| dc.contributor.advisor | Sanim, Bunasor | |
| dc.contributor.advisor | Fahmi, Idqan | |
| dc.contributor.author | Nurwaluyawati, Catharina Heni | |
| dc.date.accessioned | 2024-12-05T06:43:31Z | |
| dc.date.available | 2024-12-05T06:43:31Z | |
| dc.date.issued | 2005 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159826 | |
| dc.description.abstract | Peran persediaan dalam suatu industri manufakturing sangat penting. Pada umumnya perusahaan menghadapi dua masalah yang saling bertentangan terhadap persediaan. Perusahaan dapat menentukan tingkat persediaan yang tinggi untuk mencegah terhentinya proses produksi karena kekurangan bahan. Bila persediaan terlalu besar maka berakibat over stock, dana menganggur yang besar yang tertanam dalam persediaan, meningkatnya biaya simpan dan resiko kerusakan barang menjadi lebih besar. Sebaliknya bila perusahaan menentukan tingkat persediaan yang rendah akan berakibat resiko terjadinya shortage, terhentinya proses produksi bahkan hilangnya pelanggan. Oleh karena itu perlu dilakukan perencanaan dan pengendalian persediaan dengan baik.
PT Cedefindo merupakan perusahaan kosmetika yang mempunyai spesialisasi dalam memproduksi produk hair care, body care, serta produk kosmetika dekoratif khususnya lipstik dan bedak two way cake. Produk utama hair care dan body care merupakan own product dengan brand milik sendiri. Meskipun produk tersebut memiliki brand yang dikelola sendiri, tetapi karena semakin ketatnya persaingan di antara produk sejenis, maka untuk beberapa produk pada umumnya aktual penjualan yang dapat dicapai masih di bawah target/budget Marketing. Selain own product, PT Cedefindo juga menerima job order di mana secara rata-rata mencapai 40% dari omzet perusahaan. Meskipun pola order yang datang sangat berfluktuasi baik dari segi kuantitas order maupun dari waktu datangnya order namun produk job order harus juga mendapat perhatian besar, Artinya demand dari produk-produk job order tidak dapat diketahui secara pasti.
Kondisi over stock dan shortage terhadap bahan baku juga menjadi masalah bagi PT Cedefindo. Target yang diperkenankan atau masih dalam toleransi untuk dapat terjadi shortage adalah maksimum 1.0% per bulan dari total batch yang diproduksi. Sedangkan target yang masih di dalam toleransi untuk terjadinya over stock adalah 45% dari total inventori. Pada tahun 2002 dan tahun 2003 kedua target tersebut sering terlampaui karena banyaknya faktor yang mempengaruhi.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan penerapan manajemen persediaan dan pengendalian bahan baku yang dilakukan oleh PT Cedefindo (2) membandingkan kinerja hasil perhitungan bila digunakan metode konvensional atau metode yang saat ini digunakan oleh perusahaan terhadap hasil perhitungan dengan metode Simulasi Monte Carlo (3) Merumuskan dan merekomendasikan upaya perbaikan perencanaan dan pengendalian bahan baku.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif melalui pendekatan studi kasus yang berupa analisis dokuman. Cara yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk menjawab...dst | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Manajemen Produksi Dan Operasi | id |
| dc.title | Perencanaan dan Pengendalian Bahan Baku Melalui Pendekatan Simulasi : Studi Kasus Di Pt. Cedefindo | id |
| dc.subject.keyword | Bahan Baku | id |
| dc.subject.keyword | Pt. Cedefindo | id |
| dc.subject.keyword | Manajemen Persediaan | id |
| dc.subject.keyword | Inventori Bahan Baku | id |
| dc.subject.keyword | Forecasting | id |
| dc.subject.keyword | Simulasi Monte Carlo | id |
| dc.subject.keyword | Studi Kasus | id |
| dc.subject.keyword | Bahan Baku, PT Cedefindo, Manajemen Persediaan, Inventori Bahan Baku, Forecasting, Simulasi Monte Carlo, Studi Kasus. | id |