Hubungan Karakteristik Macro Marine Debris Terhadap Persentase Tutupan Terumbu Karang di Perairan Wangi-Wangi Taman Nasional Wakatobi
Date
2024Author
Husmayani, Wa Ode
Zamani, Neviaty Putri
Ismet, Meutia Samira
Natih, Nyoman Metta N.
Metadata
Show full item recordAbstract
Terumbu karang merupakan sebuah ekosistem komplek yang dibangun utamanya oleh biota laut produsen penghasil kapur beserta biota lain yang hidup di dasar dan di kolom perairan. Permasalahan sampah di perairan Indonesia sudah masuk dalam kondisi membahayakan, bukan hanya membahayakan manusia tetapi juga membahayakan bagi ekosistem biota laut salah satunya yaitu terumbu karang. Hal tersebut maka penelitian marine debris di wilayah pesisir dan pulau- pulau kecil Indonesia merupakan suatu informasi sangat penting untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur komposisi jenis, kelimpahan, kepadatan dan berat macro marine debris serta hubungannya dengan tutupan terumbu karang di Perairan Wangi-Wangi.
Pengambilan data macro marine debris berdasarkan dua karakteristik yaitu zona intertidal (pantai berpasir) menggunakan metode survei garis pantai (shoreline survey methodology) dan zona subtidal (ekosistem terumbu karang) menggunakan metode belt transect atau transek sabuk. Kriteria makro marine debris berkisar (2,5 = n < 100 cm). Pengamatan tutupan karang dilakukan menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT) panjang transek 30 m sebanyak tiga kali ulangan dengan interval 5 m meter pada setiap ulangan stasiun pengamatan.
Hasil penelitian menemukan kelimpahan marine debris pada zona intertidal (pantai berpasir) jenis plastik sebanyak 183 item/m2, diikuti kayu dan turunannya 149 item/m2, kaca 14 item/m2, kain dan turunannya 11 item/m2, fiber 6 item/m2, dan karet 8 item/m2, sedangkan kelimpahan jenis pada zona subtidal (ekosistem terumbu karang) jenis plastik sebanyak 4 item/m2, diikuti kayu dan turunannya 13 item/m2, kaca 3 item/m2, kain dan turunannya 1 item/m2, fiber 6 item/m2, dan karet 0 item/m2. Berat total macro marine debris pada zona intertidal (pantai berpasir) sebesar 574,10 gram/m2 dan zona subtidal (ekosistem terumbu karang) sebesar 178,7 gram/m2. Data tutupan karang hidup berkisar 54.33%–73.07% menunjukkan bahwa masuk dalam kategori baik. Keberadaan persentase tutupan karang hidup pada setiap stasiun pengamatan didominasi oleh lifeform karang acropora branching, coral massive, dan coral submassive. Hasil analisis korespondensi (CA) menunjukkan bahwa adanya terdapat empat kelompok yang terkait dengan kategori macro marine debris seperti, kaca, kayu dan turunannya, plastik, fiber, kain dan turunannya, dan karet, serta ditemukan enam lifeform karang diantaranya, (ACB) Acropora Branching,(CM) Coral Massive, (CE) Coral Encrusting, (CB) Coral Branching, Mushroom, Rublle, Sand yang ditutupi/terjebak oleh marine debris.
Collections
- MT - Fisheries [3210]
