| dc.description.abstract | Permasalahan utama yang dihadapi dalam proses pengembangan industri papain adalah terbatasnya penyediaan bahan baku (getah pepaya), belum dikuasainya dengan baik proses pengolahan getah pepaya menjadi papain oleh petani, belum adanya pilot proyek pengembangan papain di Indonesia, belum adanya kelembagaan pola pengembangan industri papain di Indonesia, baik dalam bentuk industri terintegrasi dari hulu ke hilir atau melalui pola kemitraan dengan petani, serta belum adanya cetak biru (blue print) strategi pemasaran dan pengembangan produk berbahan baku papain skala industri kecil di Indonesia. Mengingat banyaknya permasalahan yang timbul berkaitan dengan pengembangan industri papain di Indonesia, maka penelitian ini akan difokuskan pada Strategi pemasaran papain dan pengembangan produk pengempuk daging di KUB Agropaptin. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengkaji faktor-faktor persaingan industri papain di Indonesia, (2) Merekomendasikan alternatif strategi pemasaran yang efektif
dalam upaya memasarkan papain yang dihasilkan KUB Agropaptin, serta (3) Merekomendasikan aneka pengembangan produk pengempuk daging yang sesuai dengan keinginan pasar bagi KUB Agropaptin. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pengembangan industri papain skala industri kecil di Indonesia, khususnya dalam hal pemasaran dan pengembangan produk. Bagi penulis diharapkan dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai strategi pemasaran dan pengembangan produk, serta dapat mengaplikasikan teori dan konsep yang telah dipelajari. Ruang lingkup penelitian ini hanya difokuskan kepada Strategi Pemasaran (Marketing Strategy) papain dan Pengembangan Produk (Product Development) pengempuk daging di KUB Agropaptin Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dalam bentuk studi kasus. Jenis dan sumber data berasal dari internal perusahaan yang meliputi visi dan misi perusahaan, tujuan perusahaan, contoh produksi, dan struktur organisasi, serta eksternal perusahaan berupa penilaian pakar dan dunia usaha. Pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara pribadi, penyebaran kuisioner untuk mendapatkan data primer dan studi kepustakaan. Prosedur pengambilan contoh dengan cara responden dipilih secara sengaja (purposive) dengan menggunakan teknik bola salju (snow ball). Responden terdiri dari 8 orang untuk analisis persaingan industri dan 20 orang untuk analisis Multiatribut Fishbein. Metode pengolahan data dengan melakukan analisis deskripsi untuk mendiskripsikan visi dan misi perusahaan, analisis persaingan industri untuk menentukan faktor-faktor persaingan dalam lingkungan industri dimana perusahaan berada dengan menggunakan model lima kekuatan porter (Five Forces Porter), serta analisis perilaku konsumen dengan menggunakan model sikap Multiatribut Fishbein...dst. | |