| dc.description.abstract | Sebagian besar volume usaha bank di Indonesia berupa kredit, sehingga sumber pendapatan bank terutama berasal dari kegiatan penyaluran kredit. Untuk penyebaran resiko kredit, pemberian kredit dibagi-bagi atau dikelompokkan berdasarkan suatu kriteria tertentu. Dengan demikian pinjaman tidak terkonsentrasi pada satu kelompok atau satu segmen pasar saja. Pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. pemberian kredit dibagi bagi menjadi 3 (tiga) segmen pasar yaitu wholesale, middle dan retail. Untuk mendapatkan porfitabilitas yang maksimal maka Manajemen harus dapat membuat komposisi atau portofolio kredit yang efektif dan seimbang. Sehubungan dengan hal tersebut maka Manajemen juga perlu mengetahui sejauh mana masing-masing segmen kredit mempengaruhi profitabilitas. Permasalahan yang ada dirumuskan sebagai berikut: (1) Faktor-Faktor apa yang mempengaruhi portofolio kredit, (2) Faktor-faktor apa yang mempengaruhi tingkat profitabilitas bank dan seberapa jauh pengaruh tersebut, dan (3) Seberapa jauh pengaruh portofolio kredit terhadap profitabilitas bank. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dalam membuat kebijakan portofolio kredit, (2) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas bank dan mengetahui sejauh mana pengaruh/hubungan faktor-faktor tersebut, dan (3) Mengetahui seberapa besar pengaruh portofolio kredit terhadap profitabilitas. Metode Penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah analisis deskriptif dan kuantitatif berupa metode studi kasus. Sebagai kegiatan yang meliputi pengumpulan data dalam rangka menguji hipotesis dengan memusatkan perhatian pada data perkembangan portofolio kredit, khususnya portofolio atas dasar proporsi kredit per-segmen pasar serta hubungan dengan profitabilitas yang berasal dari laporan keuangan tahunan bank. Berdasarkan tujuannya, penelitian ini merupakan penelitian verifikatif, yaitu penelitian yang berupaya untuk menguji jawaban masalah tentang hasil pemikiran yang kebenarannya bersifat sementara (hipotesis). Pembahasan atas pengujian hipotesis didasarkan kepada data empiris, yang diakhiri dengan kesimpulan yang hasilnya apakah menolak ataupun menerima hipotesis yang di ajukan. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini terdiri atas data-data kualitatif yaitu data yang dapat di ukur dalam skala numerik dan data kuantitatif yang tidak dapat diukur dalam skala numerik. Data tersebut bersumber dari internal dan eksternal perusahaan. Data dari sumber internal perusahaan diperoleh dari laporan-laporan yang dikeluarkan perusahaan, pengamatan langsung dan wawancara dengan manajemen perusahaan. Data yang berasal dari eksternal perusahaan diperoleh dari studi pustaka. Sample yang dianalisis adalah sampel atas dasar periode/waktu berupa data laporan portofolio kredit berdasarkan segmen pasar dan profitabilitas PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dari tahun 1993 sampai dengan 2002 Dari study pustaka dan hasil wawancara dengan beberapa pegawai pada divisi terkait dengan jenjang level manajemen tertentu dan setelah dilakukan penilaian, dalam praktek dan menurut urutan intensitasnya faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan portofolio kredit di PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. adalah (1) kondisi makro ekonomi, visi dan misi perusahaan/bank, kesediaan manajemen menanggung resiko, pendanaan, besaran asset yang diinginkan, kebijakan pemerintah, faktor lingkungan usaha lainnya dan modal (2) selain itu Faktor sosial dan faktor politis pada kasus-kasus tertentu sering pula mempengaruhi kebijakan penetapan portofolio kredit dimana intervensi dan peran pemerintah masih cukup besar. (3) Pada Bank-bank Pemerintah yang pada awal pendiriannya telah