Show simple item record

dc.contributor.advisorHartoyo, Sri
dc.contributor.advisorTanjung, Hendri
dc.contributor.authorNugroho, Adi Trainiarto
dc.date.accessioned2024-08-06T06:51:29Z
dc.date.available2024-08-06T06:51:29Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/156284
dc.description.abstract
dc.description.abstractSalah satu fungsi dari Bank Komersial adalah miliki peran sebagai financial intermediaris dimana bertindak sebagai penyalur dana dari surplus spending units atau dikenal sebagai penabung kepada deficit spending units atau dikenal sebagai investor. Disamping dapat menciptakan keuntungan bagi pihak penabung dan investor, juga mendatangkan keuntungan bagi Bank itu sendiri, dengan menikmati keuntungan yang berasal dari spread interest, yaitu selisih antara lending rate dengan cost of money. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengerahan dana masyarakat merupakan bisnis perbankan yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dengan cara memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya dari sisi financial. Namun dengan terjadinya krisis moneter dan krisis politik sekitar pertengahan tahun 1997 dirasakan sangat memukul kinerja diberbagai sektor riil hingga sektor moneter. Salah satu dampak yang dirasakan oleh sektor perbankan adalah tingkat suku bunga Bank untuk dana meningkat sangat tinggi, bahkan melebihi suku bunga pinjaman, dan akhirnya mengalami negatif spread, sehingga Bank mengalami kerugian akibat beban bunga yang harus ditanggung lebih besar dibandingkan dari pendapatan bunga yang diperolehnya. Untuk menutupi kerugian yang harus ditanggung selama itu, pada tanggal 30 Juni 2000 Bank BNI me!akukan rekapitalisasi dan merubah orientasi bisnisnya, rite/ banking menjadi core bisnis sedangkan corporate banking secara bertahap diturunkan dan akan lebih diutamakan hanya kesektor industri dengan orientasi ekspor. Salah satu produk dari rite! banking itu adalah produk kredit konsumtif seperti KPR (Kredit Pemilikan Rumah), KMG (Kredit Multi Guna) dan Kukp!us. Unit penyalur dari produk kredit konsumtif itu untuk area Jabotabek adalah unit Consumer Loan Center Jakarta. Unit ini baru terbentuk sejak Bank BNI melakukan rekapitalisasi dan berfungsi sebagai unit pemrosesan kredit dengan sistem sentralisasi. Sebelum krisis moneter produk Kredit Konsumtif disalurkan melalui masing­masing kantor cabang Bank BNI. Berdasarkan hal-hal tersebut diatas Unit Consumer Loan Center PT. Bank ' Negara Indonesia (Persero)Tbk. Jakarta diharapkan dapat memberikan kontribusinya dalam mendukung kegiatan usaha masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumtifnya, seperti pembelian rumah, kendaraan, biaya sekolah dan lain-lain dengan selalu berpegang pada prinsip ...dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titlePerencanaan Strategis Eskpansi Kredit Konsumtif Di Unit Consumer Loan Center Pt Bank Negara Indonesia Persero Tbkid
dc.subject.keywordAnalisis Swotid
dc.subject.keywordProses Hirarki Analitikid
dc.subject.keywordAnalisis Matriks Towsid
dc.subject.keywordKredit Konsumtif, Unit Consumer Loan Center
dc.subject.keywordPerencanaan strategis
dc.subject.keywordEkspansi Kredit
dc.subject.keywordAnalisis SWOT


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record