| dc.description.abstract | Badan Perencanaan Daerah Provinsi Jawa Barat, merupakan instansi pemerintah yang memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan pembangunan di Propinsi Jawa Barat. Menilik posisi dan fungsi yang inherent dengan peran yang dienbannya, maka kinerja Bapeda akan terletak dari kapasitas dan kapabilitas aparatur pelaksananya. Bapeda Jabar memiliki komposisi pegawai sebagai faktor potensi organisasi dalam menjalankan dan merealisasikan misi dan tujuan oganisasi. Menurut hasil penyusunan rencana strategis Bapeda Jabar tahun 2001, mayoritas pegawai memiliki latar belakang pendidikan S1 ke atas, atau sekitar 61%. Potensi sumberdaya pegawai yang cukup besar ini merupakan kekuatan internal organisasi yang masih perlu untuk ditingkatkan lagi dalam hal pemberdayaannya. Secara jelas hal ini dinyatakan dalam rencana strategis Bapeda tahun 2001. Dalam usaha untuk meningkatkan pemberdayaan sumberdaya manusia yang dimiliki oleh Bapeda Jabar, salah satu faktor penting yang perlu untuk dijadikan bahan pertimbangan dan banyak luput dari perhatian adalah unsur penilaian kinerja pegawai. Penilaian kinerja pegawai yang selama ini dijalankan oleh Bapeda Jabar, masih merujuk pada ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No 10 tahun 1979. Indikator-indikator penilaian kinerja pegawai di dalam PP No 10 tahun 1979, masih terlalu umum untuk organisasi setingkat Bapeda yang memiliki karakteristik tugas dan fungsi khusus. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi penilaian kinerja pegawai di Bapeda Jabar, menganalisis pelaksanaan penilaian kinerja pegawai di Bapeda, menganalisis persepsi pegawai terhadap pelaksanaan penilaian kerja pegawai di Bapeda Propinsi Jawa Barat, dan selanjutnya merekomendasikan strategi dan pengimplementasian penilaian kinerja yang sebaiknya dilaksanakan oleh Bapeda Jabar. Metodologi yang digunakan di dalam penelitian ini dalah metode penelitian survai. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data sekunder didapatkan dari data-data internal dan eksternal organisasi Bapeda Jabar. Analisis atas topik penelitian dibagi menjadi dua kelompok analisis, yaitu (1) analisis strategis penilaian kinerja pegawai dan (2) analisis pengimplementasian penilaian kinerja pegawai. Analisis strategis penilaian kinerja pegawai dilakukan dengan mempergunakan metode analisis Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), dan Swot analysis (TOWS Analysis). Sedangkan analisis pengimplementasian penilaian kinerja pegawai, dilakukan dengan mempergunakan GAP analysis, Diagram Kartesius, dan prosedur uji F. Ruang lingkup penelitian dibatasi pada masalah strategi dan implementasi penilaian kinerja pegawai di Bapeda Propinsi Jawa Barat. Penilaian kinerja pegawai di Bapeda Jabar selama ini merujuk pada PP No 10 tahun 1979, dengan indikator-indikator: Kesetiaan, Prestasi Kerja, Tanggung Jawab, Ketaatan, Kejujuran, Kerjasama, Prakarsa, Kepemimpinan, masih terlalu umum untuk dapat mencapai keselarasan antara perilaku pekerjaan dengan strategi organisasional. Disamping itu, Bapeda Jabar masih belum memiliki visi, dan yang jelas untuk dijadikan arahan strategi penilaian kinerja pegawai, yang berimplikasi terhadap arahan pelaksanaan penilaian kinerja di lapangan. Metodologi penilaian kinerja pegawai dengan merujuk pada PP No 10 tahun 1979, merupakan metode penilaian kinerja pegawai yang berorientasi masa lalu, padahal metode penilaian..dst. | |