Analisis Aktivitas Penyuluhan Pertanian dan Hubungan Dengan Kinerja Kelompok Tani Di Kabupaten Bogor
Abstract
Besarnya perhatian dan keyakinan pemerintah Indonesia akan pentingnya sektor pertanian dapat dilihat dari kesungguhannya dalam membangun pertanian dengan menyediakan segala sarana dan prasarana seperti pembangunan irigasi, pasar dan bantuan alat-alat pertanian untuk proses produksi dan pengolahan hasil usahatani. Demikian pula segala kemudahan bagi petani dalam bentuk modal usaha termasuk berbagai bentuk subsidi. Keberhasilan pembangunan pertanian di Indonesia diawali oleh keberhasilan keterpaduan aktivitas penyuluhan pertanian.
Kantor Informasi dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Bogor sebagai instansi penyelenggaraan penyuluhan pertanian, melalui instansi vertikalnya di tingkat kecamatan yaitu Balai Penyuluhan Pertanian, melakukan pembinaan terhadap kelompok tani. Mekanisme dan tatakerja penyelenggaraannya sering mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Konsekuensi perubahan sistem pembinaan memberi dampak yang tidak menguntungkan terhadap perkembangan kelompok tani. Aktivitas penyuluhan yang dilaksanakan para penyuluh masih terbatas pada
upaya perubahan sistem pertanian yang mengarah pada usaha komersial. Kelompok
tani binaan sejumlah 1.879 kelompok tersebar di tiga puluh wilayah BPP dengan
kondisi alam yang menghendaki corak dan ragam usahatani yang berbeda-beda dalam
satu wilayah kelompok tani. Tenaga penyuluh pertanian dalam wilayah binaan KIPP
Kabupaten Bogor yang secara langsung melakukan pembinaan terhadap berbagai program pembangunan pertanian di tingkat kelompok tani berjumlah 113 orang. Jumlah penyuluh yang tidak sebanding dengan jumlah kelompok tani menjadi hambatan untuk dapat membina secara intensif. Mutu penyuluhan pertanian sangat ditentukan oleh kelembagaan penyuluhan pertanian yang meliputi aparat, mekanisme, tata kerjanya dan kemamputerimaan dari kelompok tani beserta anggotanya sebagai sasaran penyuluhan pertanian. Mekanisme dan tata kerja penyuluhan pertanian yang sering mengalami perubahan berdampak terhadap kinerja penyuluh pertanian dalam melakukan aktivitas pembinaan kelompok tani, sehingga mereka mampu berusaha tani yang lebih baik. Keberhasilan aktivitas
penyuluhan pertanian dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya sistem dan
metode serta tingkat pengetahuan sasaran penyuluhan pertanian. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana aktivitas penyuluh pertanian dalam melakukan kegiatan penyuluhan pertanian, (2) Sejauh mana kemampuan kelompok tani memacu kinerjanya untuk memajukan kelompoknya, (3) Bagaimana aktivitas penyuluh pertanian terhadap kinerja kelompok tani di Kabupaten Bogor..dst
Collections
- MT - Business [4057]
