| dc.description.abstract | PT(Persero) Perikanan Samudra Besar Cabang Benoa, Bali dengan mengandalkan bekal pengalaman yang cukup lama telah dimiliki sejak tahun 1972, peluang lokasi fishing ground sampai dengan zona ekonomi eksklusif Indonesia (ZEEI) sebagai tempat dilaksanakannya penangkapan tuna secara professional, yang didukung oleh per- tumbuhan industri hulu dan industri hilir dalam pembangunan ekonomi kelautan nasional, serta berpeluang juga untuk melakukan kegiatan komersialisasi berupa perdagangan ekspor dan perbelian ikan lokal, yang sangat mendukung keberhasilan produktivitas perusahaan. Permasalahan yang dihadapi dalam kegoatan operasi penangkapan tuna cukup banyak yang dirasakan sebagai hambatan dan tantangan, untuk dapat diatasi menghadapi persaingan usaha dalam rangka dapat meningkatkan pertumbuhan perusahaan, yang dirumuskan sebagai berikut. (1) Bagaimana kajian manajemen teknologi pengelolaan penangkapan tuna, hanya dengan mengandalkan terbatasnya personil nakhoda dan anak buah kapal (ABK) yang berpengalaman, namun masih menggunakan sarana dan fasilitas produksi dengan teknologi rendah, yang berusia cukup tua dibandingkan dengan fasilitas produksi saat ini yang berteknologi lebih baik?. (2) Apakah strategi pengembangan teknologi yang dilakukan oleh perusahaan, bila masih menggunakan sarana dan fasilitas penangkapan tuna yang cukup tua, dimana penambahan kapal baru dengan biaya yang terjangkau masih berkualifikasi sama dibandingkan dengan kapal-kapal lama yang masih layak dioperasikan? Penelitian bertujuan untuk (1) mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap hasil tangkapan di laut, yang perlu dirumuskan dalam strategi pengembangan dan kebijakan pengelolaan penangkapan, (2) merumuskan seberapa besar kemampuan perusahaan untuk dapat bersaing dengan kapal-kapal penangkapan tuna lainnya, yang sebagian memiliki teknologi yang lebih baik, agar dapat tetap meningkatkan per- tumbuhannya. | |