Show simple item record

dc.contributor.advisorSyah, Hamdani M.
dc.contributor.advisorMa'Arif, Syamsul
dc.contributor.authorPrihadi, Wisto
dc.date.accessioned2024-08-06T06:51:10Z
dc.date.available2024-08-06T06:51:10Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/156261
dc.description.abstractMinyak nilam (patchouli oil) sebagai salah satu jenis minyak atsiri memiliki kelebihan dibanding minyak atsiri lainnya seperti susunan komponen dari pembentuk minyak nilam yang sangat serasi, bau minyak yang cocok untuk dipakai apa adanya sebagai bahan baku kosmetika, bersifat fixative, memiliki prospek pasar yang cukup cerah dan ,nilai tambah cukup tinggi dari proses pengolahannya. Rata-rata kebutuhan pasar dunia saat ini sebesar 1.700-1.900 ton per tahun dengan kecenderungan terus meningkat. Harga minyak nilam di pasaran dunia cenderung stabil dalam kisaran antara US$ 26,5 per kg sampai dengan US$ 35 per kg. Disamping prospek pasar yang cukup cerah dan harga yang menguntungkan, pohon nilam dapat tumbuh dengan baik . di beberapa · wilayah Indonesia khususnya di Jawa Tengah, sehingga menjamin paso��n. bahan baku berupa daun nilam. Kondisi di atas telah menarik perhatian PT. Riasima Abadi Farma (PT. RAF) sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang farmasi untuk turut serta memanfaatkan peluang tersebut dalam rangka meningkatkan keuntungan perusahaan. Selarr1a du.a tahlin terakhir, PT. RAF telah melakukan kegiatan proses produksi penyulingan langsung dengan memodifikasi mesin produksi parasetamolnya secara sederhana dan juga melakukan kegiatan produksi minyak nilam yang berkualitas dengan melakukan pemurnian minyak nilam. Namun demikian kegiatan tersebut, sangat tergantung dari jumlah pasokan minyak nilam dari petani, sehingga kegiatan proses produksi seringkali terganggu. Sehubungan dengan hal tersebut dan mengingat prospek usaha minyak nilam yang cukup menguntungkan maka perusahaan mempertimbangkan untuk melakukan produksi minyak nilam secara lebih serius yakni dengan rencana untuk melakukan investasi terhadap budidaya kebun nilam dan pembangunan sarana produksi penyulingan minyak nilam yang terintegrasi dan terpisah dari unit produksi obat-obatan. Selain itu, hal tersebut dilakukan dalam rangka mewujudkan visi PT. Riasima Abadi Farma '"Menjadi produsen terkemuka bahan baku obat dan minyak esensial (essential oil) di tingkat nasional maupun regional•�� Metode penelitian yang diterapk_an adalah metod�� analisa deskriptif melalui studi kasus pada PT. Riasima Abadi Farma dah survei laparigan ke perkebunan petani nilam di wilayah Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sumber data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara langsung dengan manajemen PT. RAF dan pihak di luar perusahaan yang kompeten seperti Sadan Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tenaga Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) serta para pelaku pemasok bisnis minyak nilam mulai dari petani ...dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleAnalisis Pengembangan Unit Usaha Baru Produksi Minyak Nilam (Patchouli Oil) Pt. Riasima Abadi Farmaid
dc.subject.keywordMinyak Nilamid
dc.subject.keywordTotal Project Costid
dc.subject.keywordKelayakan Finansial Investasiid
dc.subject.keywordPayback Periodid
dc.subject.keywordNet Present Value (Npv)id
dc.subject.keywordInternal Rate Of Return (Irr)id
dc.subject.keywordAnalisis Sensitivitasid
dc.subject.keywordCrystal Ballid
dc.subject.keywordMinyak Nilam (patchouli oil)
dc.subject.keywordPT. Riasima Abadi Farma
dc.subject.keywordTotal Project Cost
dc.subject.keywordKelayakan Finansial Investasi
dc.subject.keywordPayback Period (PB), B/C Ratio
dc.subject.keywordNet Present Value (NPV)
dc.subject.keywordInternal Rate of Return (IRR)
dc.subject.keywordAnalisis Sensitivitas
dc.subject.keywordCrystal Ball


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record