| dc.contributor.advisor | Maarif, M. Syamsul | |
| dc.contributor.advisor | Suroso, Arif Imam | |
| dc.contributor.author | Siahaan, Rotua | |
| dc.date.accessioned | 2024-12-05T06:43:39Z | |
| dc.date.available | 2024-12-05T06:43:39Z | |
| dc.date.issued | 2005 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159829 | |
| dc.description.abstract | Dalam dunia kerja, sering timbul (muncul) berbagai masalah sehubungan dengan stres dan kondisi-kondisi yang dapat memicu terjadinya stres. Baik disadari maupun tidak, pekerjaan seseorang menimbulkan stres pada dirinya. Hal ini pasti akan tampak dalam kurun waktu yang panjang, karena memang manusia setiap harinya berkecimpung di tempat kerjanya lebih dari sepertiga kali waktunya.
Stres kerja sering menimbulkan masalah bagi tenaga kerja, baik pada kelompok eksekutif (white collar workers) maupun kelompok pekerja biasa (blue collar workers). Stres kerja dapat mengganggu kesehatan tenaga kerja, baik fisik maupun emosional. Hal itu juga didukung oleh Sullivan dan Bhagat (1992) dalam studi mereka mengenai stres kerja (yang diukur dengan role ambiguity, role conflict, dan role overload) dan kinerja, pada umumnya ditemukan bahwa stres kerja berhubungan secara negatif dengan kinerja.
Stres mempunyai posisi yang penting dalam kaitannya dengan produktivitas sumberdaya manusia, dana dan materi. Selain dipengaruhi oleh faktor-faktor yang ada dalam diri individu, stres juga dipengaruhi oleh faktor-faktor dari organisasi dan lingkungan. Hal ini perlu disadari dan dipahami. Pemahaman akan sumber-sumber dan penyebab stres di lingkungan pekerjaan disertai pemahaman terhadap penanggulangannya adalah penting baik bagi para karyawan maupun para eksekutif untuk kelangsungan organisasi yang sehat dan efektif.
Tenaga kerja merupakan salah satu aset perusahaan yang paling utama, oleh karena itu perlu dibina secara baik. Stres pada karyawan sebagai salah satu akibat dari bekerja perlu dikondisikan pada posisi yang tepat agar kinerja mereka juga pada posisi yang diharapkan. Berdasarkan fenomena tersebut, dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut: (a) Bagaimana tingkat stres kerja dan kinerja karyawan pada departemen plant PT. Nippon Indosari Corpindo, (b) Indikator-indikator pembangkit stres kerja apa yang dapat mempengaruhi stres kerja pada karyawan departemen plant PT. Nippon Indosari Corpindo, (c) Indikator-indikator apa yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan pada departemen plant PT. Nippon Indosari Corpindo, dan (d) Bagaimana pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan pada departemen plant PT. Nippon Indosari Corpindo....dst | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Manajemen Sumber Daya Manusia | id |
| dc.title | Pengaruh Stres Dalam Pekerjaan Terhadap Kinerja Karyawan (Suatu Kajian Terhadap Karyawan Departemen Plant Pt. Nippon Indosari Corpindo Cikarang Bekasi) | id |
| dc.subject.keyword | Sumberdaya Manusia | id |
| dc.subject.keyword | Stresor | id |
| dc.subject.keyword | Stres Kerja | id |
| dc.subject.keyword | Kinerja Karyawan | id |
| dc.subject.keyword | Pt. Nippon Indosari Carpindo | id |
| dc.subject.keyword | Structural Equation Modeling | id |
| dc.subject.keyword | Squated Multipte Corellation | id |
| dc.subject.keyword | Sumberdaya Manusia, Stresor, Stres Kerja, Kinerja Karyawan, PT. Nippon Indosari Corpindo, Structural Equation Modeling, Squared Multiple Correlation. | id |