| dc.description.abstract | Dalam menghadapi era globalisasi perbankan di tahun 2003 dimana bank- bank asing dibebaskan masuk sampai ke daerah-daerah, serta telah dimulainya pelaksaaan otonomi daerah di Indonesia di tahun 2001, maka PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) akan dihadapkan pada tingkat persaingan retail banking yang sangat ketat. Pesaing tidak hanya datang bank domestik nasional maupun daerah, tetapi akan datang dari bank asing yang jauh lebih solid. Menyadari akan hal itu, PT. Bank Rakyat Indonesia (Perserto) melakukan re-visioning dan re-missioning bisnisnya dengan lebih memfokuskan diri pada retail dan mico banking sebagai core competensi-nya dengan menempatkan teknologi dan sumber daya manusia sebagai pilar untuk menghadapi persaingan saat ini dan dimasa mendatang. Dalam implementasinya, serta mengacu pada IT master plan, PT. Bank Rakyat Indonesia perlu merubah konfigurasi teknologi informai dari distributed system ke centralized system dengan menerapkan koniguradsi client server guna sebagai pendukung branch delivery system. Permasalahan yang dihadapi oleh Divisi Teknologi Sistem Informasi PT. Bank Rakyat Indoenesia, pertama model arsitektur client server bagaimana yang paling optimal untuk dipilih, mengingat arsitektur client server sangat variatif, dan tergantung pada business process yang diterapkan. Kedua, bagaimana metode implementasi yang paling optimal dan terakhir bagaimana tingkat resiko implementasi arsitektur client server dimaksud. Ketiga hal ini yang perlu dijawab dalam penelitian ini, sehingga penulis memberi judul "Kajian Implementasi Teknologi Informasi pendukung Branch Delivery System" Penilitian ini dilakukan di Divisi Teknologi Sistem Informasi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), yang dimulai April 2002 sampai Juni 2002. Pengambilan data primer dilakukan menggunakan purposive sampling method dengan melibatkan beberapa ahli teknologi informasi pada bidang software development, IT operation, IT implementation, IT-strategic planning dan IT implementation. Metode untuk menilai solusi model aristektur client server dan implemertasinya dipergunakan weighted score method, sedangkan untuk menilai tingkat resiko implementasi arsitektur client server menggunakan likert scale method. Sementara untuk model asrsitektur client server yang dikaji meliputi 3 (tiga) model, yaitu model Remote Presentation (RP), model Distributed Logic (DL) dan model Remote Data Management (RD). Sedangkan model implementasi digunakan metode in-sourcing, co-sourcing dan out-sourcing | |