| dc.description.abstract | Isu otonomi daerah yang mengisyaratkan bahwa mekanisme pasar semakin didominasi oleh perusahaan atau organisasi yang mampu memberikan pelayanan atau memproduksi produk unggulan ( Core Product) dan memiliki daya saing tinggi dalam memanfaatkan peluang pasar, dalam hal ini termasuk organisasi rumah sakit. Rumah sakit kabupaten yang menghadapi berbagai tantangan dalam menegakkan prinsip rumah sakit sebagai fungsi sosial pada masa mendatang diantaranya adalah permintaan pasar yang mengarah kepada kualitas pelayanan, dicanangkannya pelayanan prima, akreditasi rum��h sakit, lahirnya UU perlindungan konsumen, maraknya Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) sebagai kontrol sosial, UU No.2 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, UU No. 25 Tahun 1999 tentang perimbangan keuangan antara pusat dan daerah, UU No. 18 tahun 1997 tentang restribusi daerah, OU No. 20 tahun 1997 tentang Pendapatan Negara Bukan Pajak dan peraturan pemerintah lain. Pada sisi lain kemampuan pemerintah mensubsidi rumah sakit semakin tidak sebanding dengan kebutuhan operasional. Keadaan ini dapat mengakibatkan terpuruknya rumah sakit dalam pembiayaan operasional, padahal, dalam menghadapi era persaingan masa mendatang dengan ancaman global dari negara-negara yang semakin ketat, memerlukan kesiapan rumah sakit untuk meningkatkan daya saingnya.
Berkaitan dengan hal tersebut di atas, maka pada penelitian ini di coba di . kembangkan sistem pengukuran kinerja dengan pendekatan Balanced Scorecard yang telah dimodifikasi sesuai dengan kondisi RSUD Puri Husada Tembilahan: Permasalahan pokok yang di teliti adalah bagaimana kinerja RSUD Puri Husada Tembilahan jika diukur dengan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard yaitu diukur dari aspek keuangan, kepuasan customer, proses bisnis internal, dan pe1tumbuhan dan pembelajaran. Melalui penelitian ini diharapkan diperoleh gambaran secara menyeluruh tentang kinerja RSUD Puri Husada Tembilahan dan faktor. apa saja yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kinerja RSUD Puri Husada Tembilahan dengan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard.
Metode penelitian dilakukan secara deskriptif analitik Menggunakan pendekatan Balanced Scorecard yang diuraikan secara deskriptif analitik dengan mengukur empat aspek yaitu kine1ja keuangan, kinerja kepuasan customer, kine1ja proses bisnis internal dan kinerja pertumbuhan dan pembelajaran. Data yang dikumpulkan diambil dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari kuesioner yang disebarkan pada pasien dan karyawan rumah sakit serta wawancara dengan pimpinan dan karyawan rumah sakit serta pihak-pihak terkait di luar pengunjung dan karyawan rumah sakit. Data sekunder diperoleh dari beberapa sumber pustaka yang berasal .dari beberapa instansi terkait, seperti Departemen Kesehatan, Kantor Wilayah Departemen Kesehatan, Dinas
Kesehatan dan rumah sakit yang diteliti. Sumber pustaka yang dimaksud di sini termasuk laporan resmi dari instansi yang bersangkutan hasil penelitian- dan ..dst. | |