| dc.description.abstract | Sumberdaya manusia Indonesia merupakan aspek strategis yang harus dibina untuk melahirkan kualitas manusia yang berperan dalam menjalankan roda kelembagaan yang profesional. Namun secara umum, kualitas sumberdaya manusia Indonesia masih mengalami ketertinggalan di berbagai aspek, sementara di lain sisi kualitas sumberdaya manusia merupakan salah satu kunci utama keberhasilan suatu pambangunan. Oleh karena itu diperlukan suatu bentuk atau cara yang dapat berperan secara langsung dan bertanggung jawab terhadap upaya pencapaian sumberdaya manusia Indonesia yang unggul yakni melalui pendidikan. Persaingan global yang sedang berlangsung menuntut hal tersebut, disamping adanya profesionalisme dari penyelenggara pendidikan dalam mengelola program dan anggaran. Kebijakan otonomi pendidikan yang diberlakukan pemerintah guna meningkatkan kualitas sumberdaya manusia merupakan sebuah momentum sekaligus tantangan bagi daerah maupun lembaga pendidikan untuk membangun sektor pendidikan sebagai sumber penggerak pembangunan. Melalui kebijakan ini, masing-masing daerah maupun lembaga pendidikan dapat mengatur dan mengendalikan proses pembelajaran yang disertai dengan melakukan evaluasi terhadap proses tersebut, sehingga dapat memicu peningkatan kinerja daerah maupun lembaga pendidikan yang otonom. Berbagai dukungan pemerintah dengan penetapan UU Sisdiknas menjadikan lembaga pendidikan memiliki kesempatan untuk meningkatan kinerjanya. Kebijakan dan dukungan tersebut juga ikut dimanfaatkan Lembaga Pendidikan Raudhatul Hasanah untuk lebih meningkatakan kinerja lembaga agar melahirkan sumberdaya manusia sesuai dengan tujuan UU Sisdiknas NO 2 Tahun 2003 Pasal 3 yaitu melahirkan sumberdaya manusia yang berkualitas, beriman dan bertaqwa kapada Tuhan Yang Maha Esa. Identifikasi permasalahan yang diperoleh dari Lembaga Pendidikan Raudhatul Hasanah adalah 1) Metode evaluasi yang dilakukan selama ini hanya berdasarkan kinerja keuangan sehingga kinerja pada aspek lain yang mendukung kinerja keuangan tidak terlihat 2) Belum adanya standar kerja sebagai alat penilaian kinerja, sehingga evaluasi yang dilakukan belum menggambarkan kinerja secara baik, oleh karena itu diperlukan metode evaluasi lain sebagai perbaikan metode evaluasi yang dilakukan selama ini: 3) Masih rendahnya insentif yang diberikan Lembaga Pendidikan Raudhatul Hasanah kepada staf pengajar, karena terbatasnya sumber dana yang dimiliki, sehingga mempengaruhi kepuasan dan produktivitas kerja staf pengajar; 4) Belum adanya penelitian yang dilakukan untuk menilai kinerja Lembaga Pendidikan Raudhatul Hasanah dalam menghasilkan alternatif strategi yang mendorong pada pengembangan yang lebih baik. Adapun Perumusan masalah yang dilakukan adalah 1) indikator apa saja yang mempengaruhi dan sesuai dalam penilaian kinerja Lembaga Pendidikan Raudhatul Hasanah dari masing-masing perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal serta pertumbuhan dan pembelajaran 2) Bagaimana kinerja Lembaga Pendidikan Raudhatul Hasanah dalam menjalankan kegiatan pendidikan melalui empat perpektif Balanced Scorecard? 3) Langkah dan tindakan apa yang harus dilakukan Lembaga Pendidikan Raudhatul Hasanah dalam upaya memperbaiki kinerja lembaga agar menjadi lebih baik?. Sementara tujuan penelitian dilakukan adalah 1) Mengidentifikasi Indikator-indikator penilaian kinerja di lembaga pendidikan berdasarkan perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal serta pembelajaran dan pertumbuhan 2) Menganalisis kinerja manajemen Lembaga Pendidikan Raudhatul Hasanah secara menyeluruh melalui keempat perspektif dalam Balanced Scorecard 3) Memformulasikan alternatif strategi yang akan digunakan dalam memperbaiki kinerja Lembaga Pendidikan Raudhatul Hasanah. Sedangkan tujuan penelitian dilakukan