| dc.description.abstract | Saat ini dunia memasuki era baru dalam perdagangan, yaitu era pasar bebas. Pada tahun 2003 AFTA mulai diberlakukan, sehingga mau tak mau Indonesia harus siap menghadapi era perdagangan bebas tersebut. Diperlukan kesiapan dalam menyeluruh dari berbagai sektor bisnis di dalam negeri, namun masih hangat dalam benak kita bagaimana krisis ekonomi beberapa tahun yang lalu cukup mengguncang struktur perekonomian nasional. Era perdagangan bebas berimbas pada aktivitas perdagangan dunia. Saat ini efek yang dihadapi Indonesia menjelang era pasar bebas sudah mulai terasa. Akan makin selektifnya negara-negara maju yang berakibat makin sulitnya barang-barang produksi dalam negeri untuk masuk pasar dunia, terutama Amerika Serikat. Karena Amerika Serikat hingga saat ini masih dianggap sebagai tolak ukur perdagangan dunia. Semasa krisis nasional beberapa tahun lalu banyak industri yang tidak sanggup lagi meneruskan usahanya, terutama industri dengan skala usaha yang terbatas. Krisis yang mempengaruhi sektor perdagangan hingga menyebabkan mencapai tingkat terendah dalam beberapa dasawarsa terakhir. Begitu pula yang terjadi pada industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Industri TPT merupakan salah satu andalan ekspor non migas Indonesia. Selama semester 1 2001, Amerika Serikat menyerap 17,25% ekspor non migas Indonesia senilai US $ 3,05 milliar. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS, 2001), ekspor TPT Indonesia mengalami peningkatan yang sangat tajam mencapai 120% pada tahun 1983 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hingga tahun 2000, rata-rata volume pertumbuhan ialah 28%, walau terjadi penurunan sekitar 10% pada 1999 dibandingkan tahun sebelumnya. Sangat disayangkan bila industri TPT yang merupakan industri klasik bagi negara berkembang termasuk Indonesia, karena menyerap tenaga kerja yang cukup banyak mati secara perlahan. Industri TPT belum sepenuhnya lepas dari masalah struktural, baik internal maupun ekstemal. Masalah internal yang dihadapi industri TPT antara lain ialah masalah manajemen, sumber daya manusia, teknologi, pendanaan dan sebagainya. Sedangkan masalah eksternal antara lain birokrasi, kebijakan, iklim usaha dan sebagainya. Begitu pula yang terjadi pada industri TPT tradisional. CV Enggal Pratama merupakan salah satu perusahaan yang masih eksis bergerak dalam industri tekstil. Perusahaan yang berlokasi di Majalaya, Jawa Barat ini merupakan perusahaan yang ada sejak turun temurun. CV Enggal Pratama saat ini masih terfokus pada produksi sarung tenun. Namun karena banyaknya kendala internal maupun eksternal, maka tinggal sedikit perusahaan pribumi yang masih eksis industri tersebut. Termasuk salah satunya adalah CV Enggal Pratama. dalam Saat sekarang ini terdapat beberapa perusahaan yang bergerak pada industri tekstil di Majalaya. Dengan adanya iklim kompetisi yang kian ketat, maka perusahaan dituntut untuk lebih dapat bersaing dengan industri sejenis, dengan menciptakan manajemen yang mampu beradaptasi dengan lingkungan. Oleh sebab itu disusunlah formulasi strategi yang baik sehingga mampu meningkatkan daya saing dan. memberikan kemampulabaan jangka panjang bagi perusahaan. | |