Show simple item record

dc.contributor.advisorRatnawati, Anny
dc.contributor.advisorSyah, Hamdani M.
dc.contributor.authorManarfa, Laode Muhammad Nurrahman
dc.date.accessioned2024-12-05T06:07:45Z
dc.date.available2024-12-05T06:07:45Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159650
dc.description.abstractSub sektor perkebunan dalam tahun 1994/1995 menyumbang sekitar 12,7 % dari perolehan devisa negara dari sektor non migas, dimana salah satu komoditas perkebunan yang cukup penting dalam menyumbang perolehan devisa adalah komoditi jambu mete (Anacardium Occidentale L). Propinsi Sulawesi Tenggara yang merupakan salah satu daerah penghasil terbesar jambu mete di Indonesia, dimana disana sampai sekarang perdagangan komoditi ini masih dominan mengandalkan bentuk gelondong, sedangkan produk olahan sebatas bentuk kacang mete. Dalam pengolahan gelondong menjadi kacang mete, selalu dilakukan proses penghilangan unsur CNSL (Cashewnut Shell Liquid) yang dianggap memiliki sifat toksik bagi manusia. Dari berbagai referensi, diketahui bahwa CNSL yang terkandung dalam kulit mete (cangkang) sesungguhnya dapat dijadikan by product dalam agroindustri jambu mete. Dari Manfaat yang ada serta melihat potensi melimpahnya kulit mete yang tidak termanfaatkan, maka limbah tersebut dapat dijadikan komoditi yang menguntungkan bagi petani, dengan memberikan alternatif pengolahan yang tepat, sehingga CNSL yang hilang dapat dijadikan produk yang bernilai ekonomi cukup tinggi. Dari kondisi lapangan yang diamati, dapat diidentifikasi beberapa permasalahan yang ditemui, yaitu; kulit jambu mete masih dianggap sebagai limbah dari industri pengolahan komoditi ini, proses pengolahan jambu mete menjadi kacang mete yang selama ini dilaksanakan oleh masyarakat justru mengakibatkan hilangnya kandungan CNSL yang ada, ekstraksi CNSL saat ini masih merupakan kegiatan usaha yang langka di Indonesia serta belum dikenal luas oleh masyarakat, dan pendirian ekstraksi CNSL dianggap membutuhkan dana investasi yang relatif besar. Batasan masalah yang akan dikaji dari hasil identifikasi permasalahan tersebut adalah; bagaimana secara teknis proses ekstraksi CNSL sehingga dapat menjadi suatu produk yang bernilai ekonomi, berapa besar investasi yang harus ditanam untuk melakukan kegiatan ekstraksi CNSL agar menjadi sebuah proyek yang layak dan menguntungkan, bagaimana potensi pasar bagi produk CNSL di tingkat nasional, dan bagaimana hasil CNSL dapat meningkatkan pendapatan petani. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah; mengkaji aspek potensi pasar produk CNSL, mengetahui aspek teknis ekstraksi CNSL, menilai kelayakan investasi proyek ekstraksi CNSL, dan mengkaji aspek peningkatan pendapatan petani dari hasil CNSL. Dari tujuan tersebut, penelitian ini juga diharapkan memberi manfaat berupa; masukan kepada semua pihak suatu alternatif pengembangan by product jambu mete, dan sebagai referensi bagi penelitian selanjutnya dalam melakukan pengembangan lebih lanjut tentang CNSL. Ruang lingkup dari penelitian ini hanya mencakup aspek pasar, aspek teknis, aspek kelayakan finansial, dan aspek peningkatan pendapatan petani di Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Desember 2002 sampai dengan Februari 2003, dengan menggunakan metode deskriptif melalui studi kasus. Setelah dilakukan pembahasan aspek pasar, aspek teknis, aspek kelayakan finansial, dilanjutkan membahas mengenai analisis sensitivitas, analisis skala yang akhirnya mengkaji peningkatan