Show simple item record

dc.contributor.advisorKirbrandoko
dc.contributor.advisorHartoyo
dc.contributor.authorMeirad, M.Yulian
dc.date.accessioned2024-12-05T05:54:52Z
dc.date.available2024-12-05T05:54:52Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159632
dc.description.abstractIndonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau 17.508 buah dan memiliki panjang garis pantai 81.000 kilometer dan sumber daya perairan umum seluas 141.690 hektar. Luas wilayah Indonesia, termasuk Zona Ekonomi Eksklusif, adalah 5,8 juta kilometer persegi. Dalam menghadapi persaingan global pada abad ke-21 mendatang Indonesia harus mampu memanfaatkan kekayaan sumber daya alam dan keragaman hayatinya secara bijaksana. Spesies flora dan fauna di lautan Indonesia merupakan yang terkaya dalam keanekaragamannya. Keunggulan sumber daya alam negara kita berada di laut yang oleh para pakar dari dalam dan luar negeri dinilai paling kaya dalam kandungan biota dan ekosistemnya di dunia. Selain itu, keragaman hayati yang berada di perairan umum juga sangat tinggi sehingga sub sektor perikanan menjadi andalan pembangunan di masa depan. Perikanan melalui kegiatan penangkapan dan budi daya menjadi penting terutama dalam menunjang pasok pangan di masa mendatang. Peranan perikanan pada ketahanan pangan sudah disadari kepentingannya terutama di tahun 2010 yang diproyeksikan FAO pada masa itu terjadi kebutuhan pasok pangan yang tinggi sehubungan dengan pertambahan penduduk dunia. Semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan dan kesadaran mengenai perlunya mengkonsumsi makanan yang bergizi, menyebabkan timbulnya permintaan berbagai macam pilihan makanan yang bergizi tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan ikan pada masyarakat, ikan dapat dipasarkan dalam bentuk segar hidup, dalam bentuk segar mati, atau dalam bentuk olahan. Produk perikanan yang ada saat ini sudah sangat bervariasi, seperti : berbagai macam produk ikan beku hingga produk olahannya seperti fish fillet, fish nugget, fish ball, dan lain-lain. Dengan banyaknya jenis-jenis produk olahan ikan dengan berbagai merek maka perusahaan yang bergerak di bisnis ikan harus bisa memahami dan memenuhi keinginan dari konsumen. PT. Mitra Pangan Lestari (MPL) sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perikanan dengan tujuan ekspor telah melakukan diversifikasi usaha dengan memproduksi produk makanan olahan berbahan baku ikan nila atau tilapia dengan menggunakan merek Sea-U. Untuk menghadapi persaingan di industri makanan olahan ikan, perusahaan perlu menerapkan strategi pemasaran yang tepat agar mampu bersaing dengan perusahaan lain di industri sejenis. Tersedianya berbagai macam jenis makanan olahan yang berbahan baku ikan baik yang di pasarkan oleh PT. MPL maupun yang dipasarkan oleh perusahaan lain menimbulkan adanya persaingan untuk merebut konsumen. Oleh karena itu, pihak manajemen perusahaan perlu mengetahui sampai sejauh mana konsumen mengenal produk Sea-U dan faktor-faktor apa yang menjadi pilihan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen dalam membeli produk makanan olahan ikan yang disukai sehingga perusahaan dapat memberikan kepuasan yang lebih baik dan tidak beralih ke merek lain. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah : (1) Mengidentifikasi karakteristik konsumen baso ikan (2) Menganalisis atribut produk baso ikan yang dianggap penting bagi konsumen (3) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi baso ikan merek Sea-U. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei untuk menganalisis perilaku konsumen dalam mengkonsumsi baso ikan. Teknik pengambilan contoh yang digunakan adalah tidak berpeluang (non probability sampling), yang dilakukan dengan memilih pusat perbelanjaan yang menjual produk PT Mitra Pangan Lestari. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer, diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan serta melakukan wawancara dan pengisian kuesioner oleh responden. Data Sekunder, diperoleh melalui internal perusahaan, BPS, dan literatur yang berkaitan dengan penelitian ini. Dalam penentuan responden digunakan teknik purposive sampling (pengambilan responden dengan sengaja), yaitu sebanyak 96 responden yang merupakan konsumen dari produk baso ikan atau paling tidak adalah orang yang pernah mencoba produk baso ikan. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Mitra Pangan Lestari di Jakarta mulai bulan Mei 2002 sampai dengan Juli 2002. Data yang diperoleh dianalisis dengan : (1) Tabulasi frekuensi maupun tabulasi silang guna mendapatkan gambaran data demografi konsumen. (2) Analisis Thurstone untuk mengukur peringkat kepentingan atribut. (3) Analisis Korespondensi untuk memetakan bagaimana posisi relatif produk dengan atribut yang dimiliki. (4) Metode Kluster untuk mensegmentasi pelanggan berdasarkan aspek psikografi. (5) CHAID untuk menentukan ciri antar segmen. Hasil penelitian diperoleh dengan mengelompokkan responden berdasarkan analisis gerombol k-rataaan (K-means Cluster Analysis) menjadi empat kelompok dan analisis CHAID untuk menterjemahkan ciri antar kelompok tersebut, yaitu Integrated (22%) yang dicirikan oleh kematangan psikologis dan berorientasi estetis, Emulator (15%) yang dicirikan oleh ambisius dan sadar status, Experential (28%) yang dicirikan dengan suka menyukai hal-hal baru, dan Achiever (35%) yang dicirikan dengan individualistis dan mudah berubah pendirian. Dari data demografi diketahui bahwa responden terdiri dari wanita (69,8%) dan pria (30,2%) dengan usia responden paling banyak berada diantara 26 – 35 tahun (41,7%), dan paling banyak bekerja sebagai pegawai swasta (49%), sedangkan pengeluaran untuk konsumsi makanan paling banyak berada diantara Rp 500.000 – Rp 1.000.000,-. Dengan melihat perilaku konsumen, merek baso ikan yang pertama kali diingat paling banyak adalah Kimbo (33,3%), sumber informasi mengenai produk baso ikan Sea-U paling banyak diperoleh dari melihat sendiri ditoko atau supermarket (22,9%), alasan konsumen belum mengkonsumsi Sea-U paling banyak karena belum pernah mendengar (33,3%), sedangkan pengaruh pengambilan keputusan pembelian baso ikan paling banyak adalah dilakukan sendiri (41,7%). Dengan menggunakan analisis Korespondensi, dari 11 atribut yang diteliti diketahui bahwa produk baso ikan Sea-U dekat dengan atribut label halal dan kemasan, akan tetapi masih jauh dengan atribut lainnya yang dimiliki oleh produk baso ikan Kimbo dan Bumifood. Dengan menggunakan analisis Thurstone diketahui bahwa atribut yang paling dipentingkan konsumen adalah rasa, kemudian diikuti dengan tanpa pengawet, dan label halal. Sedangkan atribut yang kurang dipentingkan konsumen adalah kekenyalan, tekstur, dan kemasan. Dari informasi dan analisis yang dilakukan diperoleh kesimpulan sebagai berikut : (a) Karakteristik konsumen yang mengkonsumsi baso ikan adalah wanita berumur 25 tahun keatas, kebanyakan berprofesi sebagai pegawai swasta, dan memiliki pengeluaran untuk konsumsi makanan antara Rp 500.000 – Rp 1.000.000,-. (b) Konsumen untuk produk baso ikan secara psikografis dapat dikelompokkan menjadi 4 segmen (Integrated, Emulator, Experential, dan Achiever). Konsumen untuk produk baso ikan Sea-U berada pada segmen Achiever , memiliki pola gaya hidup yang menyukai efisiensi, kenyamanan, dan pola pembelian yang menyukai mencoba produk baru. Dilihat dari data demografi, konsumen yang berada pada segmen Achiever ini kebanyakan belum menikah, memiliki pendapatan bagus (> Rp 2.000.000,-), latar belakang pendidikan yang baik. (c) Merek baso ikan yang paling banyak diingat pertama kali adalah baso ikan Kimbo. Sedangkan merek baso ikan Sea-U paling banyak diingat pada segmen Achiever, konsumen pada segmen tersebut adalah konsumen yang masih mudah berubah pendiriannya, masih muda dan kebanyakan masih single, dan memiliki tingkat status sosial yang baik. (d) Loyalitas konsumen terhadap suatu merek, salah satunya dapat diketahui dengan melihat tindakan yang dipilih oleh konsumen bila mereka tidak mendapatkan merek yang dicari. Terhadap produk baso ikan, diketahui bahwa loyalitas konsumen masih rendah karena baso ikan masih difungsikan sebagai makanan pelengkap sehingga tidak perlu harus menggunakan suatu merek tertentu, dan selain itu karena faktor waktu dan tenaga yang akan dihabiskan jika mencari di tempat lain. (e) Kebanyakan responden yang diteliti menyatakan pernah mengkonsumsi atau setidaknya pernah mencoba baso ikan Sea-U . Alasan konsumen yang tidak / belum mengkonsumsi