Show simple item record

dc.contributor.advisorSyah, Hamdani M.
dc.contributor.advisorRatnawati, Anny
dc.contributor.authorSitorus,Tigor
dc.date.accessioned2024-08-06T06:45:04Z
dc.date.available2024-08-06T06:45:04Z
dc.date.issued2002
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/156037
dc.description.abstractBeranekaragamnya kekayaan laut di wilayah maritim Indonesia, mendorong para Investor mengalokasikan dananya pada subsektor perikanan melalui Aktivitas Investasi dan Operasional. Bagi Manajemen, pengambilan keputusan pembelanjaan perusahaan selalu dikaitkan dengan bagaimana pembiayaan dilakukan, apakah dengan menggunakan modal sendiri, pinjaman jangka pendek, pinjaman jangka panjang atau kombinasi ketiganya. PT. Bintuni Minaraya, Tbk (BMR) dalam memanfaatkan kekayaan laut tersebut terutama pada situasi global saat ini harus memperkuat daya saing melalui peningkatan efisiensi dan kualitas, dimana peningkatan efisiensi dan kualitas tidak terlepas dari kegiatan dalam proses produksi yang diimplementasikan dengan investasi yang besar pada sarana dan peralatan yang berteknologi tinggi, namun demikian disisi lain hal ini akan menimbulkan biaya tetap. Peningkatan biaya tetap akan mempengaruhi titik pulang pokok atau Break event point. Permasalahan yang dihadapi PT. Bintuni Minaraya, Tbk adalah bagaimana pengaruh penjualan dan resiko bisnis terhadap laba usaha dan resiko finansil terhadap laba bersih dan bagaimana hubungan leverage dengan struktur modal sehingga leverage operasi dan leverage finansil dapat dioptimalkan di dalam mengelola modal kerja untuk mencapai target penjualan dan laba. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari Penjualan dan resiko Bisnis terhadap Laba Usaha, pengaruh resiko finansil terhadap laba bersih, dan melihat apakah penggunaan leverage optimal, serta apakah struktur modal PT.BMR sudah optimal dipergunakan dalam upaya meningkatkan penjualan, dan melihat bagaimana hubungan antara Leverage dan Struktur Modal. Penelitian bersifat studi kasus tentang optimalisasi penggunaan struktur modal dan penggunaan leverage finansil (modal pihak ketiga) yang maksimal agar perusahaan dapat menutupi resiko usaha dan resiko finansil melalui peningkatan penjualan dan laba usaha. Sehingga pada akhir tahun, PT. BMR membukukan laba untuk dikapitalisasi sebagai penambah struktur modal. Dari Analisis terhadap Laporan Keuangan, data produksi dan penjualan didapatkan bahwa Perubahan Penjualan berpengaruh kepada laba usaha, resiko bisnis juga mempengaruhi laba usaha, serta resiko finansil mempengaruhi laba bersih PT. BMR. Perubahan Penjualan dengan Peningkatan produksi yang didukung oleh penggunaan leverage operasi (Aktiva Tetap) telah berpengaruh langsung kepada Penjualan dan Laba Usaha dimana Penjualan meningkat rata-rata setiap tahun 225% dan laba...dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleAnalisis Leverage dan Hubunganya Denga Struktur Modal : Studi Kasus Pada Pt. Bintuni Minaraya, Tbk Jakartaid
dc.subject.keywordIndustri Perikanan Terpaduid
dc.subject.keywordPt. Bintuni Minaraya Tbkid
dc.subject.keywordEfisiensi Dan Kualitasid
dc.subject.keywordManajemen Keuanganid
dc.subject.keywordAnalisis Leverage Dan Struktur Modalid
dc.subject.keywordAnalisis Kebutuhan Modal Kerjaid
dc.subject.keywordAnalisis Neraca Dan Laba Rugiid
dc.subject.keywordAnalisis Kasioid
dc.subject.keywordIndustri Perikanan terpadu
dc.subject.keywordPT. Bintuni Minaraya, Tbk
dc.subject.keywordEfisiensi dan kualitas
dc.subject.keywordManajemen Keuangan
dc.subject.keywordAnalisis Leverage dan struktur Modal
dc.subject.keywordAnalisis Kebutuhan Modal Kerja
dc.subject.keywordAnalisis Neraca dan Laba Rugi
dc.subject.keywordAnalisis Rasio


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record