| dc.description.abstract | Perkembangan teknologi telekomunikasi dan komputer yang berdayaguna menghasilkan teknologi Internet. Teknologi Internet ini memiliki ciri antara lain tidak dibatasi oleh ruang, waktu serta berkemampuan mengantarkan informasi secara cepat dan dalam bentuk yang bervariasi. Oleh karenanya penggunaan Internet bisa dijadikan salah satu alternatif untuk meningkatkan kinerja organisasi yang antara lain bertujuan untuk meminimalkan perbedaan informasi yang diterima (information rich- poor) oleh masyarakat di Indonesia. Terdapat hal yang perlu diperhatikan mengenai penggunaan portal sebagai salah satu alternatif untuk mencari informasi dan sekaligus sumber informasi, yaitu adanya fakta bahwa Indonesia menduduki peringkat HDI (Human Development Index) yang rendah dimana HDI berhubungan dengan antara lain dua indikator, yaitu kemiskinan dan ICT Information and Communication Technology (Flor 2001:4). Ini berarti di satu sisi disadari bahwa Internet yang merupakan bagian dari ICT dapat digunakan untuk sumber informasi namun di sisi yang lain infrastruktur yang diperlukan belum cukup mendukung. Salah satu bentuk dari aplikasi teknologi Internet i alah portal. Indrajit (2001:99) menyebutkan bahwa portal dapat dianalogikan sebagai 'pintu masuk menuju 'sesuatu (dalam hal ini diartikan sebagai dunia maya). Suatu portal dapat dibangun khusus untuk bidang tertentu misalnya bidang sumber daya kehutanan. Sumber daya kehutanan dapat diartikan sebagai semua sumber kegiatan yang bersangkutan dengan hutan dan kepengurusannya yang secara nyata dan potensial dapat digunakan untuk menaikkan kesejahteraan manusia. Flor (2001) menyebutkan bahwa diperlukan inisiatif dari LSM/NGO dan pemerintah untuk menjembatani information rich-poor. CIFOR bisa mengambil inisiatif untuk menjembatani hal tersebut. Program ini bagi CIFOR dirasa sangat penting mengingat e ukup banyak hasil rekomendasi dari berbagai lokakarya yang telah dilaksanakan oleh CIFOR merujuk pada pentingnya memiliki suatu sistem berlandaskan pada teknologi komunikasi dan informasi dimana para stakeholder dapat dengan mudah berbagi dan mencari informasi yang berkaitan dengan sumber daya kehutanan. Membangun sebuah portal memerlukan perencanaan karena pada kenyataannya banyak perusahaan dotcom yang gulung tikar. Rumusan masalah adalah: bagaimana rencana bisnis portal sumber daya kehutanan untuk CIFOR disusun berdasarkan kajian aspek bisnis, aspek organisasi, aspek keuangan dan aspek teknologi. Dari rumusan masalah tersebut maka dibuat tujuan penelitian ini yaitu: membuat rencana bisnis portal sumber daya kehutanan berdasarkan kajian aspek bisnis, aspek organisasi, aspek keuangan dan aspek teknologi dalam bentuk rencana kegiatan yang akan diharapkan bisa dilaksanakan oleh CIFOR.