baso ikan Sea-U karena kebanyakan masih belum pernah mendengar adanya produk tersebut. (f) Informasi mengenai merek baso ikan Sea-U banyak diperoleh konsumen dari melihat sendiri di supermarket karena tempat tersebut dapat menyediakan produk makanan praktis yang sulit diperoleh di pasar. (g) Konsumen membeli produk baso ikan secara mendadak (impulse buying) di super market karena keinginan tersebut timbul setelah konsumen selesai membeli kebutuhan utamanya untuk makanan, kemudian timbul keinginan untuk melengkapinya dengan membeli produk yang lain sebagai tambahan atau pelengkap. (h) Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan konsumen untuk mengkonsumsi baso ikan Sea-U karena mudah dikonsumsi, demi kesehatan, dan gaya hidup. (i) Dalam pemilihan produk baso ikan, dari 11 atribut yang diteliti, atribut rasa adalah faktor yang paling dipentingkan atau diprioritaskan oleh konsumen, sedangkan faktor penting yang kedua dan ketiga adalah atribut tanpa pengawet dan label halal. berdasarkan hasil penelitian, positioning produk baso ikan Sea-U dekat dengan atribut label halal dan kemasan. Dengan memperhatikan kesimpulan maka diperoleh beberapa saran, yaitu : (a) Dari segmen yang telah terbentuk, perusahaan dapat meningkatkan brand awareness dan brand image dengan menciptakan persepsi didalam benak konsumen mengenai sifat produk baso ikan Sea-U yang diposisikan untuk makanan siap saji bagi kalangan menengah keatas dan mengedukasi konsumen target terhadap produk baso ikan Sea-U yang diarahkan kepada kelas sosial dan pendapatan sehingga konsumen akan merasa bahwa mengkonsumsi makanan siap saji adalah bagian dari gaya hidup. (b) Mendapatkan perhatian konsumen ditempat penjualan yang sering dikunjungi oleh konsumen target yaitu di supermarket dengan pemakaian peraga yang menimbulkan perhatian sehingga produk dapat lebih menonjol diantara tumpukan merek yang diletakkan di rak pengecer (freezer). (c) Untuk meningkatkan penjualan, pihak manajemen perlu memperhatikan pengetahuan pembelian konsumen yang dilakukan dengan menyebarkan brosur yang berisi lokasi dan tempat yang menjual produk baso ikan Sea-U sehingga konsumen dalam memperolehnya dapat mencari di daerah yang dekat dengan mereka berada. (d) Memperluas wilayah pemasaran dan menambah saluran distribusi untuk mendekatkan produk kepada konsumen dengan menggandeng mitra-mitra baru sehingga produk lebih mudah dijangkau. (e) Meningkatkan peran dan pengetahuan para sales promotion girl untuk mengetahui siapa konsumen potensial, jenis produk yang dibutuhkan, bagaimana pola pembeliannya, serta siapa yang mempengaruhi pengambilan keputusan sehingga bisa mengajak dan mempengaruhi konsumen yang sebelumnya hanya ingin mencoba-coba menjadi menyukai produk baso ikan Sea-U. (f) Untuk dapat menarik perhatian konsumen lebih banyak dan agar produk dapat lebih dikenal, maka pihak manajemen perlu mengembangkan dan menyusun kembali strategi promosi yang efektif. (g) Perbaikan dan pengembangan produk, terutama dari segi rasa dan atribut fisik lainnya seperti warna, harga, bahan baku dengan memperbaiki produk yang sudah ada atau menciptakan produk baru dengan merek yang berbeda dapat membantu perusahaan agar dapat bersaing dengan produk sejenis di pasaran. (h) Mempertahankan pelanggan yang telah ada dan meningkatkan jumlah pelanggan dengan mendekatkan produk Sea-U terhadap atribut-atribut yang dimiliki pesaing.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Pemasaranid
dc.titleAnalisis Perilaku Konsumen Produk Baso Ikan Merek Sea-U dan Implikasinya Terhadap Bauran Pemasaran Pt. Mitra Pangan Lestariid
dc.subject.keywordBaso Ikanid
dc.subject.keywordPt.Mitra Pangan Lestariid
dc.subject.keywordSea-Uid
dc.subject.keywordManajemen Pemasaranid
dc.subject.keywordPerilaku Konsumenid
dc.subject.keywordKlusterid
dc.subject.keywordChaidid
dc.subject.keywordKorespondensiid
dc.subject.keywordThurstoneid
dc.subject.keywordBaso Ikanid
dc.subject.keywordPT. Mitra Pangan Lestariid
dc.subject.keywordSea-Uid
dc.subject.keywordManajemen Pemasaranid
dc.subject.keywordPerilaku Konsumenid
dc.subject.keywordKlusterid
dc.subject.keywordCHAIDid
dc.subject.keywordKorespondensiid
dc.subject.keywordThurstoneid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record