Show simple item record

dc.contributor.advisorPasaribu, Riza Aitiando
dc.contributor.advisorPanjaitan, James Parlindungan
dc.contributor.authorClaudia, Lisset
dc.date.accessioned2024-11-29T06:26:26Z
dc.date.available2024-11-29T06:26:26Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159549
dc.description.abstractBanjir rob merupakan banjir yang diakibatkan oleh pasang surut air laut, hingga air yang pasang tersebut menggenangi daratan. Banjir rob ini dikenal sebagai banjir genangan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah yang rentan terkena bencana banjir rob pada tahun 2023 dan 2040 dengan model tinggi genangan di pesisir Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. Metode yang dipakai adalah dengan melihat selisih antara elevasi permukaan tanah dengan nilai pasang surut tertinggi, kenaikan muka air laut dan penurunan muka tanah. Hasil penelitian mendapatkan laju penurunan muka tanah sebesar 5,37 cm/tahun, pasang tertinggi sebesar 2,23 m dan kenaikan muka air laut sebesar 11,8 mm/tahun. Luas daerah yang terdampak di kota Pekalongan pada tahun 2023 adalah 1.508,29 ha, sedangkan untuk tahun 2040 sebesar 2.389,95 ha. Tutupan lahan yang paling terdampak banjir rob pada tahun 2023 adalah tambak dikarenakan paling dekat dengan pesisir dan 2040 adalah kelas pemukiman.
dc.description.abstractTidal flooding is a type of flood caused by the rise and fall of sea levels, resulting in seawater inundating the land. This tidal flooding is also known as inundation flooding. This study aims to map areas vulnerable to tidal flooding in 2023 and 2040, using inundation height models along the coastal areas of Pekalongan, Jawa Tengah Province. The method used involved analyzing the difference between ground surface elevation and the values of the highest tide, sea level rise, and land subsidence.The study found that the rate of land subsidence was 5.37 cm/year, the highest tide reached 2.23 m, and the sea level rise was 11.8 mm/year. The area affected by tidal flooding in Pekalongan City in 2023 covered 1,508.29 hectares, while in 2040, it was projected to increase to 2,389.95 hectares. The most affected land cover in 2023 was fishponds, as they were closest to the coastline, while in 2040, residential areas were projected to be the most affected.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Kerentanan Bencana Banjir Rob di Daerah Pesisir Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengahid
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordBanjir Robid
dc.subject.keywordprediksiid
dc.subject.keywordsea level riseid
dc.subject.keywordHighest High Water Levelid
dc.subject.keywordPeta Kerentananid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record