Kelayakan Pengembangan Usaha Bebek Hibrida Pedaging Gunsi 888 pada Peternakan Mina Alam Lestari
Abstract
Peternakan Mina Alam Lestari berencana meningkatkan produksi bebek Gunsi 888 sebanyak 58% dari permintaan sebelumnya. Pengembangan ini memerlukan investasi, sehingga diperlukan analisis kelayakan usaha. Analisis ini membandingkan kondisi dengan pengembangan (skenario II) dan tanpa pengembangan (skenario I), baik dari aspek nonfinansial secara deskriptif maupun finansial menggunakan indikator kriteria investasi, switching value, dan incremental net benefit. Aspek nonfinansial (pasar, teknis, manajemen-hukum, sosial-ekonomi-budaya, dan lingkungan) mendukung pengembangan. Secara finansial, pada skenario I, NPV sebesar Rp3,648 miliar, Net B/C sebesar 6, IRR sebesar 73%, dan PP selama 4,12 tahun. Pada Skenario II, NPV meningkat menjadi Rp7,274 miliar, Net B/C menjadi 11, IRR menjadi 129%, dan PP 3,12 tahun. Analisis switching value menunjukkan bahwa batas kenaikan harga yang paling sensitif adalah untuk pakan finisher, diikuti oleh bibit DOD, dan yang paling tidak sensitif adalah pakan starter. Analisis incremental net benefit menunjukan skenario II dapat memberikan tambahan keuntungan yang signifikan. Saran yang dapat diberikan adalah peningkatan frekuensi pemberian pakan, membangun kolam penampungan air, dan diversifikasi produk.
Collections
- UT - Agribusiness [4774]