Manfaat yang akan diperoleh adalah memberi masukan bagi CIFOR berupa rincian rencana bisnis untuk membangun portal sumber daya kehutanan yang tepat dan berdayaguna agar dapat bertahan dan terus hidup secara berkesinambungan ditinjau dari aspek bisnis, organisasi, keuangan dan teknologi. Rencana bisnis dibuat dengan mempertimbangkan kajian aspek bisnis, aspek sumber daya, aspek teknologi dan aspek keuangan. Metodologi penelitian dibuat dengan rincian: jenis data terdiri dari yaitu data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil pengisian kuesioner o leh 40 responden dan wawancara dengan nara sumber. Responden diambil dari wilayah Bogor, Cibinong dan Jakarta. Sedangkan data sekunder diambil dari laporan tahunan, jurnal, laporan hasil penelitian dalam bentuk tercetak maupun elektronik. Pemilihan kelompok responden mengikuti pengelompokkan hasil lokakarya sosial forestri yang diadakan oleh CIFOR. Hasil pengisian kuesioner ditabulasikan dengan metode frekuensi dan disajikan dalam paparan deskriptif. Alat analisis dari aspek keuangan adalah dengan menggunakan pemaparan arus kas, payback period dan NPV dimana terlebih dahulu ditentukan komponen biaya dan komponen sumber pemasukan. Untuk mendisain struktur isi dan disain digunakan web evaluation criteria dari Gartner Group. Kajian aspek bisnis melihat faktor eksternal yang terdiri dari ekonomi, sosiokultural, global, teknologi, hukum, dan demografi. Faktor eksternal pada umumnya sangat mendukung pembangunan portal sumber daya kehutanan. Hal ini bisa dilihat dari perkembangan jumlah pengguna Internet yang meningkat sebesar 33% per tahun, meningkatnya jumlah warung internet, ISP (Internet Services Provider), telepon genggam. Ditambah lagi
pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai menunjukkan peningkatan. Nampak juga banyak komitmen dari lembaga-lembaga yang menginginkan adanya kemudahan dalam membagi dan mencari informasi secara mudah. Diperkirakan peningkatan pengguna Internet juga terjadi di masyarakat bidang sumber daya kehutanan. Dari pemaparan faktor eksternal tersebut maka selanjutnya disusun rencana bisnis. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah membuat suatu konsorsium yang menjadi pembina pengelolaan portal. CIFOR dapat menjadi inisiator menggalang kerjasama lembaga-lembaga lain untuk membentuk konsorsium ini. Konsorsium akan membentuk struktur organisasi dan mengisinya dengan sumber daya manusia dengan rincian sebagai berikut: Manajer, Network administrator/Programmer/WebDeveloper, Web e ditor/moderator, tenaga pemasaran dan administrasi. Penamaan portal dipilih dengan nama hutan-online.or.id. Digunakan domain or.id untuk menunjukkan kejelasan lokasi dan ciri lembaga nirlaba. Model bisnis yang akan diterapkan adalah sebagai content aggregator dan services, content packaging dan virtual community. Hal ini didasari oleh adanya kebutuhan dari masyarakat luas khususnya masyarakat bidang kehutanan untuk memperoleh informasi bidang kehutanan yang lengkap terintegrasi dan terkini secara mudah. Selanjutnya ada pula kebiasaan yang teridentifikasi dari hasil pengisian kuesioner yang menunjukkan bahwa mereka biasa menggunakan Internet sebagai sarana untuk berdiskusi. Dengan demikian portal hutan-online.or.id akan menjadi model bisnis virtual community. Portal hutan-online.or.id akan menggunakan teknologi open source yang tidak mengenakan biaya lisensi sehingga tidak menimbulkan biaya di awal pembangunan dan di masa mendatang. Selain itu pula, teknologi ini mudah untuk diperoleh melalui sumber komunitas open source. Untuk menghubungkan antar komputer digunakan jaringan LAN dan Internet dengan menggunakan jasa dari CBN, jasa LAN (MMA tanpa batas) dimana pengelola akan memperoleh 25 alamat email, nama domain, 13 alamat IP dan Committed Information Rate 64 Kbps. Untuk memudahkan pengguna melakukan pencarian, maka semua informasi disimpan dalam suatu database metadata yang menggunakan deskriptor: judul, pengarang, sumber, tanggal, bulan, tahun, links, kategori, keterangan dan subyek/keywords atau kata kunci. Kata kunci akan banyak mengadaptasi dari daftar kata kunci yang tersedia di CIFOR. Begitu pula daftar anggota akan disimpan dalam suatu database yang akan disimpan dalam ruas data nama, alamat email dan bidang minat. Database anggota sangat penting karena digunakan untuk mengirim email advertorial sebagai salah satu komponen pemasukan portal. Disain dan struktur dibuat dengan melihat hasil kriteria web evaluasi dari jawaban responden. 56% responden menyatakan mementingkan nilai dari sebuah website dimana yang dimaksud dengan nilai adalah isi, informasi produk jasa, customer service dan jasa, informasi kontak, dan informasi bagi investor. Sedangkan fungsi dan design sama-sama mendapat angka 22%. Berdasarkan hasil kriteria ini, maka dibuat struktur isi yang dibagi kedalam tiga kategori yaitu: industri, teknologi dan manajemen hutan dengan jenis informasi berupa peta/foto, statistik, UU/PP/Keppres dan hasil riset (dokumen).
