Show simple item record

dc.contributor.advisorDjohar, Setiadi
dc.contributor.advisorHarianto
dc.contributor.authorBuyung, Syamsuddin
dc.date.accessioned2024-12-05T04:32:45Z
dc.date.available2024-12-05T04:32:45Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159622
dc.description.abstractProduktifitas tenaga kerja merupakan cerminan sikap mental yang mempunyai semangat untuk bekerja keras dan ingin memiliki kebiasaan untuk melaksanakan peningkatan perbaikan dan mempunyai pandangan mutu kehidupan dimana kondisi hari esok lebih baik dari hari ini dan kemarin (Departemen Tenaga Kerja RI. 1998). Berangkat dari masalah tidak tercapainya produktifitas yang diinginkan perusahaan, maka penelitian ini akan melihat pengaruh dan faktor-faktor atau variabel-variabel mana saja yang mempengaruhi peningkatan produktifitas. Setelah faktor-faktor menunjukan, maka disusun strategi dan kebijakan apa yang direkomendasikan untuk meningkatkan produktifitas karyawan. Permasalahan yang ada dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini adalah produksi kurang memenuhi keinginan perusahaan, dimana kontribusi karyawan masih rendah. Tahun 2000 kontribusi karyawan untuk produksi sayur sebesar 10.68 %, kekurangan sebesar 89.32 %, sedangkan untuk produk bunga mencapai 99.89 %, kekurangannya hanya sebesar 0.11 %. Tahun 2001 kontribusi karyawan dibidang sayuran adalah 24.52 %, dan masih terdapat kekurangan sebesar 75.48 %. Sedangkan produk bunga yang dihasilkan oleh karyawan adalah 98.11 % kekurangan 1.88 %. Tahun 2002 produksi sayuran adalah 32.36 %, kekurangan sebesar 67.64 % dan kontribusi karyawan dalam memproduksi bunga sebesar 96.96 %, kekurangannya sebesar 3.04 %. Bila dilihat secara keseluruhan kontribusi karyawan untuk produk sayur selama kurun waktu 3 tahun yaitu mulai tahun 2000 sampai dengan tahun 2002 adalah 21.04 %, kekurangan sebesar 78.96 %, sedangkan untuk produk bunga kontribusi karyawan adalah 98.99 % dan kekuranganya sebesar 1.00 %. Dari permasalahan yang ada, penelitian ini ingin menjawab pertanyaan yaitu: (1) faktor-faktor apa saja yang diduga mempengaruhi dan menentukan peningkatan produktifitas karyawan, (2) strategi dan kebijakan apa yang akan direkomendasikan untuk meningkatkan produktifitas karyawan. Dari rumusan masalah ditetapkan tujuan dari penelitian ini ialah: (1) identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi produktifitas karyawan, (2) memformulasi strategi kebijakan yang ditujukan untuk meningkatkan produktifitas karyawan. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif melalui studi kasus, dengan cara mengidentifikasi, mencatat, mendiskripsikan semua permasalahan dan semua kebutuhan yang diperlukan. Untuk mencari faktor prioritas dapat dimulai dengan mencari semua faktor-faktor dan kebutuhan yang dianggap penting dijadikan faktor prioritas dalam rangka penyelesaian masalah yang ada. Pengambilan contoh menggunakan metode purposive sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan panduan kuesioner yang berisikan pernyataan tentang faktor yang mempengaruhi peningkatan produktifitas. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka, data perusahaan dan penelitian-penelitian yang berhubungan dengan penelitian ini. Untuk menentukan faktor-faktor dominan yang dianggap penting dalam menentukan peningkatan produktifitas digunakan analisis faktor, dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) menentukan varabel-variabel yang dianalisis, yaitu terdapat 30 variabel, (2) menguji variabel-variabel yang telah ditentukan, (3) melakukan proses factoring yang merupakan proses penurunan satu atau beberapa faktor dari variabel-variabel yang telah lolos pada uji variabel sebelumnya, (4) melakukan proses factor rotation, yaitu rotasi terhadap faktor yang telah terbentuk, dengan tujuan untuk memperjelas variabel-variabel mana masuk kedalam kelompok-kelompok faktor tertentu. Hasil analisis faktor dari 30 pernyataan diperpoleh 8 faktor prioritas yang mempengaruhi peningkatan produktifitas yaitu: (1) desain tugas dan tanggung jawab, (2) pola motivasi kerja, (3) suasana dan lingkungan kerja, (4) pengetahuan, penggajian dan sarana, (5) koordinasi dan informasi, (6) kelancaran distribusi, transportasi dan tunjangan kesehatan, (7) misi perusahaan dan teknologi, (8) pola kerja bersama, serta 4 pernyataan atau variabel yang dianggap responden kurang berpengaruh yaitu: (1) asal usul karyawan, (2) persaingan antar karyawan, (3) pengalaman kerja, (4) adat istiadat lingkungan perusahaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktifitas diformulasikan dengan analisis SWOT. SWOT digunakan untuk menentukan faktor-faktor kekuatan, kelemahan dari lingkungan internal dan faktor-faktor peluang, ancaman dari lingkungan eksternal. Dari analisis faktor internal diketahui faktor-faktor kekuatan yaitu: (1) adanya prosedur/aturan yang mendukung meningkatkan produktifitas, (2) tersedia sarana dan prasarana kerja, (3) jumlah tenaga kerja yang cukup, (4) teknologi yang tersedia, (5) kualitas produk yang eksklusif, (6) tingkat kedisiplinan karyawan yang tinggi. Faktor kelemahan yaitu: (1) kualitas sumber daya manusia/karyawan masih terbatas, (2) rendahnya atau terbatasnya tingkat profesionalisme, (3) masih ada upah dibawah upah minimum regional, (4) kurangnya pelaksanaan pembinaan terhadap karyawan, (5) rendahnya respon manajemen terhadap keluhan karyawan (pekerja). Faktor peluang yaitu: (1) adanya peraturan dan undang-undang peningkatan sumber daya manusia, (2) permintaan pasar belum terpenuhi dan peluang pasar terbuka lebar, (3) tersedianya lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan yang dekat dengan perusahaan, (4) tingginya minat pengusaha/pemilik perusahaan untuk meningkatkan produksi dan produktifitas. Faktor ancaman yaitu: (1) kurang kesempatan pendidikan dan pelatihan bagi karyawan, (2) keluar atau pindahnya tenaga kerja profesional, (3) fruktuasi harga yang mendukung input (4) perkembangan ekonomi global. Analisis SWOT memadukan antara keempat faktor tersebut diperoleh strategi-strategi, yaitu: (1) kekuatan (strengths) dengan peluang (opportunities) strategi (S-O), (2) ancaman (weakness) dengan peluang (opportunities) strategi (W-O), (3) kekuatan (strengths) dengan ancaman (threats) strategi (S-T), (4) kelemahan (weakness) dengan ancaman (threats) strategi (W-T). Strategi ini ditetapkan berdasarkan respon dari karyawan dan staf PT. Saung Mirwan. Untuk mengelola daya selama tindakan, ditetapkan kegiatan-kegiatan sebagai penjabaran dari strategi.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Sumber Daya Manusiaid
dc.titleStrategi Peningkatan Produktifitas Karyawan Pt. Saung Mirwan Bogorid
dc.subject.keywordSumberdaya Manusiaid
dc.subject.keywordPt.Saung Mirwan/Bogorid
dc.subject.keywordProduktifitas Karyawanid
dc.subject.keywordManajemen Strategiid
dc.subject.keywordAnalisis Faktorid
dc.subject.keywordSwotid
dc.subject.keywordStudi Kasusid
dc.subject.keywordSumberdaya Manusiaid
dc.subject.keywordPT. Saung Mirwan/Bogorid
dc.subject.keywordProduktifitas Karyawanid
dc.subject.keywordManajemen Strategiid
dc.subject.keywordAnalisis Faktorid
dc.subject.keywordAnalisis SWOTid
dc.subject.keywordStudi Kasusid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record