pendapatan petani jambu mete sesudah dilakukan pemanfaatan CNSL. Berbagai data yang dibutuhkan baik data primer maupun sekunder diperoleh dari berbagai sumber yang dianggap memiliki relevansi dengan penelitian ini. Data primer diperoleh melalui wawancara dan diskusi dengan berbagai narasumber yang berkompeten, sedangkan data sekunder diperoleh melalui laporan serta dokumentasi dari berbagai sumber yang dianggap memiliki keterkaitan dengan komoditi jambu mete maupun produk CNSL. Pengolahan dan analisis data dilakukan sesuai dengan fokus penelitian pada analisis finansial yang meliputi penyusunan biaya ekstraksi, proyeksi arus kas (cash flow) serta penilaian kelayakan investasi dengan menggunakan kriteria Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Internal Rate of Return (IRR) dengan beberapa asumsi yang akan dipakai untuk memperkirakan beberapa hal yang mempengaruhi seperti; harga, jumlah bahan baku, jumlah produksi, jumlah permintaan, kenaikan biaya, fluktuasi rupiah dan lain-lain. Peningkatan pendapatan petani diukur dengan membandingkan hasil yang akan diperoleh setelah memanfaatkan CNSL dengan hasil pola sebelumnya. Produsen CNSL pada tingkat dunia didominasi oleh beberapa negara penghasil jambu mente besar seperti; India, Brazil, Tanzania, Mozambique, Vietnam, dan Thailand, sedangkan importir produk CNSL sangat banyak, yang lebih dari dua belas negara serta Indonesia termasuk di dalamnya sebagai negara pengimpor CNSL, walaupun di Indonesia telah dicoba melakukan produksi CNSL pada Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Harga CNSL di tingkat dunia sangat bervariasi, dengan sebab yang belum jelas seperti pada negara India yang menjual CNSL dengan harga paling rendah, sedangkan harga yang tertinggi dari data yang diperoleh adalah pada produk CNSL dari negara Tanzania. Hasil kajian pada wilayah penelitian memberikan kenyataan bahwa potensi bahan baku jambu mete yang tersedia di Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna adalah sebesar 2.015 ton dengan dengan jumlah limbah berkisar sebesar 1.477,67 ton yang berupa kulit mete. Bahan baku yang berasal dari limbah tersebut diperkirakan menghasilkan sebesar 210,60 sampai 295,20 ton CNSL dengan nilai mencapai Rp. 378.989.570 pertahun. Kajian penggunaan kedua metode ekstraksi tradisional memberikan nilai kelayakan investasi yang memadai. Hasil penilaian kelayakan metode tradisional terlihat lebih rendah dibandingkan dengan metode semi modern, hal tersebut diakibatkan rendahnya rendemen hasil yang dicapai dan tingginya komponen biaya variabel produksi. Perolehan nilai kelayakan (NPV, BCR, dan IRR) pada faktor diskonto 15% sebesar; Rp.427.929.670, 7,58 dan 242,62 % pada produksi sesuai potensi bahan baku. Pada analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan berupa penurunan harga jual adalah komponen penilaian yang paling sensitif bagi usaha ekstraksi CNSL, dibandingkan dengan kenaikan biaya produksi, atau penurunan produksi, sedangkan penguatan nilai rupiah sebesar 6% akan menyebabkan kerugian pada metode tradisional, pada metode semi modern dapat bertahan pada penurunan kurs dolar sebesar 35%. Pendapatan petani setelah penerapan pola pemanfaatan CNSL naik sebesar Rp. 361.960 (tahun pertama) kemudian menurun sampai pada Rp. 284.600 (tahun ke lima) per ton kacang mete yang dihasilkan, dengan perbandingan rasio R/C sebesar 1,32 dari sebelumnya sebesar 1,30 (metode tradisional). Sedangkan penerapan metode semi modern menghasilkan tambahan keuntungan