Aspek keuangan dipaparkan dengan diawali oleh dana investasi yang diperlukan untuk membangun sebuah portal. Dari hasil pengamatan, dana investasi yang diperlukan adalah sebesar Rp 269,400,000 yang terdiri dari Rp 94,400,000 untuk pembelian peralatan hardware, persiapan ruang perkantoran, perijinan dan Rp 175,000,000,- untuk modal kerja. Biaya operasional mencakup biaya webhosting, database hosting, biaya Internet ADSL (tanpa batas), biaya pemeliharaan, biaya telpon, listrik, biaya depresiasi, biaya promosi media cetak/elektronik/search engine dan direktori dan biaya untuk gaji sumber daya manusia yang terlibat. Komponen perkiraan pemasukan diidentifikasi dari iklan/banner, advertorial, pesan email advertorial, dan click-through. Target dari pemasukan ini bukan perseorangan melainkan lembaga seperti perusahaan HPH (Hak Pengusahaan Hutan), HPHTI (Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri), perusahaan yang mendukung kegiatan perekonomian di sektor kehutanan, seperti perusahaan plywood, perusahaan furnitur, perusahaan pembibitan tanaman, perusahaan penyedia alat-alat industri kehutanan, perusahaan ekspor-impor produk hasil hutan. Arus kas menunjukkan bahwa akhir tahun ke-2 terjadi penipisan jumlah kas, namun masih bisa beroperasi untuk tahun berikutnya. Seiring dengan bertambahnya jumlah perkiraan pemasukan, maka arus kas makin menunjuk kelancaran dengan meningkatnya besar kas yang tersedia di setiap akhir tahun. Setelah dihitung cashinflow yang diperoleh selama 7 tahun, maka terlihat bahwa investasi pembangunan portal akan kembali dalam jangka waktu 6 tahun 4 bulan. Sedangkan jika dilihat dari NPV, maka nilainya adalah Rp 19,739,617,- Kesimpulan dan saran yang dapat diambil adalah terdapat permintaan yang cukup tinggi di bidang sumber daya kehutanan. Dibangunnya portal hutan- online.or.id adalah untuk menjawab kebutuhan masyarakat khususnya masyarakat kehutanan akan informasi bidang sumber daya alam kehutanan yang bersifat up-to- date dan mudah diakses melalui fasilitas Internet. Portal hutan-online.or.id diharapkan akan menjadi pintu gerbang utama bagi pengguna Internet sebelum mereka memasuki situs/websites bidang kehutanan lainnya. CIFOR dapat berperan sebagai inisiator untuk menggalang kerjasama dalam bentuk konsorsium sebagai bentuk organisasi yang tepat untuk mengelola portal hutan-online.or.id dengan institusi/lembaga yang diwujudkan dalam bentuk konsorsium. Portal hutan- online.or.id akan bertindak sebagai content provider/aggregator (pengumpul dan penyedia informasi) bidang sumber daya kehutanan; content packaging untuk mengemas informasi dengan cara saling menghubungkan informasi yang banyak tersedia melalui metadata; dan virtual community untuk menjalin komunitas dunia maya yang berfokus bidang sumber daya kehutanan. Teknologi yang digunakan adalah dengan menggunakan teknologi DBMS untuk menyimpan metadata dan profil anggota, LAN untuk menghubungkan antar komputer di jaringan perkantoran; Internet/Web untuk menghubungkan komputer di kantor dengan dunia luar. Software yang digunakan untuk membangun database, halaman page dan jaringan digunakan software berbasiskan open source. Hal ini dilakukan untuk menghemat biaya pembelian lisensi. Ditinjau dari aspek keuangan tentang efektivitas finansial dengan menggunakan alat analisis Payback Period dan NPV dan terlihat bahwa investasi akan kembali pada jangka waktu 6 tahun 4 bulan dengan NPV positif. Dari gambaran arus kas, terlihat bahwa dengan perkiraan pemasukan yang diharapkan, maka pengelolaan operasional portal tidak akan membebani anggota konsorsium seperti di masa awal investasi. Hal itu karena perkiraan pemasukan sudah dapat mencukupi biaya operasional. Arus kas akan semakin lancar, jika CIFOR mengambil alih biaya untuk perkantoran dan Internet. Sedangkan saran yang dapat diberikan adalah: dimasa mendatang diperlukan inovasi untuk menambah atau memodifikasi model bisnis portal hutan-online.or.id agar target pasar bisa lebih diperbesar yang disesuaikan dengan ketersediaan sumber daya yang makin besar pula. Selain itu, alokasi dana untuk promosi harus lebih ditingkatkan agar portal hutan-online.or.id dapat terus meningkatkan traffic yang menjadi kunci utama kesuksesan sebuah portal. Diperlukan studi lanjutan untuk mengetahui manfaat sosial yang diperoleh dari keberadaan portal hutan-online.or.id. | |