Show simple item record

dc.contributor.advisorSyah, Hamdani M.
dc.contributor.advisorHarianto
dc.contributor.authorPangaribuan, Rismauli
dc.date.accessioned2024-12-05T06:44:26Z
dc.date.available2024-12-05T06:44:26Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159833
dc.description.abstractSejak deregulasi perbankan digulirkan oleh pemerintah, persaingan dalam jasa perbankan semakin tidak dapat diabaikan. Untuk menghadapi persaingan yang ketat, diperlukan pengendalian manajemen yang baik sehingga kegiatan operasional dapat berjalan secara efektif, efisien dan ekonomis. Bentuk pengendalian manajemen dilakukan melalui penilaian kinerja. Namun penilaian kinerja yang umum dikenal lebih berfokus kepada penilaian dari aspek keuangan saja Dalam era persaingan saat ini, pengukuran kinerja yang lebih komprehensif sangat dibutuhkan karena melalui hasil pengukuran tersebut diharapkan manajemen dapat menetapkan strategi bisnis dalam jangka panjang. Pengukuran kinerja konvensional yang banyak digunakan saat ini masih berfokus kepada pengukuran dari aspek keuangan. Pengukuran yang hanya melihat dari aspek keuangan sebetulnya kurang lengkap karena kinerja tidak hanya ditentukan oleh aspek finansial (keuangan) tetapi juga ditentukan oleh aspek non finansial. Untuk dapat mengukur kedua aspek tersebut dibutuhkan suatu alat ukur yang handal yang dapat memberikan gambaran penilaian secara seimbang (balanced) antara aspek finansial dan aspek non finansial. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka penelitian ini mencoba melakukan pengukuran kinerja di BRI Bogor dengan pendekatan Balanced Scorecard. Beberapa hal yang dijadikan sebagai permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana kinerja Kantor Cabang BRI Bogor apabila diukur dengan menggunakan Balanced Scorecard terhadap perspektif keuangan, perspektif customer, perspektif proses bisnis internal dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran (2) faktor-faktor apa saja yang perlu mendapat perhatian atau perbaikan untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik di masa yang akan datang (3) bagaimana hasil penilaian kinerja apabila dibandingkan dengan penilaian kinerja yang selama ini diterapkan. Jenis data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kuesioner disebarkan dan wawancara terhadap pekerja BRI Bogor, nasabah dan pihak terkait lain. Data sekunder diperoleh dari sumber pustaka yang relevan dengan penelitian. Data keuangan diperoleh dari seksi laporan di kantor cabang BRI Bogor. Untuk mendapatkan data customer (nasabah) diperoleh dari sampel yang diambil secara convenience sampling dan jumlah responden dari nasabah Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu dan BRI Unit ditentukan dengan kuota perbandingan 45, 15 dan 40. Selanjutnya data untuk mengukur kinerja proses bisnis internal serta pertumbuhan dan pembelajaran diperoleh dari responden pekerja BRI Bogor yang sampelnya ditentukan secara acak berstrata. Data yang sudah diperoleh dianalisis baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan tabulasi data, teknik rentang kriteria, uji Mann-Whitney dan teknik paired comparison....dst
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titlePengembangan Sistem Pengukuran Kinerja Pada Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Bogor Dengan Pendekatan Balanced Scorecardid
dc.subject.keywordPengukuran Kerjaid
dc.subject.keywordPt. Bank Rakyat Indonesiaid
dc.subject.keywordBri Bogorid
dc.subject.keywordBalanced Scorecardid
dc.subject.keywordKeuanganid
dc.subject.keywordCustomerid
dc.subject.keywordNasabahid
dc.subject.keywordProses Bisnis Internalid
dc.subject.keywordPertumbuhanid
dc.subject.keywordPengukuran Kinerja, PT Bank Rakyat Indonesia, BRI Bogor, Balanced Scorecard, Keuangan, Customer, Nasabah, Proses Bisnis Internal, Pertumbuhan dan Pembelajaran.id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record