sebesar Rp. 575.110 (tahun pertama) yang menurun sampai pada Rp. 511.944 (tahun ke lima), dengan rasio R/C sebesar 1,33 dari sebelumnya sebesar 1,30. Penurunan tambahan keuntungan maupun rasio R/C pada kedua metode yang dianalisa akibat peningkatan biaya produksi sebesar 5% setiap tahun yang mempengaruhi besaran total biaya keseluruhan. Kinerja metode tradisional ekstraksi CNSL, secara teoritis sangat rendah dibandingkan tingkat ideal rendemen, maupun efisiensi biaya yang diperlukan. Solusi penambahan inovasi pada metode ini antara lain dengan melakukan pengecilan ukuran bahan baku sebelum dilakukan proses pemanasan untuk memudahkan keluarnya minyak, selanjutnya ampas sisa yang masih mengandung minyak dikempa dengan alat press sederhana untuk mengeluarkan sisa minyak yang tertinggal. Kayu sebagai bahan bakar dapat diganti dengan pemanasan berbahan minyak maupun elektrik yang mudah diperoleh. Kontinuitas pasokan bahan baku kulit mete sangat penting bagi kelangsungan dan efisiensi penerapan metode semi modern ekstraksi CNSL. Kondisi panen jambu mete yang terjadi 1 kali setahun ternyata tidak mengganggu kelancaran pasokan bahan baku, dari kebiasaan petani menyimpan gelondong mete kering untuk dijual atau diolah hanya pada saat dibutuhkan. Demi menjamin kelancaran pasokan bahan baku diperlukan komitmen petani dalam bentuk koperasi atau kelompok tani, yang sekaligus memperkuat posisi tawar terhadap pedagang perantara. Pengembangan pasar produk CNSL untuk kebutuhan dalam negeri masih terbuka di samping sebagai subtitusi impor, juga dengan melakukan kegiatan pengembangan produk turunan. Sedangkan bagi Pemerintah Daerah, pemanfaatan CNSL dapat menjadi salah Sumber Pendapatan Daerah yang cukup besar dengan dampak positif terhadap perbaikan proses panen petani dengan hasil mutu jambu mete yang lebih baik. Dukungan perbankan diperlukan bagi pengembangan industri CNSL yang lebih besar, dengan hasil nilai kriteria kelayakan investasi yang memadai, cukup menjamin potensi pengembalian pinjaman dalam waktu yang singkat.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleAnalisis Pemanfaatan Cnsl (Cashewnut Shell Liquid) Untuk Meningkatkan Pendapatan Petani Jambu Mete Di Kecamatan Tongkuno Kabupaten Munaid
dc.subject.keywordManajemen Finansialid
dc.subject.keywordMetode Ekstrasi Cnsl Tradisionalid
dc.subject.keywordMetode Ekstrasi Csnl Semi Modernid
dc.subject.keywordMesin Prototype Pemeras Cnslid
dc.subject.keywordJambu Mete (Anacardium Occidetale)id
dc.subject.keywordAnalisis Kelayakan Investasiid
dc.subject.keywordKriteria Kelayakan Investasiid
dc.subject.keywordAnalisis Skalaid
dc.subject.keywordAnalisis Sensitivitasid
dc.subject.keywordAnalisis Peningkatan Pendapatan Kecamatan Tongkunoid
dc.subject.keywordKabupaten Munaid
dc.subject.keywordSulawesi Tenggaraid
dc.subject.keywordCashewnut Shell Liquid (CNSL)id
dc.subject.keywordMetode Ekstraksi CNSL Tradisionalid
dc.subject.keywordMetode Ekstraksi CNSL Semi Modernid
dc.subject.keywordMesin Prototype Pemeras CNSLid
dc.subject.keywordJambu Mete (Anacardium Occidetale L)id
dc.subject.keywordManajemen Finansialid
dc.subject.keywordAnalisis Kelayakan Investasiid
dc.subject.keywordKriteria Kelayakan Investasiid
dc.subject.keywordAnalisis Skalaid
dc.subject.keywordAnalisis Sensitivitasid
dc.subject.keywordAnalisis Peningkatan Pendapatan. Kecamatan Tongkunoid
dc.subject.keywordKabupaten Munaid
dc.subject.keywordSulawesi Tenggara.id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record