| dc.description.abstract | Krisis perbankan yang disebabkan oleh adanya krisis ekonomi yang berkelanjutan menyebabkan dunia perbankan harus lebih kreatif dalam menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan kinerjanya. Hal inilah yang berakibat pada berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap bank. Pada saat ini masyarakat merasa bingung untuk memilih tempat yang aman untuk menyimpan uang yang dimilikinya. Mereka selalu saja was-was untuk menyimpan uang mereka dalam jumlah besar di suatu bank. Demikian pula yang terjadi pada tahun 1999 pada saat pemerintah memutuskan untuk memerger empat bank pemerintah hal ini membuat bingung para karyawan dan nasabah. Hal ini sangatlah tidak mudah bagi siapa saja yang terkait dengan keadaan ini.
Banyaknya jumlah bank yang ada di Indonesia menyebabkan Bank X harus bersaing. Dalam bersaing, Bank X perlu melakukan promosi. Pada saat ini bank-bank di Indonesia sedang mengalami perang promosi dan periklanan. Hampir di setiap kegiatan membutuhkan promosi. Disamping itu pemasaran bagi bank merupakan hal yang sangat penting dalam memperkenalkan dan menjual sarana-sarana pengumpulan dana (input) dan penyaluran kredit karena pemasaran jasa-jasa bank sulit, kompleks dan unik.
Sampai saat ini telah banyak dana yang dikeluarkan oleh Bank X untuk melakukan promosi tetapi belum mampu mendongkrak image perusahaan yang ada hanya nama saja. Itupun lebih efektif jika dilakukan dengan memasang iklan di televisi. Dengan masalah yang ada, Bank X perlu mengetahui citranya di masyarakat dan menentukan Positioning yang jelas untuk menentukan jenis corporate promotion yang seperti apa yang cocok untuk dilakukan oleh Bank X selain product promotion yang juga telah dilakukan oleh Bank X. Yang diperlukan oleh Bank X saat ini adalah meningkatkan citranya, karena dengan meningkatnya citra Bank X maka tujuan akhir atau akibat yang diharapkan dari promosi secara keseluruhan yaitu meningkatnya jumlah nasabah akan tercapai.
Berdasarkan latar belakang yang ada maka dirumuskan masalah sebagai berikut: 1) bagaimana strategi corporate promotion yang dilakukan PT. Bank X?, 2) bagaimana citra PT. Bank X di masyarakat?, 3) bagaimana strategi promosi yang lebih tepat untuk meningkatkan image (citra) PT. Bank X?, 4) faktor-faktor apa saja yang dihadapi perusahaan dalam meningkatkan image atau citranya? dan 5) bagaimana persepsi konsumen terhadap PT. Bank X?. Dari perumusan masalah, maka penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisa strategi corporate promotion yang dilakukan PT. Bank X, 2) menganalisa persepsi konsumen terhadap citra PT. Bank X, 3) menganalisa faktor-faktor internal dan eksternal dan 4) merekomendasikan strategi promosi berdasarkan analisis konsumen dan analisis SWOT.
Penelitian ini diharapkan akan bermanfaat baik bagi perusahaan dan penulis sendiri. Penelitian ini menggunakan metode survei dan studi kasus yang bersifat deskriptif. Metode tersebut digunakan untuk mengumpulkan data yang digunakan untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang menyangkut keadaan saat ini. Teknik pengambilan contoh adalah pemilihan sampel dari populasi secara non acak (non probability sampling) dengan cara judgement sampling atau disebut juga purposive sampling. Purposive sampling ini pada dasarnya merupakan suatu bentuk dari convinience sampling bila ditinjau dari cara-cara pengambilan unit sampelnya, yaitu sampel diambil berdasarkan ketersediaan elemen dan kemudahan untuk mendapatkannya, yang membedakannya adalah penarikan sampel berdasarkan purposive sampling diambil berdasarkan kriteria yang telah dirumuskan terlebih dahulu. Kriteria tersebut adalah: responden yang dipilih paling tidak pernah berhubungan dengan bank, berusia 17 tahun ke atas, pendidikan minnimal SMP dan berada di Jakarta. Penyebaran kuesioner kepada responden sebanyak 215 kuesioner tetapi yang mengembalikan adalah 202 responden. Alat analisa yang digunakan adalah Analisis Cochran, Analisis Thurstone dan Analisis SWOT.
