedangkan jenis kerajinan kayu yang diteliti adalah patung binatang, patung garuda
wisnu dan patung manusia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui studi kasus yaitu suatu penelitian dengan menyelidiki dan memeriksa hal-hal yang....dst | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Manajemen Strategi | id |
| dc.title | Analisis Pekerja Bisnis Untuk Menentukan Strategi Pengembangan Industri Kecil : Kasus Pada Kerajinan Patung Kayu Di Kabupaten Gianyar Propinsi Bali | id |
| dc.subject.keyword | Kinerja Bisnis | id |
| dc.subject.keyword | Strategi Pengembangan | id |
| dc.subject.keyword | Industri Kecil | id |
| dc.subject.keyword | Kerajinan Patung Kayu | id |
| dc.subject.keyword | Analisis Regrisi Berganda | id |
| dc.subject.keyword | Strutur Biaya | id |
| dc.subject.keyword | Marjin Keuntungan. | id |
| dc.subject.keyword | Kinerja Bisnis, Strategi pengembangan, Industri kecil, Kerajinan Patung kayu, analisis regresi berganda, struktur biaya, marjin keuntungan. | id |