adalah 1) Memberikan gambaran kepada Lembaga Pendidikan Raudhatul Hasanah mengenai kondisi manajemen lembaga saat ini serta memberikan masukan mengenai formulasi strategi yang baru dan baik sesuai dengan kondisi lembaga saat ini, guna menghasilkan kinerja lembaga yang lebih baik 2) Memberikan gambaran kepada masyarakat khususnya pengguna jasa pendidikan lembaga Pendidikan Raudhatul Hasanah akan hal kondisi kinerja lembaga, agar lebih mengetahui dan merasakan manfaat yang telah diberikan selama ini 3) Bagi peneliti, sebagai bagian dari proses belajar untuk mengembangkan dan mengaplikasi pengetahuan manajemen strategi yang telah diperoleh. Penelitian dilakukan pada Lembaga Pendidikan Raudhatul Hasanah pada bulan November sampai dengan Desember merupakan studi kasus melalui survei, dengan ruang lingkup penelitian hanya pada pengukuran kinerja lembaga dengan metode Balanced Scorecard melalui keempat perspektif yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal serta pembelajaran dan pertumbuhan. Adapun jenis dan sumber data adalah data primer didapat dan responden pelanggan (siswa-siswi) dan staf pengajar serta wawancara dengan responden dan top manajemen. Sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan keuangan, laporan triwulanan dan tahunan lembaga, buku budget dan realisasi dana, serta laporan instansi terkait lainnya. Untuk pengambilan contoh, metode yang digunakan adalah sengaja (purposive sampling), baik untuk pakar. responden pelanggan (siswa-siswi) maupun reponden staf pengajar. Untuk responden pakar digunakan sampel 3 orang dengan tujuan melakukan pembobotan terhadap indikator-indikator kinerja yang ditetapkan secara musyawarah Sedangkan responden pelanggan (siswa-siswi) dan staf pengajar jumlah sampel yang digunakan adalah 100 dan 75 orang. Adapun pengolahan data dilakukan dengan teknik Rentang Kriteria, Uji Mann-Whitney, Indeks Perputaran Pegawai, Analisis Rasio dan Pembobotan Paired comparison, Darni hasil penelitian diperoleh indikator-indikator penilaian kinerja (key performance indicators) pada masing-masing perspektif adalah sebagai berikut 1) Untuk perspektif keuangan indikator yang ditetapkan adalah pertumbuhan surplus/laba (bobot 0,277), Analisis rasio keuangan (bobot 0.360) serta budget dan realisasi (bobot 0,380): 2) Untuk perspektif pelangan, indikator yang ditetapkan adalah tingkat kepuasan pelanggan (bobot = 0,416) dan loyalitas pelanggan (bobot = 0,583); 3) Untuk perspektif proses bisnis internal, indikator yang ditetapkan adalah jangkauan pemasaran (bobot = 0,194), persentase siswa yang masuk tiap tahun (bobot = 0,155), rasio biaya yang dikeluarkan untuk R&D (bobot 0,183), persentase indeks kelulusarı siswa-siswi (bobot 0,149), persentase jumlah lulusan yang masuk perguruan tinggi melalui jalur khusus (PMDK) (bobot 0,171) dan inovasi (bobot 0,155) 4) Untuk perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, indikator yang ditetapkan adalah kepuasan kerja pegawai (bobot 0,146), produktivitas pegawai (bobot = 0,142), kemampuan mempertahankan pegawai (bobot 0,174), kemampuan sistem informasi (bobot 0,110), motivasi dan pemberdayaan (bobot 0,142), tingkat saran yang diimplementasikan (bobot 0,154) serta biaya yang digunakan untuk pengembangan sumberdaya manusia (bobot = 0,126) Dari penilaian tiap-tiap indikator dihasilkan penilaian kinerja lembaga berdasarkan rentang kriteria dan pembobotan paired comparison. Adapun hasil penilain kinerja lembaga berdasarkan rentang kriteria adalah sebagai berikut kinerja perspektif keuangan adalah sangat baik (skor 17), kinerja perspektif pelanggan adalah baik (skor 10), kinerja perspektif proses bisnis internal adalah baik (skor 30), dan kinerja perspektif pembelajaran dan pertumbuhan adalah baik (skor 33). Secara umum kinerja Lembaga Pendidikan