Show simple item record

dc.contributor.advisorKirbrandoko
dc.contributor.advisorHartoyo
dc.contributor.authorVenir, Ronny
dc.date.accessioned2024-08-06T06:51:27Z
dc.date.available2024-08-06T06:51:27Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/156282
dc.description.abstractSejak krisis ekonomi yang berlangsung mulai pertengahan tahun 1997, kinerja perbankan mengalami pasang surut. Pukulan krisis membawa pengaruh yang cukup signifikan bagi dunia usaha dan perbankan. Hal ini sangat berpengaruh kepada pertumbuhan kredit periode 1998 - 2000 yang cenderung menurun, walaupun setelah itu mengalami kenaikan , namun dirasakan pertumbuhan nya sangat kecil. Penurunan terbesar dialami oleh bank persero dan bank swsata. Kedua kelompok ini yang paling banyak terpengaruh dengan adanya krisis dibanding dengan bank asing / campuran. Hal ini disebabkan , karena bank asing mempunyai customer basedyang kuat. Perkembangan pasar kredit personal ini merupakan salah satu indikator akan semakin . meningkatnya persaingan di dalam kredit personal. Bank yang mampu untuk melihat dan mengantisipasi kebutuhan (needs) dan keinginan (want) dari lingkungan eksternalnya, baik melalui riset dan pengembangan (R & D) maupun melalui strategi pemasaran akan mampu bertahan dan berkembang serta mampu menciptakan laba yg lebih baik dibanding pesaingnya. Kredit Konsumtif yang meliputi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) , Kredit Multi Guna (KMG) dan KUK Plus sudah dikembangkan Bank BANK "ABC" sejak era tahun 80-an dengan nama Kredit Konsumtif dan Kredit Profesi .. Sejak tahun 1996 dibentuk sentralisasi proses kredit dengan nama Share Processing Unit (SPU) yang meliputi beberapa Cabang di Jakarta. Sejak tahun 2000 SPU berubah nama menjadi Pusat Layanan Kredit Personal (LKP) yang berdomisili di Bank BANK "ABC" - Gambir dengan ruang lingkup Bank BANK "ABC" Wilayah.10 dan 12 (Jabotabek) . Dibentuknya Layanan Kredit Personal ini bertujuan untuk meningkatkan portepel kredit personal, namun pada kenyataannya perkembangan kredit personal di bank BANK "ABC" khususnya Jabotabek sangat !amban perkembangannya. Kredit konsumtif dari tahun 2000 ke tahun 2001 meningkat sebesar 44,92 % dan dari tahun 2001 ke tahun 2002 meningkat sebesar 54,40 %. Namun apabila dibandingkan dengan total kredit yang disalurkan Bank BANK "ABC", maka share untuk kredit konsumtif masih dinilai kecil yaitu sekitar 5,45 % pada tahun 2001. Untuk itu perlu dipikirkan bagaimana cara meningkatkan portepel kredit konsumtif di Bank BANK "ABC", sehingga share terhadap keseluruhan kredit menjadi lebih besar. ...dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleAnalisis Konsumen Implikasinya Terhadap Strategi Pemasaran Kredit Personal Bank Abcid
dc.subject.keywordManajemen Pemasaranid
dc.subject.keywordKredit Personalid
dc.subject.keywordTotal Attractive Scoreid
dc.subject.keywordRelative Attractivenessid
dc.subject.keywordMatriks Ifeid
dc.subject.keywordMatriks Efeid
dc.subject.keywordMatriks Ieid
dc.subject.keywordMatriks Towsid
dc.subject.keywordMatriks Qspid
dc.subject.keywordAnalisis Swotid
dc.subject.keywordKredit Personal
dc.subject.keywordVisi, Misi
dc.subject.keywordtotal attractive score
dc.subject.keywordrelative attractiveness Matriks IFE
dc.subject.keywordMatriks EFE
dc.subject.keywordMatriks IE
dc.subject.keywordMatriks TOWS, dan Matriks QSP


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record