Show simple item record

dc.contributor.advisorSyah, Hamdani
dc.contributor.advisorSarma, Ma'Mun
dc.contributor.authorMahjali,Said
dc.date.accessioned2024-12-05T06:16:48Z
dc.date.available2024-12-05T06:16:48Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159667
dc.description.abstractSebagaimana industri lainnya, persaingan antar perusahaan dalam industri pangan tergolong cukup tinggi. Tingginya tingkat persaingan ini menuntut setiap perusahaan untuk mampu bersaing dalam segala bidang termasuk harga. Persaingan dalam harga dapat dimenangkan apabila ada efisiensi dalam produksi. Efisiensi ini pada akhirnya akan memberikan biaya produksi yang rendah sehingga harga jual lebih kompetitif. Salah satu tolok ukur keberhasilan suatu perusahaan adalah terletak pada kemampuan manajemen perusahaan dalam mengelola sumberdaya yang dimilikinya untuk dapat beroperasi dengan efisien dan efektif dengan mengidentifikasi setiap aktifitas baik yang memiliki nilai ambah (value added activity) maupun yang tidak memiliki nilai tambah (non- value added activity). Activity-Based Costing (ABC) merupakan salah satu sistem informasi biaya yang mampu menelusuri biaya berbagai aktifitas dalam proses produksi perusahaan. Penelusuran aktifitas diperlukan manajemen perusahaan untuk dapat menganalisis dan mengendalikan biaya. Perusahaan "X" merupakan salah Satu perusahaan yang sedang tumbuh dalam industri pangan yang memproduksi Dahan makanan Jelly dengan merek Trapikool. Perusahaan ini terletak di Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Berdasarkan pertimbangan di atas maka perlu dilakukan penelitian tentang: "Analisis pengurangan biaya nelalui penerapan Activity-based Costing dan implikasinya terhadap penentuan marga jual produk jelly perusahaan "X". Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi Kasus yang dilakukan selama dua bulan yaitu dari tanggal 2 Januari s/d 28 Febrruari 2004 dan bertujuan untuk menganalisis pengurangan biaya produksi elly perusahaan "X" berdasarkan aktifitas serta mengetahui berapa persen Derbedaan biaya melalui ABC dan metode perusahaan. Disamping itu juga Dertujuan untuk mengetahui sistem penentuan harga jual saat ini dan nengembangkan sistem penentuan harga jual yang paling tepat dengan metode ABC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ABC dalam menghitung Harga Pokok Produksi menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan IPP yang dihitung oleh perusahaan. Perhitungan dengan ABC memberikan HPP ebesar Rp 18.194.69 per unit (kardus) yaitu lebih tinggi 7,3% dibandingkan hasil Derhitungan perusahaan yaitu 16.920 per unit. Persentase mark-up harga yang Hiterapkan perusahaan saat ini menurut ABC adalah 18,17 % sedangkan persentase markup menurut perusahaan adalah 27%..dst
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleAnalisis Pengurangan Biaya Melalui Penerapan Activity Based Costing dan Implikasinya Terhadap Penentuan Harga Jual Produk Jerlly Pada Perusahaan X""id
dc.subject.keywordPengurangan Biayaid
dc.subject.keywordActivity Based Costing (Abc)id
dc.subject.keywordJellyid
dc.subject.keywordAktifitas Tidak Menambah Nilaiid
dc.subject.keywordHarga Pokok Produksi(Hpp)id
dc.subject.keywordPengurangan Biayaid
dc.subject.keywordActivity Based Costing (ABC)id
dc.subject.keywordJellyid
dc.subject.keywordAktifitas Tidak Menambah Nilaiid
dc.subject.keywordHarga Pokok Produksi (HPP)id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record