Show simple item record

dc.contributor.advisorAffandi, M. Joko
dc.contributor.advisorHarianto
dc.contributor.authorDarmawan, Budi
dc.date.accessioned2024-12-05T06:42:17Z
dc.date.available2024-12-05T06:42:17Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159820
dc.description.abstractPenyuluh pertanian merupakan orang yang berhadapan langsung dengan sasaran penyuluhan pertanian, sekaligus bertanggung jawab terhadap akibat penyuluhan yang diberikan. Penyuluh pertanian sebagai kelompok jabatan fungsional merupakan aparat yang berada di garis depan lembaga penyuluhan pertanian. Sistem penyuluhan pertanian diarahkan untuk mampu mengembangkan profesionalisme penyuluh pertanian sebagai profesi yang mandiri, pendidik, dan mitra petani. Profesionalisme penyuluh pertanian juga diarahkan untuk pengembangan keahlian, keberpihakan kepada petani dan peningkatan citra penyuluh pertanian. Selama ini kegiatan penyuluhan terfokus pada upaya peningkatan produksi, pendapatan, dan upaya perbaikan kesejahteraan masyarakat sasaran serta upaya pengembangan sistem penyuluhan itu sendiri. Namun perhatian terhadap pembinaan keprofesionalan dan pengembangan karir para penyuluh sering terabaikan. Menanggapi hal tersebut maka Dinas Pertanian Kabupaten Sanggau terus melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia penyuluh pertanian salah satunya melalui penilaian kinerja. Penilaian kinerja sangat penting bagi suatu organisasi. Dengan penilaian kinerja suatu organisasi dapat mengetahui sampai sejauhmana faktor manusia dapat menunjang tujuan suatu organisasi. Melalui penilaian kinerja, organisasi dapat memilih dan menempatkan orang yang tepat untuk menduduki suatu jabatan (karir) tertentu secara obyektif. Pentingnya penilaian kinerja juga dapat dilihat dari kaca mata pendidikan dan pengembangan pegawai. Pelaksanaan penilaian kinerja terhadap penyuluh pertanian belum dilaksanakan secara optimal di Dinas Kabupaten Sanggau dan tindak lanjut pemanfaatan hasil penilaian kinerja penyuluh pertanian juga belum dikaitkan dengan aktivitas manajemen sumber daya manusia seperti pengembangan karir, penyesuaian kompensasi, dan program pendidikan dan pelatihan. Kondisi ini berdampak pada rendahnya motivasi peningkatan kinerja karena penyuluh pertanian menganggap bahwa promosi, pelatihan, imbalan gaji, perencanaan karir dan lain-lain tetap sama antara yang berkinerja baik dengan yang tidak baik. Bagaimana pendapat penyuluh pertanian terhadap penilaian kinerja dan pemanfaatan hasil penilaian kinerja untuk kondisi saat ini maupun yang diinginkan serta bagaimana penilaian kinerja dan pemanfaatan hasil penilaian kinerja di masa yang akan datang lebih baik menurut penyuluh pertanian, merupakan rumusan masalah dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pendapat penyuluh pertanian terhadap penilaian kinerja dan pemanfaatannya pada saat ini maupun yang diinginkan oleh penyuluh pertanian serta merekomendasikan suatu penilaian kinerja dan pemanfaatan hasil penilaian di masa depan yang dianggap lebih baik bagi penyuluh pertanian. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini menggunakan metode....dst
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Sumber Daya Manusiaid
dc.titlePersepsi Penyuluh Pertanian Terhadap Penilaian Kinerja Di Dinas Pertanian Kabupaten Sanggauid
dc.subject.keywordPenyuluh Pertanianid
dc.subject.keywordPenilaian Kinerjaid
dc.subject.keywordDeskriptif Dan Studi Kasusid
dc.subject.keywordData Primer Dan Sekunderid
dc.subject.keywordAnalisis Rentang Kriteriaid
dc.subject.keywordUji Mann Whitney Dan Kruskall Wallsid
dc.subject.keywordKabupaten Sanggauid
dc.subject.keywordPenyuluh Pertanian, Penilaian Kinerja, Deskriptif dan Studi kasus, Data Primer dan Sekunder, Analisis Rentang Kriteria, Uji Mann Whitney dan Kruskall Wallis, Kabupaten Sanggau.id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record