digariskan/ditetapkan bidang usaha utamanya dan secara langsung kebijakan portofolio kreditnya sebagai dampak kebijakan pada masa yang lalu banyak dipengaruhi oleh garis arahan tersebut Berdasarkan pengujian dengan uji statistik koefisien korelasi (uji r), diduga ada hubungan positif yang signifikan dan pengaruh yang kuat antara ROA terhadap Profit Margin dan Total Equity. Sedangkan hubungan ROA terhadap Asset Utilization juga signifikan dan pengarulınya juga kuat namun negatif. Dari uji r ini juga diduga, tidak ada hubungan yang signifikan antara ROE terhadap Profit Margin, Total Equity dan Asset Utilization dan hubungannya juga lemah. Berdasarkan hasil analisa statistik regresi berganda, diketahui portofolio kredit (kredit wholesale, kredit middle dan kredit retail) secara bersama-sama berpengaruh terhadap ROA. Dengan koefisien determinasinya (R) sebesar 0,898 ini berarti 89,8% ROA dapat dijelaskan oleh kredit wholesale, kredit middle dan kredit retail. Koefisien regresi untuk kredit wholesale dan middle bernilai negatif dan tidak signifikan. Hal ini terjadi karena kualitas kredit wholesale dan kredir middle tidak baik sehingga kredit non performing jumlahnya cukup banyak dibandingkan total keseluruhan kredit. Kredit non performing ini selain tidak mendapatkan bunga, Bank juga harus mencadangkan biaya untuk kredit macet, sehingga apabila suatu segmen pasar kualitas kreditnya tidak bagus maka penambahan kredit belum tentu akan menambah profitabilitas sehingga korelasi antara kredit wholesale dan middle tidak signifikan. Sebaliknya apabila suatu segemn kredit kualitasnya bagus dan pendapatan bunga lebih besar dari biaya bunga maka penambhan kredit akan meningkatkan profitabilitas. Hal ini yang berlaku pada kredit retail, karena kualitas kreditnya baik maka koefisien regresinya positif. Sedangkan pengaruh portofolio kredit (kredit wholesale, kredit middle dan kredit retail) secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap ROE karena probabilitas sebesar 0,069 atau lebih besar dari probabilitas signifikansi. Ini berarti bahwa tidak ada hubungan atau korelasi antara portofolio kredit dengan profitabilitas. Hal ini terjadi karena selain masalah kualitas kredit seperti yang terjadi pada ROA juga dapat dijelaskan bahwa portofolio kredit tidak tergantung pada equity namun tergantung pada dana masyarakat yang dikumpulkan. Dari Hasil Uji statistik maka disarankan kepada perusahaan (1) Untuk meningkatkan ROA, Profit Margin harus ditingkatkan hal ini dapat dicapai antara lain dengan: (a) Meningkatkan pendapatan bunga, mengintensifkan fee based income serta menggali sumber pendapatan lainnya. (b) Menekan biaya-biaya bunga dan non bunga dan biaya-biaya lain secara efisien. (2) Selain itu untuk peningkatan ROA, Asset Utilization harus ditingkatkan hal ini dapat dicapai antara lain dengan meningkatkan kualitas Asset dan/atau mengurangi Asset yang tidak produktif dan Menambah Operating Asset yang dapat memberikan pendapatan yang tinggi, (3) Arah kebijaksanaan pemberian kredit yang selama ini didominasi oleh kredit wholesale, pada masa krisis ini agar dipertimbangkan kembali, karena kontribusi kredit wholesale untuk menghasilkan profitabilitas adalah negatif (walaupun setelah di uji koefisien regresi tidak signifikan). Untuk saat ini prosentase pemberian kredit pada segmen middle dan retail agar diperbesar, karena memberikan kontribusi yang positip untuk menghasilkan profitabilitas dan (4) Melaksanakan analisis terhadap portofolio porkreditan secara berkala terutama pengaruhnya terhadap profitabilitas bank serta evaluasi secara lebih mendalam baik kuantitatif maupun kualitatif sehingga dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi pengambilan keputusan dalam menetapkan arah kebijaksanaan perkreditan bank. | |