| dc.description.abstract | PT. Ancol Terang Metal Printing Industri (ATMPI) bergerak dalam bidang industri kemasan dari bahan Alumunium. Hasil produksinya merupakan barang pesanan dari pihak lain seperti misalnya: tutup botol, selongsong baterai, kaleng susu. kaleng makanan, kaleng minuman dan sebagainya. ATMPI menerima 5 fasilitas kredit dari Bank dengan total pinjaman sekitar 151 milyar, pada saat itu beban bunga yang tertunggak yang menjadi kewajibannya sebesar 42 milyar dengan denda sebesar 4,6 milyar. Empat fasiltas kredit yang diterima merupakan konversi dari L/C yang tidak terbayar menjadi kredit rupiah, akibat terjadinya krisis moneter di Indonesia. Perumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana restrukturisasi dilakukan dengan memberikan manfaat yang paling optimal baik bagi pihak bank maupun bagi perusahaan yang bersangkutan ? Aspek-aspek apa saja yang perlu mendapat perhatian secara seksama dan paling berpengaruh dalam melakukan restrukturisasi atas perusahaan tersebut? Tujuan pembahasan thesis ini adalah untuk melakukan analisis prospek perusahaan, analisis kinerja perusahaan sebelum restrukturisasi dan setelah restrukturisasi serta rekomendasi pelaksanaan restrukturisasi. Penelitian dilakukan pada bulan November 2000 s/d Januari 2001 dengan menggunakan metode studi kasus, datanya diperoleh dari perusahaan dan bank melalui wawancara dan studi purtaka. Tehnik pengolahan dan analisanya meliputi: Analisa Horizontal, Analisa Vertikal., Analisa Ratio, Analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threat) yang digabungkan dengan Analisa 4 P (Price, Product, Place dan Promotion), analisis restrukturisasi dan analisa Trend. Berdasarkan penelitian atas kondisi perusahaan, ATMPI didirikan sejak tahun 1978 oleh keluarga Luhur dan saat ini keluarga Luhur menguasai saham terbesar yaitu sebesar 40% dari total saham. Kapasitas terpasang sebesar 36.000 ton / tahun sekarang ini hanya dipakai sekitar 20.000 s/d 25.000 ton/tahun. Kebutuhan bahan baku 90 % diimpor dari luar negeri dan pemasaran 90% diserap oleh pasar dalam negeri. | |