Hasil dari analisis persepsi konsumen tersebut adalah hampir semua responden mengenal Bank X, Bank X merupakan bank prioritas ketiga yang digunakan responden setelah BCA dan BNI. Dari 202 orang responden, yang telah menjadi nasabah Bank X adalah sebanyak 61 orang responden sedangkan yang belum menjadi nasabah tetapi berminat adalah 59 orang dan 82 orang responden tidak berminat menjadi nasabah Bank X.
Dari hasil Analisis Thurstone dalam menentukan tingkat kepentingan maka dapat disimpulkan atribut-atribut terpenting yang dipertimbangkan oleh responden dalam memilih sebuah Bank, atribut utama yang terpenting yaitu: pelayanan ramah, profesional dan cepat, selanjutnya secara berturut-turut dari yang terpenting sampai atribut yang tidak penting adalah: jumlah ATM, keamanan, jenis bank, kredibilitas, reputasi/ nama baik, lokasi bank dekat rumah, fasilitas teknologi, bunga simpanan bersaing, lokasi dekat kantor, biaya administrasi, potongan pajak, popularitas, hadiah/ bonus dan bunga kredit bersaing.
Dari hasil Analisis Citra Bank X brand image yang di dalamnya terkandung atribut-atribut sebagai berikut: lokasi yang strategis, pelayanan yang ramah, profesional dan cepat, jenis bank yaitu bank milik pemerintah, bunga simpanan bersaing, potongan pajak yang tidak terlalu tinggi, jumlah ATM yang banyak, kredibilitas, fasilitas teknologi, popularitas, biaya administrasi yang tidak tinggi, hadiah/bonus baik langsung maupun undian, keamanan dan reputasi. Sebagaimana diketahui, semakin banyak atribut yang berhubungan membentuk brand image, akan semakin kuat perceive quality konsumen terhadap Bank X. Dengan demikian pihak manajemen Bank X dapat mengetahui bahwa keempatbelas atribut di ataslah yang menarik minat responden untuk menjadi nasabah Bank X.
Dari hasil analisis SWOT alternatif strategi yang dapat direkomendasikan adalah Meningkatkan loyalitas nasabah, memperkuat image, meningkatkan, kepercayaan masyarakat terhadap bank hasil merger, meningkatkan kualitas pelayanan, memberikan tanggapan terhadap keluhan nasabah, promosi lebih fokus dan terstruktur, peningkatan kualitas SDM pada front office, meningkatkan kepuasan nasabah dan meningkatkan profesionalisme di front office. Hal-hal tersebut diharapkan dapat memberi masukan bagi promosi Bank X.
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah Bank X merupakan suatu bank yang besar dan telah dikenal luas oleh masyarakat meskipun Bank X masih tergolong bank yang sangat muda. Hal ini dapat dibuktikan bahwa hampir semua responden mengenal Bank X. Tetapi masih banyak diantara mereka yang hanya sekedar mengetahui adanya Bank X tanpa mengetahui secara lebih banyak lagi tentang Bank X.
Saran yang dapat diberikan adalah Bank X diharapkan menjadi pelopor untuk menanamkan banking minded yang benar kepada masyarakat sejak dini yaitu pada usia sekolah dengan mendirikan Bank Mini. Program-program yang dilakukan Bank X adalah sangat baik apabila sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat Indonesia sehingga dalam mempromosikannya juga akan lebih mengena pada sasarannya. Terciptanya banking minded dan kekuatan yang baik dalam segala hal maka akan dapat membentuk citra yang baik di masyarakat. Penilaian tentang kinerja dari kegiatan-kegiatan promosi yang telah dilakukan adalah sangat penting. Tujuan dari penilaian kinerja ini adalah apakah komunikasi yang telah dilakukan oleh Bank X telah memberikan hasil yang sesuai dengan harapan Bank X, mengadakan penelitian tentang media-media yang paling efektif bagi promosi Bank X, misalnya pada media majalah maka yang harus diketahui adalah majalah apa yang paling banyak dibaca oleh nasabah maupun calon nasabah. Begitu juga pada mediatelevisi, radio, surat kabar dan lainnya. Dari hasil penelitian ini maka Bank X dapat menggunakan media yang paling tepat untuk mencapai sasaran. | |