| dc.description.abstract | Mempertahankan keberadaan usaha kecil dan menengah di Indonesia adalah sangat strategis karena selain kontribusinya terhadap laju pertumbuhan ekonomi negara juga untuk menghidupi jutaan pelaku dan masyarakat yang terlibat di dalamnya. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk membangun usaha kedil dan menengah yang mampu bersaing dalam era perdagangan bebas kelak.
Profil usaha kecil di Indonesia dicirikan oleh beberapa kelemahan mendasar antara lain rendahnya akses terhadap sumber dana, keterampilan, rendahnya penguasaan teknologi, status hukum dan aspek pemasaran. Dalam pengembangannya, usaha kecil menghadapi masalah eksternal seperti perubahan lingkungan usaha, kurangnya ketersediaan infrastruktur, fasilitas dan sebagainya.
Usaha kerupuk ikan di Desa Kenanga Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu merupakan salah satu usaha kecil yang telah diusahakan sejak tahun 1981. Kerupuk ikan Desa Kenanga merupakan salah satu sentra penghasil kerupuk ikan terbesar di Provinsi Jawa Barat baik dari segi investasi, produksi dan penyerapan tenaga kerja. Kelemahan mendasar yang dijumpal dalam usaha kerupuk ikan Desa Kenanga yaitu ketergantungannya yang sangat besar terhadap tersedianya bahan baku utama berupa ikan remang yang ternyata tidak diperoleh dari hasil laut di sekitar lokasi usaha. Sistem pengelolaan usaha yang masih sederhana sangat sulit untuk mengharapkan kemajuan pengembangan industri dalam waktu yang relatif singkat.
Permasalahan yang muncul dan dihadapi oleh usaha kerupuk ikan Desa Kenanga adalah faktor-faktor apa yang menjadi kendala dan peluang dalam pengembangan usaha, bagaimana kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh para pengrajin kerupuk ikan dalam meningkatkan dan mengembangkan usahanya, strategi apa yang harus dilaksanakan baik oleh pemerintah maupun pelaku industri agar peningkatan usaha kerupuk ikan dapat memberikan hasil optimal dan sejauh mana peran pemerintah dan pelaku industri untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sumber daya lingkungan yang ada dalam rangka meningkatkan usaha kerupuk ikan di Desa Kenanga dan mencari alternatif strategi untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha kerupuk ikan agar dapat memberikan hasil optimal bagi kesejahteraan masyarakat maupun terhadap peningkatan perekonomian daerah Hasil dari penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai masukan bagi pemerintah daerah setempat untuk dapat merumuskan kebijakan operasional dalam memberdayakan, meningkatkan dan mengembangkan usaha kerupuk ikan, sebagai informasi tambahan kepada pelaku / pengusaha kerupuk ikan meningkatkan keunggulan kompetitif (0, 153), meningkatkan daya saing (0,087) dan menjaga stabilitas pertumbuhan (0,049).
Alternatif pemilihan strategi berdasarkan bobot dan rangkingnya adalah mencari daerah alternatif sumber bahan baku / pembantu (0,338), membangun jaringan distribusi (0,269), mengembangkan peran dan fungsi kelembagaan (0,169), mencari penggunaan teknologi baru (0,117), membangun kerjasama dengan daerah penghasil kerupuk ikan·tain (0,069) dan melakukan optimalisasi produksi (0,036). | |