Raudhatul Hasanah Medan adalah baik. Sedangkan hasil penilaian kinerja berdasarkan pembobotan paired comparison adalah sebagai berikut kinerja perspektif keuangan adalah sangat baik (nilai 5,62), kinerja perspektif pelanggan adalah baik (nilai 4,99), kinerja perspektif proses bisnis internal adalah baik (nilai 5,05), dan kinerja perspektif pembelajaran dan pertumbuhan adalah baik (nilai 4,66). Meskipun secara umum kinerja lembaga berdasarkan penilain rentang kriteria dan paired comparison adalah baik, namun ada beberapa indikator kinerja yang perlu mendapat perhatian secara baik yaitu untuk perspektif keuangan faktor yang harus diperhatikan adalah pembuatan rencana kegiatan dan anggaran (budgeting) Rencana kegiatan selama ini dianggap masih belum sesuai pada masing-masing bagian, seperti hal yang terjadi yaitu program perluasan area, dan membentukan usaha percetakan kedua program tercantum pada rencana kegiatan pimpinan dan direktur, akan tetapi pada pelaksanaannya dialihkan pada bagian kesejahteraan dan penelitian dan pengembangan (litbang). Pada akhirnya di satu sisi terjadi penggunan anggaran yang berlebihan, namun di sisi lain terjadi efisiensi biaya yang tidak menggambarkan pelaksanaan kegiatan yang baik (program tidak terlaksana). Untuk perspektif pelanggan faktor yang harus mendapat perhatian pihak manajemen adalah perbaikan sarana pendukung operasional pendidikan, seperti gedung asrama, sarana belajar mengajar dan peningkatan fasilitas ekstrakurikuler. Selain itu perlu diadakan evaluasi dibeberapa bidang terutama bidang pelayanan kesehatan siswa-siswi, dan peningkatan kredibilitas bagian pengasuhan sebab, siswa-siswi Lembaga Pendidikan Raudhatul Hasanah merasa kurang puas atas kemampuan staf pengasuhan dalam menyelesaikan beberapa permasalahan dan keluhan yang dialami siswa-siswi (pelanggan). Pada perspektif proses bisnis internal, faktor yang perlu diperhatikan pihak manajemen adalah prestasi kelulusan siswa-siswi yang cenderung menurun. Penurunan prestasi lulusan harus dievaluasi dengan mengikutsertakan beberapa pihak yang terkait. Evaluasi dilakukan untuk mencari sebab-sebab terjadinya penurunan prestasi lulusan (alumni). Sebab, penurunan kualitas lulusan akan berpengaruh persaingan perebutan kursi perkuliahan negeri. Langkah yang memungkinkan dilakukan adalah pembekalan siswa-siswi tingkat akhir dengan mengadakan bimbingan test yang terprogram secara baik. Selain itu indikator lain yang harus mendapat perhatian adalah inovasi, karena inovasi yang telah dilakukan lembaga berkaitan dengan perubahan peraturan untuk perbaikan pelayanan kurang mendapat respon yang baik dari staff pengajar, oleh karena itu bagi pihak manajemen diharapkan mengikutsertakan beberapa pihak- pihak yang terkait dalam menetapkan kebijakan perubahan peraturan, sehingga perubahan dapat diterima semua pihak secara baik, namun hendaknya perubahan peraturan tersebut harus dijalankan secara keseluruhan tanpa harus memandang perbedaan yang satu dengan lainnya. Dari hasil penelitian kinerja Lembaga Pendidikan Raudhatul Hasanah dapat diformulasikan alternatif strategi yang nantinya dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja antara lain: 1) Pembenahan sistem penetapan program sarana pendidikan khususnya bangunan asrama, mck, fasilitas belajar mengajar serta pelayanan balai kesehatan 3) Meningkatkan kemampuan sistem informasi lembaga, 4) Mempertahankan staff pengajar. Analisis kinerja dengan Balanced Scorecard dapat menggambarkan kinerja organisasi secara keseluruhan. Oleh karena itu disarankan kepada pihak manajemen Lembaga Pendidikan Raudhatul Hasanah untuk menerapkan model analisis tersebut, sebab dengan metode tersebut indikator kinerja negatif dapat diketahui dengan akurat sehingga dapat dilakukan tindakan strategi dengan cepat. | |