| dc.description.abstract | Pada dasarnya setiap organisasi atau badan usaha dalam menjalankan aktivitas
bisnisnya bercita-cita untuk tumbuh dan berkembang demi memuaskan semua pihak
yang berkepentingan dengan perusahaan seperti, pemegang saham, kreditur, pemerintah,
pelanggan dan karyawan dimana masing-masing pihak memiliki memiliki kepentingan
yang berbeda. Pencapaian sasaran harus diukur secara periodik yang lazim dipergunakan
adalah bulanan untuk internal dan kwartal untuk eksternal. Metode pengukuran kinerja
perusahaan cukup banyak dan bervariasi jenisnya, salah satu metode pengukuran adalah
dengan menilai kinerja keuangan. Pengukuran atas kinerja keuangan dilakukan dengan
menganalisa laporan keuangan yang terdiri dari laporan neraca dan laporan laba rugi,
alat analisa yang dipergunakan adalah analisa ratio seperti: ROI, ROA, ROE dan lainnya.
Kinerja keuangan bersumber dari data historis akuntansi, data tersebut adalah
serangkaian catatan transaksi keuangan pada tahun yang lalu dan telah di kelompokkan
sedemikian rupa sesuai dengan prisip-prinsip akuntansi. Perkembangan selanjutnya
memperlihatkan bahwa kinerja keuangan saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan
akan informasi atas kinerja perusahaan, dan tidak cukup pula untuk menjawab
permasalahan jangka panjang didalam pengambilan keputusan-keputusan strategis
mengenai arah dan tujuan perusahaan. Berdasarkan keterbatasan dan kurangan jika
hanya menilai kinerja berdasarkan kapada analisa keuangan, pada tahun 1992 Kaplan
dan Norton mengembangkan sebuah teknik untuk mengukur kinerja perusahaan yang
disebut balance scorecard. Methode ini dikembangkan dengan dasar pemikiran bahwa
kineja keuangan adalah masa lampau sementara bisnis akan terus tumbuh dan
berkembang. Bisnis akan berkembang dengan baik apabila organisasi bisnis / perusahaan
mampu memberikan nilai lebih kepada pelanggan dibandingkan kepuasan yang telah
diberikan oleh pesaing. Kepuasan pelanggan harus dijaga setiap waktu, upaya
memuaskan pelanggan dilakukan melalui serangkaian inovasi secara terus menerus pada
proses produksi serta mengembangkan kompetensi karyawan melalui pelatihan.
Pencapaian kepuasan pelanggan, proses inovasi dan kepuasan karyawan serta
peningkatan kompetensi karyawan harus diukur keberhasilannya. Metocie balance
scorecard adalah salah satu alat untuk mengukur keempat kinerja tersebut secara
bersamaan. Metode tersebut telah diimplementasikan secara luas selama sepuluh tahun
terakhir di seluruh dunia oleh perusahaan terkemuka, PT. Wika Intrade adalah salah satu
perusahaan yang mengimplementasikan metode balance scorecard di Indonesia untuk
mengukur kinerja bisnisnya. Implementasi ini diharapkan memberikan gambaran lebih
jelas dan transparan kepada manajemen bagaimana kinerja bisnis secara keseluruhan...dst | |