Show simple item record

dc.contributor.advisorDjohar, Setiadi
dc.contributor.advisorSaptono, Imam Teguh
dc.contributor.authorKusunawati,Evita
dc.date.accessioned2024-08-06T06:46:01Z
dc.date.available2024-08-06T06:46:01Z
dc.date.issued2002
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/156097
dc.description.abstractKrisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak.pertengahan tahun 1997, telah banyak memberikan pelajaran terutama pad a sektor perbankan yang selama ini banyak memberikan kredit pada perusahaan­perusahaan yang memiliki eksposur dalam mata uang asing yang tidak dilindungi nilainya sehingga menimbulkan resiko tambahan bagi bisnisnya, dari pengalaman ini pihak perbankan dituntut agar dapat bertindak lebih hati-hati dalam melakukan aktifitas bisnisnya. Adanya perubahan paradigma dalam menjalankan bisnis menuntut pihak perbankan untuk dapat menjalankan bisnisnya dengan memanfaatkan peluang yang ada dengan melakukan pendekatan manajemen resiko dan dapat memberikan alternatif transaksi yang aman kepada para nasabah untuk melindungi eksposurnya terutama terhadap fluktuasi nilai tukar dan suku bunga. Banyak alternatif transaksi yang dapat dilakukan untuk melindungi eksposur terhadap fluktuasi nilai tukar dan suku bunga, saat ini yang dipergunakan dalam transaksi lindung nilai adalah transaksi forward dan swap dimana masih terdapat kemungkinan terjadinya kerugian jika posisi yang diambil untuk melindungi eksposur resiko berada posisi yang berlawanan arah dengan keadaan pasar, sedangkan pa'da transaksi opsi potensial kerugian yang ditanggung oleh pembeli opsi hanyalah sebesar premi yang harus dibayar pada saat melakukan transaksi. Transaksi opsi sendiri sampai saat ini masih mengalami kesulitan dalam pengembangannya di Indonesia terutama sejak adanya krisis ekonomi mengakibatkan country risk negara Indonesia menjadi tinggi. Country .risk yang tinggi mengakibatkan pihak perbankan mengalami kesulitan untuk melakukan transaksi keuangan karena sedikitnya jumlah counterpart yang ada. Dalam keadaan yang serba sulit ini harus dicari peluang untuk menciptakan suatu alternatif transaksi yang aman bagi kedua belah pihak ( bank dan nasabah ); salah satu caranya adalah dengan mencipatakan suatu produk yang tidak perlu di square-kan ke pasar tetapi dengan melakukan perhitungan berbagai resiko yang mungkin timbul karena adanya transaksi tersebut yang dikompensasi dalam bentuk premi. Premi disini mencerminkan berapa besarnya resiko potensial yang terkandung dalam transaksi tersebut dan berapa besar modal minimum yang harus tersedia untuk menutup resiko tersebut dengan cara melakukan proses manajemen resiko. Manajemen resiko menjadi suatu hal yang penting karena tidak . hanya dapat melindungi bank dari adanya resiko yang timbul karena adanya transaksi, tetapi juga saat ini sudah merupakan suatu keharusan / ketentuan baik dari ketentuan domestik ( peraturan Bank Indonesia) ...dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleAnalisis Pengukuran Resiko Transaksi Opsi : Studi Kasus Pada Pt. Bank Negara Indonesia (Persero)Tbkid
dc.subject.keywordOptions Riskid
dc.subject.keywordForwardid
dc.subject.keywordPt. Bni (Perseo)Tbkid
dc.subject.keywordManajemen Resikoid
dc.subject.keywordValue At Risk (Var) Capital At Risk (Car)id
dc.subject.keywordKorelasiid
dc.subject.keywordResiko Pasarid
dc.subject.keywordOpsi, Forward, PT. BNI ( Persero ) Tbk
dc.subject.keywordManajemen Resiko
dc.subject.keywordValue at Risk ( VaR )
dc.subject.keywordCapital at Risk ( CaR )
dc.subject.keywordRisk Benefit
dc.subject.keywordOpportunity Profit
dc.subject.keywordValuta Asing
dc.subject.keywordKorelasi, Resiko Pasar


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record