Show simple item record

dc.contributor.advisorRatnawati, Anny
dc.contributor.advisorKirbrandoko
dc.contributor.authorBudiarjo, Seger
dc.date.accessioned2024-08-06T06:51:24Z
dc.date.available2024-08-06T06:51:24Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/156277
dc.description.abstractSebagai akibat adanya krisis ekonomi di Indonesia yang dimulai pada pertengahan tahun 1997, industri perbankan mengalami permasalahan meningkatnya non performing loan, negatif spread clan fungsi intermediasi tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Dengan kondisi industri perbankan yang parah tersebut, Pemerintah menempuh kebijakan simultan dalam melakukan restrukturisasi industri perbankan nasional, selain kebijakan uang ketat, Pemerintah juga melakukan likuidasi terhadap bank-bank yang diperkirakan tidak layak untuk beroperasi, mengambilalih beberapa bank oleh BPPN dan h merekapitalisasi bank yang membutuhkan tambaan modal guna memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Bank "ABC" dan "XYZ" merupakan dua Bank Milik Negara yang dilakukan rekapitalisasi oleh Pemerintah pada tahun 2000 dan manajemen bank diwajibkan mengimplementasikan Business Plan tahun 2001 s/d 2003 yang merupakan bagian dari Kontrak Manajemen ditandatangani oleh Pemerintah dengan Komisaris dan Direksi sebelum tambahan modal diberikan kepada masing-masing bank. Evaluasi keberhasilan implementasi Business Plan tahun 2001 dan 2002 dilakukan dengan beberapa ukuran atau rasio yang dihitung berdasarkan realisasi laporan keuangan dibandingkan dengan rasio yang dihitung berdasarkan Business Plan. Sedangkan untuk mengetahui relevansinya target­target dalam Business Plan tahun 2003 yang tercermin dari hasil perhitungan rasio-rasio terukur, dilakukan dengan cara membandingkan dengan rasio-rasio terukur dalam Rencana Kerj a clan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2003 yang telah disahkan oleh Pemegang Saham. Ukuran atau rasio-rasio yang dipakai dalam analisis ini meliputi Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Return on Asset (ROA), Loan to Deposit Ratio (LDR), Profit Margin (PM), Retum on Equity (ROE), Cost Efficiency Ratio (CER), Net Interest Margin (NIM) danAsset Utilization (A(J). Untuk menghindari dispute hasil perhitungan rasio-rasio terukur, maka dilakukan pengelompokan pos atau akun neraca dan perhitungan laba/rugi yang digunakan dalam menghitung rasio-rasio terukur. Hal tersebut dimaksudkan agar diperoleh interpretasi yang sama sebagai bahan untuk menyimpulkan pencapaian atas target-target dalam Business Plan tahun 2001 dan 2002 dan relevansi target­target Business Plan tahun 2003. ...dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleAnalisis Kinerja Bank Abc dan Bank Xyz Relevansinya Dengan Business Plan Program Rekapitalisasiid
dc.subject.keywordRasio Keuanganid
dc.subject.keywordAnalisa Komparatifid
dc.subject.keywordRekapitalisasi Bumn Perbankanid
dc.subject.keywordRasio Keuangan
dc.subject.keywordBusiness Plan
dc.subject.keywordBank "ABC" dan Bank "XYZ"
dc.subject.keywordAnalisa Komparatif


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record