Show simple item record

dc.contributor.advisorZamani, Neviaty Putri
dc.contributor.advisorIsmet, Meutia Samira
dc.contributor.advisorNatih, Nyoman Metta N.
dc.contributor.authorHusmayani, Wa Ode
dc.date.accessioned2024-09-05T08:51:25Z
dc.date.available2024-09-05T08:51:25Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/158572
dc.description.abstractTerumbu karang merupakan sebuah ekosistem komplek yang dibangun utamanya oleh biota laut produsen penghasil kapur beserta biota lain yang hidup di dasar dan di kolom perairan. Permasalahan sampah di perairan Indonesia sudah masuk dalam kondisi membahayakan, bukan hanya membahayakan manusia tetapi juga membahayakan bagi ekosistem biota laut salah satunya yaitu terumbu karang. Hal tersebut maka penelitian marine debris di wilayah pesisir dan pulau- pulau kecil Indonesia merupakan suatu informasi sangat penting untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur komposisi jenis, kelimpahan, kepadatan dan berat macro marine debris serta hubungannya dengan tutupan terumbu karang di Perairan Wangi-Wangi. Pengambilan data macro marine debris berdasarkan dua karakteristik yaitu zona intertidal (pantai berpasir) menggunakan metode survei garis pantai (shoreline survey methodology) dan zona subtidal (ekosistem terumbu karang) menggunakan metode belt transect atau transek sabuk. Kriteria makro marine debris berkisar (2,5 = n < 100 cm). Pengamatan tutupan karang dilakukan menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT) panjang transek 30 m sebanyak tiga kali ulangan dengan interval 5 m meter pada setiap ulangan stasiun pengamatan. Hasil penelitian menemukan kelimpahan marine debris pada zona intertidal (pantai berpasir) jenis plastik sebanyak 183 item/m2, diikuti kayu dan turunannya 149 item/m2, kaca 14 item/m2, kain dan turunannya 11 item/m2, fiber 6 item/m2, dan karet 8 item/m2, sedangkan kelimpahan jenis pada zona subtidal (ekosistem terumbu karang) jenis plastik sebanyak 4 item/m2, diikuti kayu dan turunannya 13 item/m2, kaca 3 item/m2, kain dan turunannya 1 item/m2, fiber 6 item/m2, dan karet 0 item/m2. Berat total macro marine debris pada zona intertidal (pantai berpasir) sebesar 574,10 gram/m2 dan zona subtidal (ekosistem terumbu karang) sebesar 178,7 gram/m2. Data tutupan karang hidup berkisar 54.33%–73.07% menunjukkan bahwa masuk dalam kategori baik. Keberadaan persentase tutupan karang hidup pada setiap stasiun pengamatan didominasi oleh lifeform karang acropora branching, coral massive, dan coral submassive. Hasil analisis korespondensi (CA) menunjukkan bahwa adanya terdapat empat kelompok yang terkait dengan kategori macro marine debris seperti, kaca, kayu dan turunannya, plastik, fiber, kain dan turunannya, dan karet, serta ditemukan enam lifeform karang diantaranya, (ACB) Acropora Branching,(CM) Coral Massive, (CE) Coral Encrusting, (CB) Coral Branching, Mushroom, Rublle, Sand yang ditutupi/terjebak oleh marine debris.
dc.description.sponsorship-
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleHubungan Karakteristik Macro Marine Debris Terhadap Persentase Tutupan Terumbu Karang di Perairan Wangi-Wangi Taman Nasional Wakatobiid
dc.title.alternativeThe Relationship of Macro Marine Debris Characteristics to the Percentage of Coral Reef Cover in the Wangi Wangi Waters of Wakatobi National Park
dc.typeTesis
dc.subject.keywordmarine debrisid
dc.subject.keywordterumbu karangid
dc.subject.keywordPerairan Wangi-Wangiid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record